Paul Munster Bangga Mentalitas Persebaya yang Pantang Menyerah Meski Bermain dengan 10 Pemain

JATENG.AKURAT.CO, Pelatih Persebaya Surabaya, Paul Munster, menyatakan kebanggaannya atas perjuangan luar biasa timnya yang mampu meraih kemenangan tipis 1-0 atas Madura United, meskipun harus bermain dengan 10 pemain.
Pujian ini disampaikan Munster dalam konferensi pers setelah pertandingan (AMPC) di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Minggu (20/4) malam.
"Saya sangat bangga dengan tim saya, bagaimana kami bermain hingga akhir. Kami tidak pernah menyerah, kami fokus dan terus membangun mentalitas menang," ujar Munster dengan nada bangga.
Menurut pelatih asal Irlandia Utara ini, tantangan yang dihadapi Persebaya tidak hanya kartu merah yang diterima Slavko. Munster mengungkapkan bahwa timnya sempat bermain dengan sembilan hingga delapan pemain dalam beberapa menit karena ada pemain yang mengalami cedera di tengah pertandingan.
Salah satu pemain, Tumbas, bahkan harus dilarikan ke rumah sakit usai laga akibat kepalanya terbentur lutut Wehrmann pada menit ke-90.
"Dia langsung ke rumah sakit untuk pemeriksaan. Saya pikir dia mengalami luka di kepala. Tapi secara kasat mata, dia bisa berbicara, melihat dan mendengar, itu cukup baik," jelas Munster mengenai kondisi Tumbas.
Menariknya, Munster tidak langsung mengganti Tumbas saat pemain tersebut cedera. Keputusan itu diserahkan sepenuhnya kepada Tumbas, yang memilih untuk tetap bertahan di lapangan demi membantu timnya berjuang.
"Tumbas memiliki mentalitas baik. Dia tidak mau keluar dan ingin membantu tim untuk berjuang. Inilah yang kami butuhkan," puji Munster.
Selain Tumbas, performa Flavio juga mendapatkan apresiasi khusus dari Munster. Ia menilai Flavio tampil konsisten dan memberikan kontribusi besar bagi tim, termasuk mencetak gol tunggal penentu kemenangan.
"Flavio bermain sangat baik, dia konsisten dan mencetak gol penting," kata Munster.
Untuk memulihkan kondisi fisik dan mental para pemain setelah pertandingan yang menguras tenaga ini, Munster berencana memberikan terapi spa dan pijat agar seluruh pemain rileks sebelum memulai persiapan untuk pertandingan berikutnya melawan Arema FC.
"Kami akan perlahan-lahan mempersiapkan diri untuk melawan Arema setelah semua pemain rileks," tuturnya.
Sementara itu, pemain Persebaya, Ardi Idrus, mengungkapkan rasa syukurnya atas hasil kemenangan tersebut. Ia memuji semangat juang seluruh pemain yang telah memberikan yang terbaik di lapangan.
"Alhamdulillah, kami menang di rumah sendiri. Target kami di awal memang menang. Semua pemain sangat termotivasi," kata Ardi.
Ardi menambahkan bahwa pelatih telah menekankan pentingnya mentalitas menang sejak sebelum pertandingan dimulai, terutama dengan adanya potensi kesulitan saat Slavko terkena kartu merah.
"Strateginya otomatis berubah, harus menunggu kesalahan mereka dan menyerang saat ada peluang," pungkas Ardi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









