WMoto Letbe Island: Kombinasi Vario dan PCX yang Suks Bikin Penasaran, Ini Ulasan Lengkapnya

JATENG.AKURAT.CO, Pasar skutik medium di Indonesia kembali diramaikan oleh kehadiran pemain baru yang cukup mencuri perhatian.
WMoto Letbe Island, motor yang belakangan ini ramai ditanyakan di berbagai platform media sosial, hadir sebagai alternatif menarik di kelas yang selama ini didominasi oleh Honda Vario 160 dan Yamaha Lexi LX 155.
Dengan harga on the road Jakarta yang dibanderol Rp26,8 juta, Letbe Island menawarkan paket yang cukup menggiurkan: mesin 160 cc, dek rata, desain tajam, serta sederet fitur premium yang biasanya hanya ditemukan di motor dengan harga jauh lebih mahal.
Namun, apakah keunggulan yang ditawarkan sebanding dengan konsekuensi yang harus diterima? Setelah menjajalnya secara langsung dalam berbagai kondisi berkendara—dari harian di perkotaan hingga turing ringan ke daerah Bogor—berikut ulasan lengkap mengenai kelebihan, kekurangan, dan apakah motor ini layak menjadi pertimbangan Anda.
Baca Juga: Mourinho 15 Kartu Merah, Wenger 3: Siapa Pelatih Paling Sering Diusir Wasit?
Desain Menarik dengan Sentuhan PCX dan Vario
Salah satu daya tarik utama Letbe Island terletak pada desainnya. Di kelas skutik medium, motor ini tampil dengan karakter tegas dan tajam yang cukup eye catching.
Lampu utama dengan DRL berbentuk bintang, sirip-sirip di bagian tengah, hingga lampu belakang dengan desain modern membuatnya tidak kalah saing dengan kompetitornya.
Yang menarik, Letbe Island terasa seperti gabungan antara Honda PCX dan Honda Vario.
Dari Vario ia mewarisi dek rata yang praktis untuk membawa barang. Dari PCX ia mengambil elemen-elemen khas seperti stang telanjang berlapis chrome, layout saklar, master rem, spion, hingga ukuran roda (depan 14 inci, belakang 13 inci). Kombinasi ini menjadikannya unik dan mudah dikenali.
Baca Juga: Mengapa Selat Malaka Jadi Primadona Sekaligus Momok Menakutkan bagi Industri Pelayaran Global?
Kenyamanan Berkendara: Dek Rata yang Bisa Selonjoran
Salah satu poin yang paling saya apresiasi dari Letbe Island adalah posisi berkendaranya.
Motor ini berhasil memadukan kepraktisan dek rata ala Vario dengan kenyamanan selonjoran ala PCX.
Bagian depan dek dibuat lebih maju sehingga kaki bisa diluruskan ke depan—sensasi yang tidak bisa dirasakan di Vario atau Lexi.
Posisi ini membuat perjalanan harian terasa jauh lebih santai dan tidak cepat lelah.
Joknya juga nyaman dengan busa yang empuk, baik untuk pengendara maupun pembonceng.
Secara keseluruhan, untuk kenyamanan harian, Letbe Island unggul dibanding Vario dan Lexi, meski sedikit kalah santai jika dibandingkan dengan Yamaha NMAX yang memiliki posisi duduk lebih rendah dan stang lebih tinggi.
Handling Lincah dan Suspensi Empuk
Meski bobotnya mencapai 137 kg—hampir sama dengan PCX—Letbe Island terasa lincah saat dikendarai.
Sudut beloknya lebar, dan karakter handling-nya sangat nurut, sehingga mudah untuk diselap-selip di kemacetan.
Kontribusi terbesar datang dari suspensi belakang ganda yang menjadi pembeda signifikan dari kompetitornya.
Vario 160 dan Lexi LX 155 masih menggunakan suspensi tunggal, sementara Letbe Island sudah dilengkapi suspensi belakang ganda dengan tabung (tanpa setelan preload) yang memberikan rasa empuk dan stabil.
Redaman suspensi depan juga nyaman dengan jarak main yang panjang, tidak mudah mentok meski melewati polisi tidur.
Kombinasi ini membuat pengendara tidak merasakan benturan keras di punggung saat melewati jalan rusak.
Performa Mesin: Ngacir Tapi Boros
Dari spesifikasi, mesin Letbe Island sangat mirip dengan PCX 160: 160 cc, 4 klep, SOHC, berpendingin cairan, dengan klaim tenaga 15,8 horsepower dan torsi 14,7 Nm.
Bedanya, engine mounting-nya berada di bawah, yang membuat redaman getaran lebih baik.
Karakter mesinnya sangat responsif. Tarikan dari bawah hingga atas terasa rata dan terus mengisi.
Dari posisi berhenti, gas langsung merespons dengan enteng. Saat butuh menyalip di kecepatan menengah, motor ini juga gesit.
Akselerasi 0-60 km/jam tercatat sekitar 5 detik, dan top speed di angka 119 km/jam.
Namun, konsekuensi dari karakter yang "ngacir" ini adalah konsumsi bahan bakar yang cukup boros.
Setelah diuji full to full dengan kombinasi harian dan turing ringan, rata-rata konsumsi BBM hanya mencapai 32 km/liter. Angka ini cukup jauh dibanding Vario 160 yang bisa mencapai 42 km/liter.
Fitur Premium di Kelasnya: TPMS dan Speedometer 7 Inci
Salah satu kejutan terbesar dari Letbe Island adalah fitur-fitur yang ditawarkannya. Di harga Rp26,8 juta, Anda sudah mendapatkan:
Speedometer full color 7 inci dengan tampilan informasi yang lengkap.
TPMS (Tire Pressure Monitoring System) yang memantau tekanan ban depan dan belakang secara real-time—fitur yang biasanya hanya ditemukan di motor premium seperti Zontes 368G atau Yamaha TMAX.
Lampu full LED dengan DRL berbentuk bintang yang mencolok.
Power outlet dengan port USB Type-A dan Type-C.
Smart key dengan desain simpel—anak kunci mekanis menyatu dengan remote, memudahkan penggunaan saat baterai remote habis.
Sistem CBS yang membuat rem depan ikut bekerja saat tuas belakang ditekan, meski kaliper depan tetap dua piston.
Namun ada sedikit kekurangan: sorot lampu utama standar terlalu rendah dan perlu disetel ulang, serta beberapa detail seperti karet penutup USB dan karet-karet lainnya terasa kurang kuat dan mudah copot.
Bagasi dan Kepraktisan
Dek rata yang lega menjadi nilai jual utama. Galon ukuran 5 liter bisa muat dengan mudah.
Namun, kapasitas bagasi di bawah jok cukup mengecewakan. Tidak cukup untuk menampung helm full face, bahkan helm half face pun perlu dipastikan ukurannya.
Jika Anda sering membawa helm, bersiaplah untuk membawa helm atau menggunakan top box—meski behel belakang tidak mendukung pemasangan top box secara langsung.
After Sales dan Sparepart
Keberadaan bengkel resmi WMoto di Indonesia masih terbatas di kota-kota besar.
Untuk urusan sparepart, komponen fast moving seperti kampas rem dan bagian CVT kemungkinan besar kompatibel dengan skutik Honda karena desain mesin yang mirip.
Namun untuk body part, Anda harus bergantung pada jaringan dealer resmi atau membeli secara online.
Bagi yang tinggal di daerah tanpa akses bengkel resmi, ini bisa menjadi pertimbangan penting.
Pertanyaan Umum (FAQ)
1. Apakah WMoto Letbe Island bisa muat helm di bagasi?
Tidak. Bagasi di bawah jok tidak cukup lebar untuk menampung helm full face maupun half face.
2. Berapa konsumsi BBM WMoto Letbe Island?
Setelah pengujian full to full dengan kombinasi harian dan turing ringan, rata-rata konsumsi BBM mencapai 32 km/liter.
3. Apakah Letbe Island lebih irit atau lebih boros dari Vario 160?
Lebih boros. Vario 160 rata-rata bisa mencapai 42 km/liter.
4. Apa saja fitur unggulan Letbe Island?
Speedometer 7 inci full color, TPMS (Tire Pressure Monitoring System), suspensi belakang ganda, lampu full LED, power outlet USB A+C, smart key dengan emergency key terintegrasi, dan sistem CBS.
5. Apakah sparepart Letbe Island mudah dicari?
Komponen fast moving (kampas rem, CVT, dll) kemungkinan kompatibel dengan skutik Honda. Namun untuk body part dan komponen spesifik, harus melalui jaringan dealer resmi WMoto yang saat ini masih terbatas di kota-kota besar.
6. Apakah Letbe Island dilengkapi ABS?
Varian yang diuji tidak dilengkapi ABS. Indikator ABS di speedometer tidak aktif karena sensor tidak dipasang.
WMoto Letbe Island adalah pilihan menarik bagi mereka yang menginginkan skutik 160 cc dengan desain berbeda, posisi berkendara nyaman, serta fitur premium yang jarang ditemukan di kelasnya.
Suspensi belakang ganda dan handling lincah membuatnya menyenangkan untuk dikendarai sehari-hari.
Namun, semua kelebihan itu harus dibayar dengan konsumsi BBM yang boros dan keterbatasan jaringan after sales.
Jika Anda tinggal di kota besar dengan akses ke bengkel resmi dan tidak terlalu mempermasalahkan efisiensi bahan bakar, Letbe Island bisa menjadi alternatif yang patut dipertimbangkan.
Namun jika prioritas Anda adalah irit BBM, bagasi luas, dan kemudahan servis, Vario 160 atau Lexi LX 155 mungkin masih menjadi pilihan yang lebih aman. Pada akhirnya, keputusan kembali ke kebutuhan dan preferensi Anda masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






