Jateng

MotoGP Brasil 2026: Balapan Dipangkas 8 Lap, Pebalap Justru Puji Penyelenggara

Theo Adi Pratama | 23 Maret 2026, 09:51 WIB
MotoGP Brasil 2026: Balapan Dipangkas 8 Lap, Pebalap Justru Puji Penyelenggara

JATENG.AKURAT.CO, Meski sempat diwarnai kontroversi terkait kondisi trek yang rusak dan balapan yang harus dipangkas dari 31 menjadi 23 lap, para pembalap MotoGP justru memberikan apresiasi tinggi kepada penyelenggara seri Brasil 2026.

Dalam konferensi pers usai balapan utama yang digelar di Sirkuit Internasional Ayrton Senna, Minggu (22/3/2026), tiga pembalap podium—Marco Bezzecchi (juara), Jorge Martin (kedua), dan Fabio Di Giannantonio (ketiga)—secara terbuka membela kerja keras panitia yang berhasil menyelenggarakan balapan pertama MotoGP di Brasil setelah 22 tahun absen.

Mereka mengakui bahwa meskipun ada sejumlah kendala teknis, upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan akhir pekan ini sangat luar biasa.

Kontroversi bermula ketika penyelenggara memutuskan untuk memangkas jarak balapan hanya lima menit sebelum start.

Keputusan ini diambil akibat kerusakan trek yang semakin parah di beberapa titik, terutama di tikungan 11.

Sehari sebelumnya, lubang besar (sinkhole) muncul di trek utama area start-finish setelah kualifikasi, menyebabkan penundaan sprint race.

Namun, alih-alih menyalahkan penyelenggara, para pembalap justru memuji dedikasi mereka yang bekerja cepat di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda Goiania sepanjang pekan.

Baca Juga: Aspal Longgar Hancurkan Mimpi Podium Marquez di MotoGP Brasil, Bezzecchi Juara

Bezzecchi: "Mereka Lakukan Segalanya dalam Waktu Singkat"

Juara balapan Marco Bezzecchi tidak menyembunyikan kekagumannya terhadap panitia yang berhasil menyelamatkan gelaran MotoGP Brasil.

“Saya harus mengatakan bahwa sejujurnya saya sangat senang dengan pekerjaan yang mereka lakukan di trek. Mereka melakukan segalanya dalam waktu yang sangat singkat,” ujar Bezzecchi dalam konferensi pers.

Pembalap Aprilia itu mengakui bahwa kondisi trek memang tidak sempurna, tetapi itu adalah konsekuensi dari sirkuit yang baru diaspal ulang dan cuaca yang sulit.

“Memang benar kami punya beberapa masalah kecil di trek, tetapi pada akhirnya ini adalah pelapisan ulang yang sama sekali baru, area di luar trek yang baru, paddock yang baru. Jadi saya pikir kita harus bersyukur,” tambahnya.

Bezzecchi juga menyoroti kerja luar biasa panitia setelah ditemukannya lubang di lintasan utama pada Sabtu.

“Upaya yang mereka lakukan kemarin untuk membuat kami balapan meskipun menemukan masalah di lintasan lurus sungguh luar biasa. Saya tidak bisa banyak mengeluh. Saya pikir mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik,” tegasnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap Pembalap dengan Kemenangan Terbanyak di Kelas Premier MotoGP (1949–2026)

Martin: "Saya Paham Mengapa Balapan Dipersingkat"

Jorge Martin yang finis kedua juga sependapat dengan Bezzecchi. Ia mengungkapkan bahwa awalnya ia sempat bertanya-tanya mengapa jarak balapan dipangkas.

Namun setelah melaju di belakang Marc Marquez dan Fabio Di Giannantonio, ia langsung memahami alasannya.

“Saya tidak yakin mengapa mereka melakukan balapan yang lebih pendek, tetapi begitu saya berada di belakang Marc dan Fabio, saya mengerti karena beberapa batu beterbangan mengenai fairing dan tubuh saya. Tapi saya merasa baik-baik saja,” jelas Martin.

Pembalap Aprilia itu menekankan pentingnya balapan ini digelar demi masa depan MotoGP di Brasil.

“Saya pikir sangat penting untuk balapan di sini di Brasil dan ini adalah akhir pekan yang luar biasa. Untuk musim depan mereka pasti akan meningkat dan semuanya akan lebih baik,” optimisnya.

Di Giannantonio: "Pendekatan Terbaik yang Bisa Dilakukan Sebuah Negara"

Fabio Di Giannantonio, yang menjadi penerima manfaat dari kesalahan Marc Marquez di tikungan 11 hingga merebut podium ketiga, juga memberikan pujian tinggi.

Ia menyoroti bahwa Brasil kembali ke level balap tertinggi setelah 22 tahun, dan ini bukanlah hal mudah.

“Mereka melakukan pekerjaan luar biasa secara keseluruhan. Tidak mudah bagi sebuah negara untuk kembali ke level balap ini dengan semua persyaratan dari kami sebagai MotoGP dan olahraga motor,” ujar pembalap VR46 itu.

Di Giannantonio juga mengapresiasi dukungan penuh dari pihak luar lintasan.

“Treknya sendiri luar biasa, penggemarnya tidak nyata, organisasi melakukan yang terbaik—bahkan di luar trek dengan banyak bantuan untuk mencapai sirkuit. Saya pikir mereka sangat memperhatikan akhir pekan ini, acara ini, dan mencurahkan semua upaya untuk membuat yang terbaik,” paparnya.

Meski ada kekurangan, ia menilai Brasil telah melakukan pendekatan terbaik untuk membuat pembalap merasa nyaman.

“Dari sisi saya, saya merasa baik-baik saja. Tentu aspal bisa lebih baik, tetapi ini akhir pekan yang sangat menyenangkan secara keseluruhan. Saya menikmati setiap momen, jadi saya senang kami bisa ke Brasil,” pungkasnya.

Fakta dan Latar Belakang

  • Hujan Deras: Wilayah Goiania dilanda hujan ekstrem sejak Rabu (18/3) hingga Jumat (20/3), menyebabkan banjir dan kerusakan infrastruktur sirkuit.

  • Sinkhole di Start-Finish: Lubang besar sedalam pinggang orang dewasa muncul di trek utama setelah kualifikasi Sabtu, menyebabkan penundaan sprint race selama 1 jam 20 menit.

  • Balapan Dipangkas: Jarak balapan utama dikurangi dari 31 menjadi 23 lap hanya lima menit sebelum start atas pertimbangan keselamatan.

  • Aspal Longgar: Tikungan 11 menjadi titik kritis; Marc Marquez kehilangan podium karena aspal yang mulai terkelupas di area tersebut.

  • Michelin Buka Suara: Pemasok ban MotoGP menyatakan bahwa pengurangan jarak balapan bukan atas permintaan mereka.

FAQ Seputar Kontroversi Trek MotoGP Brasil

Q: Apakah balapan utama MotoGP Brasil sempat akan dibatalkan?
A: Tidak. Meski ada kekhawatiran setelah ditemukannya sinkhole di trek utama Sabtu, panitia berhasil melakukan perbaikan sehingga sprint race dan balapan utama tetap berlangsung.

Q: Mengapa jarak balapan dipangkas menjadi 23 lap?
A: Keputusan diambil karena kondisi aspal yang mulai longgar di beberapa titik, terutama tikungan 11, yang membahayakan keselamatan pembalap.

Q: Apakah Michelin meminta balapan dipersingkat?
A: Tidak. Michelin secara resmi menyatakan bahwa pengurangan jarak balapan bukan atas permintaan mereka.

Q: Apa penyebab utama kerusakan trek?
A: Hujan deras yang melanda Goiania selama tiga hari berturut-turut menyebabkan tanah di bawah aspal bergerak, memicu munculnya lubang dan aspal longgar.

Q: Akankah MotoGP kembali ke Brasil tahun depan?
A: Para pembalap optimistis. Martin menyebut bahwa untuk musim depan pasti akan ada peningkatan. Brasil sendiri telah menandatangani kontrak multi-tahun dengan Dorna untuk menyelenggarakan MotoGP.

Di tengah kritik yang mungkin muncul dari luar, para pembalap yang berlaga di trek justru memilih untuk melihat sisi positif.

Mereka menyadari betapa beratnya tantangan yang dihadapi penyelenggara Brasil yang baru pertama kali lagi menggelar MotoGP setelah lebih dari dua dekade.

Dengan dukungan penuh dari komunitas balap dan pembelajaran dari tahun ini, masa depan MotoGP di Brasil terlihat cerah.

Apakah seri Brasil akan menjadi salah satu yang paling dinantikan di kalender MotoGP? Kita lihat saja perkembangannya di tahun-tahun mendatang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.