Lewis Hamilton Curiga Mercedes Pakai Party Mode Lagi di F1 2026: Saya Tahu Cara Kerja Mereka

JATENG.AKURAT.CO, Kecurigaan mencuat di paddock Formula 1 usai gelaran Sprint Race GP China, Sabtu (14/3/2026).
Lewis Hamilton, pembalap Ferrari yang juga mantan ikon Mercedes, melontarkan dugaan bahwa tim pabrikan Jerman tersebut kembali menggunakan pengaturan mesin khusus yang mirip dengan 'party mode' di era sebelumnya.
Dugaan ini muncul setelah Mercedes menunjukkan dominasi mencolok di sesi kualifikasi, namun keunggulan tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan performa balapan mereka.
George Russell, yang memenangkan sprint dari Shanghai, sempat bertarung sengit dengan Ferrari di awal sebelum akhirnya melesat unggul.
Hamilton, yang menghabiskan lebih dari satu dekade bersama Mercedes, merasa pola ini sudah sangat dikenalnya. Ia melihat lonjakan performan yang terlalu signifikan antara Q1 dan Q2, di mana Mercedes tiba-tiba mampu melesat setengah detik dari pesaing terdekatnya.
"Saya berada di Mercedes untuk waktu yang sangat, sangat lama. Jadi saya tahu cara kerjanya di sana," ujar Hamilton yang finis ketiga di sprint race.
Kecurigaan ini langsung menjadi perbincangan hangat, mengingat 'party mode' sempat dilarang beberapa tahun lalu untuk menciptakan persaingan yang lebih setara.
Dugaan 'Party Mode' dan Analisis Data di Belakang Layar
Menurut Hamilton, perbedaan mencolok terlihat jelas dari data yang ia miliki. Di Q1, jarak waktu putaran dengan Mercedes tidak terlalu jauh, hanya terpaut sepersepuluh detik.
Namun, begitu memasuki Q2, tiba-tiba jarak membengkak menjadi setengah detik. "Itu adalah peningkatan yang besar," tegas pembalap asal Inggris itu.
Ia menduga Mercedes memiliki mode lain yang baru diaktifkan di Q2, mirip dengan 'party mode' yang dulu ia gunakan untuk mengamankan posisi terdepan .
Pernyataan Hamilton ini menarik karena ia sendiri yang menciptakan istilah 'party mode' pada 2018 saat Mercedes melakukan terobosan besar dengan unit dayanya. Meski begitu, hasil sprint race menunjukkan bahwa Ferrari tetap kompetitif dalam kondisi balapan.
Hamilton mengaku senang dengan performa mobil SF-26 miliknya dan menikmati pertarungan sengit di trek.
"Mobil terasa hebat. Balapan sangat menyenangkan," katanya, meskipun ia akhirnya kesulitan dengan keausan ban depan kiri .
Respons Mercedes dan Performa di Sirkuit
Di sisi lain, bos tim Mercedes, Toto Wolff, memberikan penjelasan berbeda terkait keunggulan timnya. Wolff menekankan bahwa performa impresif mereka di Sirkuit Shanghai lebih disebabkan oleh keseimbangan mobil yang luar biasa di tikungan.
Menurut analisis data GPS, Mercedes sedikit mengorbankan kecepatan di ujung lintasan lurus untuk bisa masuk lebih awal ke tikungan dan mempertahankan kecepatan minimum yang lebih tinggi saat keluar.
Strategi ini membuat mereka unggul 5 km/jam di beberapa tikungan kunci dibandingkan pesaing.
“Keuntungan besar kami di sini terutama di tikungan,” jelas Wolff kepada Sky Germany.
Ia juga mengaitkan performa ini dengan kerja keras tim yang lebih awal fokus pada mobil 2026. Terlepas dari perdebatan teknis ini, yang jelas Ferrari menunjukkan peningkatan signifikan.
Fred Vasseur, Team Principal Ferrari, mencatat bahwa jarak mereka ke Mercedes terus menipis, dari 0,8 detik di Australia menjadi hanya 0,4 detik di China .
Start Mencekam dan Harapan Balapan
Selain soal performa mesin, Hamilton juga menyoroti masalah start yang sempat menjadi perdebatan.
Ia berhasil melewati Kimi Antonelli yang bergerak lambat di garis start. Hamilton menilai bahwa variasi dalam start justru membuat balapan lebih menarik.
"Ketika kita semua memulai dengan cara yang sama persis, itu membosankan. Saya rasa itu tidak berbahaya," tegasnya .
Dengan start dari posisi ketiga untuk balapan utama, Hamilton optimistis bisa memberikan perlawanan sengit. Ia memuji kerja keras timnya di pabrik dan di sirkuit yang berhasil membawa dua Ferrari finis di podium sprint.
"Saya harap kami bisa mengambil langkah lebih dekat, mungkin mendekati Mercedes di kualifikasi," pungkasnya .
FAQ: Seputar Kontroversi 'Party Mode' di GP China
Q: Apa itu 'party mode'?
A: 'Party mode' adalah istilah yang diciptakan Lewis Hamilton pada 2018 untuk menggambarkan mode mesin dengan output tenaga maksimum yang digunakan Mercedes hanya di sesi kualifikasi untuk meraih posisi terdepan . Mode ini sempat dilarang untuk menciptakan persaingan yang lebih setara.
Q: Apakah penggunaan 'party mode' legal saat ini?
A: Regulasi teknis saat ini melarang perubahan mode mesin yang signifikan antara kualifikasi dan balapan. Namun, tim masih memiliki beberapa peta kalibrasi mesin yang berbeda. Kecurigaan Hamilton mengarah pada celah atau interpretasi regulasi yang mungkin dimanfaatkan Mercedes.
Q: Bagaimana hasil akhir sprint race GP China?
A: George Russell (Mercedes) menjadi pemenang, diikuti Charles Leclerc (Ferrari) di posisi kedua, dan Lewis Hamilton (Ferrari) di posisi ketiga .
Q: Kapan balapan utama GP China digelar?
A: Balapan utama GP China 2026 akan berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026.
Misteri Performa Mercedes Menanti Terungkap
Apa pun penjelasan teknis di balik kecepatan fantastis Mercedes di kualifikasi, satu hal yang pasti: persaingan F1 2026 semakin seru.
Dugaan Lewis Hamilton tentang kembalinya 'party mode' menambah bumbu rivalitas antara mantan tim dan tim barunya.
Sementara Toto Wolff bersikukuh bahwa keunggulan berasal dari keseimbangan sasis dan strategi setelan mobil.
Para penggemar tentu berharap balapan utama nanti akan menyuguhkan duel setara antara Hamilton, Leclerc, dan para pembalap Mercedes.
Akankah Ferrari mampu mempertahankan performa balapan mereka dan merebut kemenangan perdana musim ini? Atau akankah Mercedes kembali membuktikan superioritasnya? Saksikan balapan seru GP China
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






