Jateng

Kisah Mencekam Legenda Manchester United Rio Ferdinand di Dubai: Tidur di Bunker Akibat Serangan Rudal Perang AS-Israel vs Iran

Dody H | 3 Maret 2026, 09:46 WIB
Kisah Mencekam Legenda Manchester United Rio Ferdinand di Dubai: Tidur di Bunker Akibat Serangan Rudal Perang AS-Israel vs Iran
Rio Ferdinand (Youtube @rioferdinandpresents)

JATENG.AKURAT.CO, Kehidupan mewah yang dibayangkan legenda Manchester United, Rio Ferdinand, saat pindah ke Dubai berubah menjadi pengalaman mencekam.

Mantan kapten Timnas Inggris ini membagikan kisah horor saat keluarganya terpaksa menjalani lockdown dan berlindung di bunker bawah tanah akibat eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat.

Baru pindah ke Uni Emirat Arab (UEA) pada Agustus lalu, Rio Ferdinand bersama istrinya, Kate, serta anak-anak mereka (Shae, Cree, dan Tia), awalnya mencari awal baru yang tenang.

Baca Juga: Perang AS - Iran! Rudal Balistik Iran Hantam Beit Shemesh Israel, 9 Tewas 21 Luka; Korban Diperkirakan Terus Bertambah

Namun, rasa aman tersebut sirna ketika suara ledakan rudal mulai menggetarkan kediaman mereka.

Malam Menegangkan di Bawah Tanah

Melalui podcast miliknya, Rio Ferdinand Presents, pria berusia 47 tahun ini menceritakan betapa kontrasnya kehidupan mereka sekarang.

Alih-alih menikmati fasilitas eksklusif Dubai, keluarga Ferdinand harus mengubah area basement menjadi tempat perlindungan darurat.

"Sangat menakutkan saat mendengar suara misil, pesawat jet tempur, dan ledakan bom besar di atas rumah Anda," ungkap ikon Old Trafford tersebut.

Situasi ini memaksa mereka mengikuti protokol keamanan ketat. Rio mengaku harus tidur di lantai bawah tanah beralaskan selimut demi keselamatan.

"Studio saya kini telah berubah menjadi bunker. Kami disarankan turun ke basement, dan di sinilah kami tidur bersama," tambahnya.

Peran Ayah di Tengah Konflik

Sebagai kepala keluarga, Rio memikul beban psikologis yang berat.

Ia harus tetap terlihat tenang di depan anak-anaknya agar mereka tidak trauma dengan situasi perang yang sedang berlangsung.

Uniknya, Rio menceritakan bahwa situasi ini mengingatkannya pada masa pandemi Covid-19, di mana keluarga dipaksa melakukan aktivitas bersama dalam ruang terbatas.

Meski penuh tekanan, ia mencoba menjaga rutinitas seperti olahraga bersama untuk mengalihkan perhatian dari suara dentuman di luar.

Pernyataan Kate Ferdinand: "Pemerintah Sigap"

Istri Rio, Kate Ferdinand, juga sempat menghilang dari media sosial sebelum akhirnya memberikan kabar kepada para pengikutnya.

Ia mengakui sempat merasa sangat gugup dan terkejut dengan intensitas serangan yang terjadi.

"Terima kasih atas pesan kalian. Kami aman. Pemerintah melakukan pekerjaan luar biasa untuk menjaga keamanan di sini. Meski saya merasa gugup, saya merasa kami berada di tangan yang tepat," tulis Kate melalui unggahan emosionalnya.

Menariknya, anak-anak mereka yang masih kecil, Cree dan Shae, justru melihat momen mengungsi ke ruang bawah tanah sebagai sebuah petualangan "menginap" yang seru, tanpa menyadari bahaya geopolitik yang mengintai di atas mereka.

Terpisah Dua Benua

Keluarga Ferdinand saat ini harus menghadapi kenyataan pahit terpisah jarak.

Sementara Rio, Kate, dan anak-anak kecil mereka berada di tengah zona konflik di Dubai, dua anak laki-laki tertua Rio, Lorenz dan Tate, tetap berada di Inggris untuk mengejar karier sepak bola mereka.

Kisah ini menyoroti bahwa bahkan bagi mereka yang kaya dan terkenal, keamanan di tengah ketegangan global tetaplah rapuh.

Kini, publik dunia pun menanti perkembangan situasi di Timur Tengah yang kian memanas dan berdampak pada banyak warga ekspatriat di sana.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Dody H
Arixc Ardana