Harvard Diam-Diam Punya Saham SpaceX Senilai US$2,2 Miliar, Investasi Elon Musk Berbuah Manis

JATENG.AKURAT.CO, Harvard Management Co ternyata memiliki investasi besar di SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk.
Kepemilikan saham tersebut mencapai sekitar US$2,2 miliar atau setara dengan puluhan triliun rupiah, sekaligus menjadi salah satu investasi saham terbesar dalam portofolio dana abadi Harvard.
Informasi mengenai investasi tersebut terungkap melalui dokumen 13F yang diajukan Harvard Management Co pada Jumat (14/8/2026) waktu Amerika Serikat.
Dalam laporan itu, Space Exploration Technologies Corp atau SpaceX tercatat sebagai kepemilikan saham individual terbesar yang dilaporkan Harvard.
Secara keseluruhan, Harvard Management Co tercatat memiliki saham perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dengan nilai sekitar US$4,3 miliar.
Besarnya porsi SpaceX menunjukkan bahwa investasi di perusahaan roket Elon Musk menjadi salah satu aset penting dalam portofolio saham AS yang dikelola Harvard.
Harvard Kelola Dana Abadi US$57 Miliar
Harvard University diketahui memiliki salah satu dana abadi terbesar di dunia.
Berdasarkan data terbaru yang tersedia untuk publik, Harvard mengelola dana sekitar US$57 miliar per Juni 2025.
Sebagian dana tersebut ditempatkan pada berbagai jenis aset, termasuk saham, investasi privat, perusahaan modal ventura, real estat, dan instrumen investasi lainnya.
Investasi di SpaceX menjadi contoh bagaimana dana abadi universitas dapat memperoleh keuntungan dari perusahaan teknologi dan antariksa yang tumbuh pesat.
Harvard Management Co sendiri tidak memberikan komentar mengenai detail investasi SpaceX tersebut.
Patrick McKiernan, juru bicara Harvard Management, juga menolak berkomentar ketika ditanya mengenai kepemilikan spesifik perusahaan tersebut.
IPO SpaceX Dongkrak Nilai Investasi
Kenaikan nilai investasi Harvard tidak terlepas dari langkah besar SpaceX di pasar modal.
IPO SpaceX pada Juni 2026 menjadi salah satu penawaran saham perdana terbesar dan langsung memberikan keuntungan besar bagi sejumlah investor awal perusahaan.
Beberapa institusi pendidikan tinggi lainnya juga disebut ikut menikmati kenaikan nilai investasi SpaceX.
Di antaranya adalah University of North Carolina, Washington University in St. Louis, serta unit investasi milik University of California.
Sebagian dari investor tersebut diketahui telah mendapatkan eksposur ke SpaceX melalui perusahaan modal ventura sejak bertahun-tahun lalu.
Dengan pertumbuhan bisnis SpaceX dan valuasinya yang terus meningkat, investasi jangka panjang tersebut akhirnya menghasilkan keuntungan yang signifikan.
Saham SpaceX Masih di Atas Harga IPO
Setelah melantai di bursa, saham SpaceX memang mengalami sedikit tekanan.
Pada perdagangan Jumat (14/8/2026) di New York, saham perusahaan tersebut turun sekitar 0,9 persen dan ditutup pada level US$140 per saham.
Meski terkoreksi, harga tersebut masih berada di atas harga IPO SpaceX yang ditetapkan sebesar US$135 per saham.
Selisih harga tersebut memberikan gambaran bahwa investor masih memberikan valuasi tinggi terhadap perusahaan yang didirikan Elon Musk tersebut.
SpaceX sendiri memiliki bisnis utama di sektor peluncuran roket, layanan antariksa, serta jaringan internet satelit Starlink.
Kepemilikan saham SpaceX oleh Harvard diketahui publik karena kewajiban pelaporan investasi melalui formulir 13F.
Manajer investasi yang mengelola aset saham Amerika Serikat dengan nilai lebih dari US$100 juta diwajibkan menyerahkan laporan tersebut kepada regulator dalam jangka waktu maksimal 45 hari setelah berakhirnya setiap kuartal.
Laporan 13F memungkinkan publik melihat sejumlah kepemilikan saham yang dimiliki institusi besar, meskipun tidak selalu memberikan informasi lengkap mengenai strategi investasi atau waktu pembelian saham tersebut.
Bagi Harvard, pengungkapan saham SpaceX menjadi perhatian karena nilainya mencapai sekitar US$2,2 miliar dan menjadikannya salah satu aset saham terbesar yang tercatat dalam laporan tersebut.
Investasi tersebut juga memperlihatkan bagaimana institusi pendidikan dengan dana abadi jumbo dapat mengambil posisi pada perusahaan teknologi yang masih berada dalam fase pertumbuhan.
Dalam kasus SpaceX, strategi investasi jangka panjang itu berpotensi memberikan keuntungan besar setelah perusahaan Elon Musk memasuki pasar saham.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Dikabarkan Sakit Mendadak, Ini Fakta Meninggalnya Putri Juficha Tepat di Hari Ulang Tahunnya yang ke-26
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Jadwal dan Prediksi Skor Persib vs Sabah FC Malam Ini: Maung Bandung Tampil Pincang, Mampukah Tetap Menang? Siaran Langsung Indosiar
- 4Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 5Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Prediksi Skor Persebaya vs Penang FC: Bajul Ijo Incar Kemenangan di Hadapan Bonek dan Bonita
- 8Diburu Tiga Raksasa Liga Inggris! Victor Osimhen Jadi Rebutan Manchester United, Arsenal dan Tottenham
- 9Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 10Jadwal Sepak Bola Hari Ini, Sabtu 15 Agustus 2026: Persebaya, Persib, Chelsea hingga Manchester United Tampil




