MU Akhirnya Luluh: Siap Turunkan Harga Rashford Demi Kebahagiaan Sang Pemain yang Nekat

JATENG.AKURAT.CO, Sebuah perubahan sikap mengejutkan terjadi di Old Trafford.
Hanya hitungan hari setelah bersikeras mempertahankan harga jual, Manchester United kini dilaporkan “terbuka untuk mengalah” dan bersedia melepas Marcus Rashford ke Barcelona dengan harga yang jauh di bawah kesepakatan awal.
Media Spanyol, Sport, mengabarkan bahwa Setan Merah kini siap bernegosiasi setelah menyadari bahwa sang pemain hanya ingin bertahan di Camp Nou dan menutup pintu rapat untuk klub lain.
Pergeseran radikal ini kemungkinan besar dipicu oleh tekanan finansial yang sangat besar dari gaji Rashford yang mencapai 350.000 poundsterling (sekitar Rp 7,3 miliar) per pekan—angka yang menjadi beban berat bagi neraca klub pasca kepemilikan INEOS.
Dengan waktu yang semakin mendesak karena Rashford akan berlaga di Piala Dunia, tampaknya MU tidak punya pilihan selain menyetujui tawaran murah Barcelona, yang dikabarkan hanya sekitar 13-15 juta euro.
Baca Juga: Perebutan Bek Muda Swedia: Rangers Pimpin Perburuan Hampus Skoglund
Kronologi Konflik: Dari Keras Kepala Hingga Menyerah
Sikap Awal MU: 'Bayar Penuh atau Tidak Sama Sekali'
Awalnya, Manchester United menunjukkan sikap yang sangat tegas. Kesepakatan peminjaman yang ditandatangani pada 2025 silam mencantumkan opsi pembelian permanen sebesar 26 juta poundsterling (sekitar 30 juta euro) untuk Rashford yang berusia 28 tahun.
Klub menolak mentah-mentah tawaran awal Barcelona yang hanya sekitar 13 juta poundsterling (setengah harga) serta usulan peminjaman kedua.
Bahkan, petinggi MU sempat menyebut sikap Barcelona “menjengkelkan” dan mengancam akan memutus negosiasi jika tidak ada titik temu.
Namun, sikap keras itu luluh dalam sepekan terakhir setelah Barcelona secara resmi mengumumkan rekrutan mahal mereka, Anthony Gordon, dengan nilai sekitar 69 juta poundsterling, yang jelas-jelas menguras kocek mereka.
Titik Balik: Gaji 7,3 Miliar dan Keinginan Rashford Jadi Kunci
Ada tiga faktor utama yang memaksa MU menelan pil pahit dan duduk kembali ke meja negosiasi.
1. Beban Gaji Selangit
Gaji Rashford yang mencapai 350.000 poundsterling per pekan adalah yang tertinggi di skuat.
Dalam pernyataan internal, petinggi MU khawatir jika pemain tersebut kembali ke Old Trafford, maka gajinya akan naik otomatis seiring lolosnya klub ke Liga Champions, semakin memberatkan neraca yang sedang berusaha disehatkan oleh INEOS.
2. Keinginan Keras Rashford
Berbagai sumber media terpercaya menegaskan bahwa Rashford hanya menginginkan Barcelona.
Ia bahkan disebut telah menyetujui pemotongan gaji hingga 40 persen dan menolak semua pendekatan dari klub Premier League lainnya, termasuk Arsenal, Chelsea, dan Newcastle.
MU sadar bahwa tidak ada klub lain yang mau mengambil alih gaji fantastis tersebut.
3. Efek Domino Gordon
Kehadiran Gordon di Barcelona mempersempit ruang gerak, namun anehnya justru memperkuat posisi tawar mereka.
MU tahu bahwa Barcelona sudah menghabiskan dana besar untuk Gordon, sehingga mereka tidak bisa meminta harga penuh.
Jika Barcelona mundur, MU akan kehilangan satu-satunya pembeli potensial.
Baca Juga: MU Terancam Kehilangan Target: Liverpool Siap Bajak Alex Scott dari Bournemouth
Skema Kompromi: Pinjaman Kedua atau Harga Miring?
Laporan dari media seperti Sport dan Football365 mengindikasikan bahwa kedua klub kini mencari jalan tengah. Opsi yang paling mungkin adalah:
Pinjaman Kedua (Opsi Paling Realistis): Barcelona akan meminjam Rashford satu musim lagi dengan kewajiban membeli di akhir musim (obligation to buy) dengan harga yang telah dinegosiasikan ulang.
Penjualan Langsung dengan Harga Miring: MU bisa langsung melepas dengan nilai antara 15-20 juta euro, angka yang setengah dari klausul awal. Ini akan dianggap sebagai langkah strategis karena keuntungan akuntansi dari penjualan produk akademi (pure profit) tetap menguntungkan meski harganya turun.
MU dikabarkan sekarang "lebih pragmatis". Mereka lebih memprioritaskan menyelesaikan masalah ini sebelum jendela transfer resmi dibuka pada 15 Juni dan sebelum Rashford fokus ke Piala Dunia, daripada berlarut-larut dalam ketidakpastian.
Tabel Ringkasan Perubahan Sikap MU
Aspek | Sikap Awal (Mei 2026) | Sikap Terbaru (Juni 2026) |
|---|---|---|
Harga Jual | 26 juta poundsterling (30 juta euro) | 13-20 juta euro (potongan 50-75 persen) |
Sikap Negosiasi | Keras, "take it or leave it" | Fleksibel, terbuka kompromi |
Faktor Pendorong | Harga pasar Rashford dan kontrak panjang | Gaji selangit Rashford dan ketiadaan pembeli |
Rencana jika Gagal | Kembali ke MU atau cari klub lain | Terpaksa mencari solusi karena takut kehilangan aset |
Komentar CEO Omar Berrada: Isyarat Terselubung?
Di tengah hiruk-pikuk negosiasi, CEO Manchester United, Omar Berrada, memberikan pernyataan yang bisa diartikan sebagai isyarat akan adanya "kelonggaran" aturan.
Dalam wawancara dengan klub, Berrada menekankan bahwa mereka akan "agile and flexible" (gesit dan fleksibel) serta siap menghadapi segala kemungkinan, namun tetap berpegang pada rencana jangka panjang.
Pernyataan ini menjadi kode bahwa MU tidak akan mati-matian mempertahankan angka 26 juta poundsterling jika situasinya tidak memungkinkan.
"Kami harus gesit dan fleksibel, tetapi kami punya rencana yang jelas," ujarnya, yang ditafsirkan banyak pihak sebagai persiapan untuk menerima kerugian kecil demi stabilitas jangka panjang.
Risiko dan Kesalahan Umum: Jebakan yang Harus Dihindari MU
Risiko Kehilangan Aset Tanpa Ganti: Jika negosiasi gagal total, MU akan memiliki pemain dengan gaji selangit yang tidak ingin bermain untuk mereka. Ini bisa memicu keretakan internal yang lebih parah.
Kesalahan Umum Klub Besar: Terlalu fokus mempertahankan harga hingga lupa waktu, kemudian kehabisan waktu untuk mencari pengganti. MU sudah merasakan ini ketika dulu kehilangan Pogba secara gratis.
Dampak pada Kimia Tim: Jika Rashford dipaksa kembali, ketidakharmonisan bisa menjalar ke pemain lain. Michael Carrick kemungkinan akan mendapat ruang ganti yang toxic.
Risiko Finansial: Mempertahankan Rashford berarti klub menanggung beban gaji yang sangat besar, yang bisa mengganggu perekrutan pemain lain.
Reaksi Suporter dan Pakar
Para penggemar MU di media sosial terbelah. Banyak yang kecewa dengan sikap "lembek" manajemen, tetapi sebagian besar memahami bahwa ini adalah langkah pragmatis untuk menyingkirkan gaji besar.
Sementara itu, analis keuangan klub menyebut bahwa menjual Rashford dengan harga berapa pun akan dicatat sebagai keuntungan murni (pure profit) karena ia produk akademi, sehingga meskipun harga turun, ini tetap menguntungkan secara akuntansi.
Pakar transfer Fabrizio Romano belum memberikan status "Here We Go", tetapi ia mengonfirmasi bahwa pembicaraan semakin intensif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Peringkat FIFA Oman vs Indonesia Malam Ini: Jika Menang, Seri, atau Kalah, Posisi Timnas Garuda Bisa Berubah
- 2iPhone 18 Pro Bocor di Internet, Warna Dark Cherry Jadi Daya Tarik Utama
- 3Barcelona Siapkan Siasat Licik: Tawar Rashford Rp 260 Miliar, MU Dipojokkan Demi Bebaskan Gaji
- 4Tanda Bansos Kamu Sudah Diterima dan Siap Diambil! Lakukan Cek dengan 3 Cara Mudah Ini
- 5Terungkap! Ini Alasan Thom Haye Tidak Diturunkan Saat Indonesia vs Oman, Ternyata Masih Jalani Sanksi FIFA
- 6Man City dan Bayern Saling Sikut Rekrut Bek Chelsea, Maresca Ingin Reuni dengan Mantan Anak Buah
- 7Terungkap! Ini Alasan Layvin Kurzawa Tinggalkan Persib Bandung! Dua Pemain Asing Lain Segera Menyusul?
- 8Shearer Buka Suara: Sandro Tonali Bisa ke MU Jika Dua Syarat Ini Terpenuhi, Bandrol £90 Juta!
- 9Gagal Move On, Manchester United Siap Bajak Elliot Anderson dari Bawah Hidung City
- 10Morgan Rogers Siap Gabung Arsenal, Roy Keane: 'Dia Mengingatkan Saya pada Paul Gascoigne'





