Persib berada dalam posisi terjepit setelah pada leg pertama yang berlangsung di Dragon Solar Park Stadium, Thailand, Rabu (11/2/2026), mereka menelan kekalahan telak 0-3 dari wakil Thailand tersebut.
Hasil itu membuat Persib harus mengejar defisit tiga gol jika ingin membalikkan keadaan dan melaju ke babak 8 besar.
Regulasi ACL Two: Tidak Ada Gol Tandang
Dalam sistem gugur ACL Two 2025/2026, kelolosan ditentukan berdasarkan total agregat gol dari dua leg pertandingan.
Menariknya, regulasi kompetisi tidak memberlakukan aturan gol tandang sebagai pembeda.
Artinya, berapa pun gol yang dicetak Persib di kandang tetap akan dihitung sama dengan gol yang dicetak Ratchaburi saat tandang.
Faktor penentu murni adalah jumlah gol total dari dua pertemuan.
Dengan kondisi agregat sementara 0-3, Persib wajib menang dengan selisih minimal tiga gol untuk menyamakan agregat dan memperpanjang pertandingan.
Menang 3-0 atau 4-1 Jadi Skenario Hidup Persib
Jika Persib mampu menang 3-0 atas Ratchaburi di leg kedua, maka agregat akan menjadi 3-3.
Hasil tersebut belum otomatis membuat Persib lolos, namun akan memaksa pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Skenario lain yang juga masih membuka peluang adalah kemenangan dengan selisih tiga gol meskipun kebobolan, misalnya 4-1.
Dalam kondisi tersebut, agregat juga tetap imbang sehingga laga akan berlanjut ke extra time.
Jika setelah perpanjangan waktu agregat tetap sama kuat, maka pemenang akan ditentukan melalui adu penalti.
Dengan kata lain, Persib harus menang minimal tiga gol agar bisa menjaga peluang lolos.
Jika menang dengan selisih lebih dari tiga gol, Persib akan lolos langsung tanpa perlu extra time.
Modal Persib: Kuat di Kandang
Laga leg kedua yang digelar di GBLA menjadi kesempatan besar bagi Persib untuk membalikkan keadaan.
Bermain di kandang sendiri dinilai menjadi keuntungan penting karena Persib memiliki catatan kandang yang solid.
Di ajang ACL Two musim ini, Persib sudah memainkan empat laga kandang di GBLA dengan hasil tiga kemenangan dan satu imbang.
Total agregat gol mereka di kandang adalah 6-2, yang menunjukkan lini pertahanan cukup konsisten sekaligus serangan yang efektif.
Sementara di kompetisi domestik Super League 2025/2026, GBLA bahkan dikenal sebagai benteng kokoh.
Persib sukses menyapu bersih 10 laga kandang dengan kemenangan, menegaskan bahwa mereka sangat sulit ditumbangkan ketika bermain di hadapan Bobotoh.
Atmosfer stadion yang penuh dukungan puluhan ribu suporter juga diyakini mampu memberikan tekanan psikologis kepada tim tamu sekaligus menambah motivasi pemain Persib.
Persib Lebih Baik di Fase Grup
Secara performa di fase grup, Persib sebenarnya memiliki catatan lebih baik dibanding Ratchaburi FC. Persib melaju ke babak 16 besar dengan status juara Grup G, sedangkan Ratchaburi hanya finis sebagai runner-up Grup F di bawah Gamba Osaka.
Namun, kekalahan 0-3 di leg pertama membuat Persib kini berada dalam kondisi wajib menang besar jika ingin tetap melanjutkan langkah di kompetisi level Asia tersebut.
Kini, Persib hanya memiliki satu pilihan, yakni tampil agresif sejak awal dan mencetak gol sebanyak mungkin.
Kemenangan 3-0 atau 4-1 akan menjadi kunci agar Maung Bandung bisa memaksa laga berlanjut, sekaligus menjaga mimpi lolos ke babak 8 besar ACL Two 2025/2026.