Jateng

Saat Senja Semarang Disapa Deru Bajaj, Warga Menyaksikan Lahirnya Peluang Baru

Muhammad Husni Mushonifi | 11 Juni 2026, 12:56 WIB
Saat Senja Semarang Disapa Deru Bajaj, Warga Menyaksikan Lahirnya Peluang Baru

JATENG.AKURAT.CO, Sore itu, Semarang seperti mendapat tamu istimewa. Di tengah lalu lintas yang mulai padat menjelang petang, iring-iringan 20 kendaraan roda tiga Bajaj RE melintas menyusuri sejumlah ruas jalan utama kota. 

Kehadirannya bukan hanya menarik perhatian pengguna jalan, tetapi juga memantik rasa penasaran warga yang menyaksikannya.

Konvoi yang digelar PT Bajaj Auto Indonesia melalui dealer resmi Bajaj Showroom & Maxride Semarang pada Rabu (10/6/2026) itu dimulai dari Jalan Brigjen Sudiarto, Pedurungan Kidul. 

Dari sana, rombongan bergerak melewati Jalan Wolter Monginsidi, Stadion Citarum, Kota Lama, Gedung Keuangan Negara, Jalan Pemuda, Balai Kota, Lawangsewu, Tugu Muda hingga berakhir di Openair Pantai Marina Semarang.

Di sepanjang perjalanan, puluhan pasang mata mengikuti laju kendaraan yang selama ini identik dengan transportasi perkotaan. Beberapa warga mengeluarkan telepon genggam untuk merekam momen tersebut, sementara yang lain tampak tersenyum ketika konvoi melintas.

Saat memasuki kawasan Kota Lama, suasana menjadi semakin menarik. Bangunan-bangunan bersejarah yang berdiri kokoh seakan menjadi saksi pertemuan antara wajah lama dan semangat baru transportasi perkotaan. 

Wisatawan yang tengah berjalan kaki di kawasan tersebut terlihat berhenti sejenak untuk mengabadikan pemandangan yang jarang ditemui.

Bagi para pengemudi, perjalanan itu menghadirkan kebanggaan tersendiri. Salah satunya dirasakan Slamet Mulyono. Pria yang kini menjadi mitra pengemudi Bajaj Semarang tersebut mengaku terharu melihat armada yang terus bertambah dan semakin dikenal masyarakat.

"Saya tidak menyangka bisa ikut dalam perjalanan seperti ini. Dulu saya bekerja dengan penghasilan yang tidak menentu. Sekarang kehidupan keluarga lebih stabil. Ketika melihat masyarakat melambaikan tangan atau memperhatikan kami di jalan, rasanya ada kebanggaan tersendiri," tuturnya.

Menurut Slamet, tingginya kebutuhan transportasi jarak dekat di Semarang membuat layanan Bajaj semakin diminati. Bahkan pada jam-jam tertentu, permintaan penumpang sering kali lebih banyak dibanding jumlah armada yang tersedia.

Kondisi itulah yang mendorong Bajaj Indonesia mengumumkan ekspansi layanan ke enam wilayah baru, yakni Ngaliyan, Manyaran, Sekaran, Tembalang, Semarang Barat, dan Banyumanik.

Di salah satu kendaraan konvoi, Ali Maghfur tampak menikmati perjalanan sambil sesekali menyapa warga. Sebagai juragan Bajaj pertama di Semarang, ia menyaksikan langsung perkembangan bisnis tersebut sejak awal beroperasi.

"Yang saya lihat hari ini bukan hanya konvoi kendaraan. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap transportasi terus tumbuh. Semarang berkembang sangat cepat dan peluang usahanya masih terbuka lebar," ujarnya.

Kesan serupa juga dirasakan sejumlah calon investor yang mengikuti kegiatan tersebut. Mereka mengaku baru memahami besarnya potensi bisnis Bajaj setelah melihat langsung aktivitas armada di lapangan dan tingginya perhatian masyarakat selama perjalanan berlangsung.

Ketika rombongan melintasi Jalan Pemuda menuju Balai Kota dan Lawangsewu, suasana senja mulai berubah menjadi malam. Lampu kendaraan menyala beriringan, menciptakan pemandangan yang menarik di salah satu koridor tersibuk Kota Semarang.

Muhammad Rio, Regional Manager Jawa Tengah dan DIY Bajaj Indonesia, mengatakan pertumbuhan permintaan perjalanan di Semarang menjadi alasan utama perluasan wilayah operasional.

Menurutnya, kawasan permukiman baru, pusat pendidikan, pusat bisnis hingga destinasi wisata menjadi titik-titik yang membutuhkan konektivitas transportasi lebih baik. 

Karena itu, Bajaj Indonesia juga membuka peluang investasi melalui program Juragan Bajaj bagi masyarakat yang ingin memiliki aset produktif.

Perjalanan akhirnya berakhir di Openair Pantai Marina Semarang. Namun bagi para peserta, konvoi tersebut bukanlah garis akhir. 

Di tengah angin laut yang berembus malam itu, tersimpan optimisme bahwa kendaraan roda tiga yang melintasi berbagai ikon kota tersebut sedang membawa misi yang lebih besar.

Bukan sekadar mengangkut penumpang dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan, menghadirkan peluang usaha, serta menjadi bagian dari denyut pertumbuhan Kota Semarang yang terus bergerak maju.

Di tengah gemerlap lampu kota, deretan Bajaj yang terparkir rapi di Pantai Marina menjadi simbol sederhana bahwa sebuah perjalanan besar sering kali dimulai dari tiga roda yang terus melaju tanpa henti.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.