Jateng

Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Warung dan Toko Kelontong di Buluspesantren, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Muhammad Husni Mushonifi | 3 Juni 2026, 14:49 WIB
Polisi Ungkap Penyebab Kebakaran Warung dan Toko Kelontong di Buluspesantren, Diduga Akibat Korsleting Listrik

JATENG.AKURAT.CO, Kepolisian Resor Kebumen mengungkap penyebab kebakaran yang menghanguskan sebuah warung makan dan merusak toko kelontong di depan Pasar Bocor, Desa Bocor, Kecamatan Buluspesantren, Kabupaten Kebumen, pada Senin (1/6/2026) malam. 

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.

Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, menjelaskan bahwa hasil pemeriksaan Tim Inafis Polres Kebumen menemukan indikasi kuat kebakaran berasal dari kabel bekas colokan stop kontak di warung makan milik Sukasri.

Baca Juga: DPRD Semarang Desak Pemkot Realisasikan 2.000 Lebih Aspirasi Warga dalam Pokir 2027

“Dari hasil pemeriksaan di lokasi, ditemukan kabel listrik bekas colokan stop kontak dalam kondisi terbakar dan hanya menyisakan kawat serabut. Dugaan sementara, kebakaran berasal dari korsleting listrik pada bagian tersebut,” ujar AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Selasa (2/6/2026).

Peristiwa kebakaran diketahui sekitar pukul 18.45 WIB. Api pertama kali terlihat oleh Marsono, pemilik rumah yang berada tepat di samping lokasi kejadian. Saat itu, kobaran api sudah membesar dan muncul dari bagian atap warung makan milik Sukasri.

Melihat kejadian tersebut, Marsono segera memberi tahu warga sekitar. Bersama warga lainnya, mereka berusaha memadamkan api menggunakan air yang diambil dari saluran irigasi terdekat. Namun, upaya tersebut tidak mampu mengendalikan kobaran api yang semakin membesar.

Laporan kemudian disampaikan kepada Polsek Buluspesantren dan petugas pemadam kebakaran. Tak lama berselang, petugas kepolisian bersama tim pemadam tiba di lokasi untuk melakukan penanganan.

Saat proses pemadaman berlangsung, api dengan cepat merambat ke bangunan di sebelah utara, yakni toko kelontong milik Bahrunajah. Kondisi tersebut membuat proses penanganan menjadi lebih sulit karena api telah menjalar ke dua bangunan yang berdampingan.

Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil memadamkan api sekitar pukul 21.30 WIB.

Akibat kebakaran tersebut, warung makan milik Sukasri hangus terbakar seluruhnya. Sementara itu, toko kelontong milik Bahrunajah mengalami kerusakan pada sebagian bangunan utama. Namun, gudang penyimpanan stok barang dagangan yang berada di bagian belakang dilaporkan ludes dilalap api.

Kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut karena kedua bangunan diketahui dalam keadaan kosong dan tidak dihuni pada malam hari.

Kapolres menuturkan, setelah menerima laporan, petugas langsung mendatangi lokasi untuk membantu proses pemadaman bersama warga dan petugas pemadam kebakaran. Selain itu, polisi juga melakukan pendataan terhadap saksi dan korban serta melaksanakan olah TKP guna memastikan penyebab kebakaran.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Saat ini penyebab kebakaran mengarah pada dugaan korsleting listrik, sebagaimana hasil pemeriksaan awal di lokasi,” tegas AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama.

Polres Kebumen mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap instalasi listrik, terutama kabel dan stop kontak yang sudah lama digunakan atau dalam kondisi tidak layak, guna mencegah terjadinya kebakaran serupa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.