Jateng

Kritik Pedas Carragher: The Reds Main Buruk, Investasi Rp8 Triliun Sia-sia?

Theo Adi Pratama | 11 Maret 2026, 07:09 WIB
Kritik Pedas Carragher: The Reds Main Buruk, Investasi Rp8 Triliun Sia-sia?
Jamie Carragher

JATENG.AKURAT.CO, Kekalahan 0-1 dari Galatasaray di leg pertama babak 16 besar Liga Champions memicu kemarahan legenda Liverpool, Jamie Carragher.

Dalam analisisnya di CBS Sports, Carragher melontarkan kritik pedas terhadap performa tim asuhan Arne Slot. Ia menilai The Reds "jauh panggang dari api" alias sangat jauh dari ekspektasi yang dibangun setelah investasi besar-besaran di musim panas .

Gol semata wayang Mario Lemina dari sepak pojok yang buruk dipertahankan pada menit ke-8 sudah cukup untuk membuat tim tamu kalah di Istanbul, mengulangi kekalahan dengan skor sama di fase grup September lalu .

Meski sempat mendapat tekanan, Galatasaray nyaris menggandakan keunggulan, sementara peluang Liverpool untuk menyamakan kedudukan juga tercipta, namun tidak ada yang berbuah gol .

Baca Juga: Prediksi Bodo/Glimt Vs Sporting: Duel Tim Fenomenal di Bawah Langit Arktik

Kritik Tajam Carragher: "Jutaan Mil" dari Ekspektasi

Carragher tidak tinggal diam melihat performa timnya. Ia menyebut bahwa pertandingan memang seru dan terbuka, tetapi bagi Liverpool, ini adalah hasil yang buruk dan permainan yang payah, terutama di babak kedua.

"Menurut saya, Galatasaray bukan tim hebat. Ini tim yang seharusnya bisa dikalahkan Liverpool. Saya masih berpikir Liverpool akan lolos, tapi apa yang kita lihat di Istanbul adalah kekhawatiran bagi manajer dan tim," ujarnya .

Lebih lanjut, ia mengaitkan performa ini dengan investasi besar yang dilakukan klub.

"Tim ini berada jutaan mil dari tempat yang seharusnya mereka tempati musim ini, yaitu kita membicarakan mereka setara dengan Bayern Munich saat ini. Itulah tujuan Liverpool mengeluarkan lebih dari 400 juta poundsterling (sekitar Rp8 triliun) di musim panas, untuk naik level dari juara Premier League menjadi juara Liga Champions," tegas Carragher .

Ia juga menyoroti inkonsistensi permainan The Reds. "Kita berbicara tentang tim yang harus membalikkan defisit melawan Galatasaray, dan saya pikir mereka akan bisa. Tapi saya tidak punya harapan Liverpool akan melaju lebih jauh dari itu, jika lawannya nanti adalah PSG.

Bukan hanya kekalahan ini, performa juga menjadi kekhawatiran besar bagi manajer. Tidak pernah sekalipun musim ini saya merasa Liverpool menguasai pertandingan. Entah itu seperti pertandingan bola basket yang ingin dia hentikan, atau menjadi lambat, membosankan, dan bisa ditebak," keluhnya .

Baca Juga: Palladino Bela Sistemnya Usai Dihajar Bayern: "Saya Akan Main Lagi dengan Cara yang Sama"

Masalah Skuad dan Tekanan Nama Xabi Alonso

Carragher juga menepis anggapan bahwa mengganti manajer akan secara dramatis mengubah segalanya. "Saya rasa tidak akan berubah drastis.

Komposisi skuad, bagaimana ia dibangun, dan kurangnya opsi di area tertentu juga masalah besar. Ini bukan semua tentang manajer, tapi kita tahu manajer yang harus menanggung akibatnya," imbuhnya .

Ketika ditanya apakah tekanan pada Slot meningkat karena ketersediaan mantan pemain Liverpool, Xabi Alonso, Carragher mengakui hal itu.

"Saya pikir itu wajar karena sejarahnya di Liverpool dan juga, dia melakukan pekerjaan luar biasa di Bayer Leverkusen. Dia punya karier manajerial yang bagus sejauh ini. Kita tahu di Real Madrid tidak berjalan baik dan dia akan lebih baik dari pengalaman itu. Tapi kehadirannya di pasar memang mengintensifkan tekanan, mungkin bukan dari klub, tapi dari suporter yang memiliki hubungan cinta dengan Alonso sejak 2005," pungkasnya .

FAQ Seputar Kekalahan Liverpool

Q: Berapa skor pertandingan Galatasaray vs Liverpool?
A: Galatasaray menang 1-0 atas Liverpool di leg pertama babak 16 besar Liga Champions. Gol dicetak oleh Mario Lemina di menit ke-8 .

Q: Apa kritik utama Jamie Carragher terhadap Liverpool?
A: Carragher mengkritik performa buruk, inkonsistensi, dan ketidakmampuan Liverpool menguasai pertandingan. Ia juga menyoroti investasi besar yang tidak sebanding dengan hasil .

Q: Apakah Liverpool masih punya peluang lolos?
A: Carragher meyakini Liverpool masih bisa lolos dengan membalikkan defisit di Anfield, tetapi ia pesimistis mereka bisa melaju lebih jauh jika bertemu lawan kuat seperti PSG .

Q: Apa hubungannya dengan Xabi Alonso?
A: Carragher menyebut ketersediaan Xabi Alonso di pasar pelatih meningkatkan tekanan pada Arne Slot, terutama dari suporter yang memiliki ikatan emosional dengan mantan pemainnya .

Penutup

Kekalahan dari Galatasaray bukan sekadar hasil buruk di papan skor. Ini adalah cerminan dari masalah yang lebih dalam di tubuh Liverpool: ketidakjelasan identitas permainan, inkonsistensi, dan kegagalan investasi besar untuk membawa tim ke level berikutnya.

Jamie Carragher, sebagai legenda yang memahami denyut nadi klub, telah menyuarakan apa yang dirasakan banyak suporter. Kini, leg kedua di Anfield menjadi panggung pembuktian.

Akankah Liverpool bangkit atau justru semakin terpuruk? Dan yang lebih penting, akankah manajemen berani mengambil langkah drastis jika musim berakhir dengan kekecewaan? Hanya waktu yang bisa menjawab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.