Jateng

Dibeli Rp2,5 Triliun, Wirtz Belum Bersinar! Barnes Minta Liverpool Meniru Cara MU Memanjakan Bruno Fernandes

Arixc Ardana | 14 Agustus 2026, 14:56 WIB
Dibeli Rp2,5 Triliun, Wirtz Belum Bersinar! Barnes Minta Liverpool Meniru Cara MU Memanjakan Bruno Fernandes
The Reds dinilai belum menjadikan Wirtz sebagai pusat permainan seperti yang dilakukan Manchester United terhadap Bruno Fernandes.

JATENG.AKURAT.CO, Florian Wirtz memang datang ke Liverpool dengan status pemain termahal dalam sejarah klub setelah ditebus dengan nilai fantastis mencapai 116 juta poundsterling.

Namun musim debutnya di Premier League belum sepenuhnya sesuai harapan.

Gelandang serang asal Jerman itu hanya mampu mencatatkan lima gol dan empat assist dari 33 penampilan bersama The Reds.

Catatan tersebut jauh dari ekspektasi yang mengiringi kedatangannya dari Bayer Leverkusen.

Di saat yang sama, bintang Manchester United Bruno Fernandes justru tampil luar biasa dengan torehan 21 assist sepanjang musim.

Perbedaan mencolok inilah yang membuat legenda Liverpool, John Barnes, angkat bicara.

Menurut Barnes, masalah utama bukan terletak pada kualitas Wirtz, melainkan cara Liverpool memainkan sepak bola mereka.

Ia menilai The Reds belum menjadikan Wirtz sebagai pusat permainan seperti yang dilakukan Manchester United terhadap Bruno Fernandes.

Wirtz Dinilai Bisa Sehebat Bruno Fernandes

Barnes meyakini Wirtz memiliki kemampuan untuk memberikan dampak besar layaknya Bruno Fernandes. Namun untuk mewujudkan hal tersebut, Liverpool harus berani mengubah pendekatan taktik mereka.

Saat ini, menurut Barnes, alur serangan Liverpool masih lebih banyak berpusat pada Mohamed Salah, Hugo Ekitike, maupun pemain-pemain lain di lini depan.

Akibatnya, Wirtz belum mendapatkan kebebasan dan peran dominan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan kemampuan terbaiknya.

"Manchester United bermain di sekitar Bruno Fernandes. Liverpool tidak bermain di sekitar Wirtz. Mereka bermain di sekitar Salah atau Ekitike, atau pemain lain. Nah, jika setiap bola melewati kaki Wirtz, dia akan melakukan apa yang dilakukan Bruno Fernandes. Dan itulah yang harus dihadapi Liverpool," kata Barnes kepada GOAL.

Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Liverpool mungkin perlu melakukan perubahan besar apabila ingin memaksimalkan investasi raksasa mereka pada pemain berusia muda tersebut.

Liverpool Diminta Ubah Sistem Permainan

Barnes bahkan secara terbuka mengaku sebagai pengagum besar Florian Wirtz.

Ia percaya gelandang Jerman itu memiliki kemampuan untuk menjadi motor serangan utama Liverpool, asalkan seluruh tim bersedia beradaptasi.

Menurutnya, bukan hanya Wirtz yang harus menyesuaikan diri dengan Premier League, tetapi tim juga harus memberikan ruang agar gaya bermain sang pemain bisa berkembang.

"Wirtz adalah pemain favorit saya di Liverpool. Sekarang tim harus bermain di sekitarnya. Grup harus beradaptasi dengannya dan dia harus beradaptasi dengan tim. Saya pikir kita akan melihat versi Florian Wirtz yang jauh lebih baik," ujar Barnes.

Siap Meledak Musim Depan?

Musim pertama yang sulit tidak membuat kepercayaan terhadap Wirtz memudar.

Banyak pihak masih meyakini mantan bintang Bayer Leverkusen itu memiliki potensi menjadi salah satu playmaker terbaik di Eropa.

Jika Liverpool benar-benar menjadikan Wirtz sebagai pusat permainan, seperti Manchester United membangun serangan melalui Bruno Fernandes, bukan tidak mungkin performa gelandang Jerman itu akan melonjak drastis pada musim depan.

Kini tantangan terbesar bagi staf pelatih Liverpool adalah menemukan formula yang tepat. Sebab, dengan kualitas yang dimiliki Wirtz, kegagalan mengoptimalkan potensinya bisa menjadi kerugian besar bagi klub yang telah mengeluarkan dana fantastis untuk memboyongnya ke Anfield.

Pertanyaannya sekarang, apakah Liverpool berani mengubah sistem demi Florian Wirtz? Jika iya, The Reds mungkin akan menemukan sosok "Bruno Fernandes" versi mereka sendiri.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.