Jateng

BREAKING: Pentagon Minta Anggaran Tambahan $200 Miliar, Schiff: Ini Akan Hancurkan Layanan Kesehatan Warga

Theo Adi Pratama | 31 Maret 2026, 08:32 WIB
BREAKING: Pentagon Minta Anggaran Tambahan $200 Miliar, Schiff: Ini Akan Hancurkan Layanan Kesehatan Warga
Senator AS, Adam Schiff

JATENG.AKURAT.CO, Ketegangan di Timur Tengah yang memicu perang antara AS-Israel melawan Iran tidak hanya berdampak pada medan perang, tetapi juga mengancam kantung warga Amerika sendiri.

Senator California, Adam Schiff, seorang Demokrat dan kritikus vokal pemerintahan Trump, mengeluarkan peringatan keras terkait permintaan anggaran tambahan sebesar $200 miliar (sekitar Rp3.200 triliun) dari Pentagon untuk membiayai perang melawan Iran.

Schiff menyebut bahwa dana sebesar itu kemungkinan besar akan diambil dengan cara memotong anggaran layanan kesehatan federal, yang berarti manfaat kesehatan bagi keluarga Amerika akan berkurang.

Peringatan ini disampaikan Schiff setelah membaca artikel dari Axios yang melaporkan bahwa para petinggi Partai Republik sedang mempertimbangkan pemotongan belanja kesehatan federal untuk membayar perang yang kian membengkak, selain untuk pendanaan penegakan hukum imigrasi.

"Perang yang tidak Anda inginkan, dibayar dengan (lebih banyak) pemotongan layanan kesehatan Anda," tulis Schiff di media sosial.

Ia menekankan bahwa setiap keluarga Amerika diminta untuk "menyumbang" $1.400 (sekitar Rp22,4 juta) hanya agar pemerintah bisa terus mengebom Iran, belum termasuk dampak lain seperti kenaikan harga BBM di pompa.

Rincian Dampak dan Pernyataan Schiff

Adam Schiff, yang pernah menjadi jaksa penuntut dalam persidangan pemakzulan pertama Presiden Trump, menjelaskan bahwa beban finansial perang ini akan langsung dirasakan oleh rakyat biasa.

Menurutnya, tambahan $200 miliar yang diajukan Pentagon adalah jumlah yang sangat besar.

Jika dibagi rata ke setiap keluarga di AS, maka setiap rumah tangga harus merogoh kocek sekitar $1.400.

"Dan itu belum termasuk lebih banyak lagi yang Anda bayar di pompa bensin dan segala hal lainnya. Dan untuk apa? Seorang pemimpin tertinggi yang baru? Seorang garis keras baru yang haus balas dendam? Keuntungan besar bagi Rusia yang dimungkinkan oleh keringanan sanksi? Kenaikan harga gas? Korban jiwa yang terus bertambah di kalangan prajurit dan keluarga mereka?" tanya Schiff dengan nada sinis.

Konsekuensi Pemotongan Layanan Kesehatan

Risiko utama dari kebijakan ini adalah pemotongan federal health spending, yang mencakup program-program seperti Medicaid (asuransi kesehatan untuk masyarakat berpenghasilan rendah) dan Subsidi Obamacare (Affordable Care Act).

Jika pemotongan terjadi, jutaan warga AS berisiko kehilangan akses ke layanan kesehatan, peningkatan biaya premi, atau pengurangan manfaat perawatan.

Definisi dari federal health spending adalah pengeluaran pemerintah pusat untuk program-program kesehatan seperti Medicare, Medicaid, CHIP (Asuransi Kesehatan Anak), dan subsidi asuransi kesehatan.

Pemotongan dalam situasi perang bukan hal baru, namun skala pemotongan kali ini disebut-sebut akan menjadi yang terbesar dalam satu dekade terakhir.

Manfaat yang Hilang vs. Pengeluaran Perang

Perbandingan yang dibuat Schiff menyoroti dilema klasik: antara "meriam" (guns) dan "mentega" (butter).

Uang yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan rakyat (kesehatan, pendidikan, infrastruktur) dialihkan untuk operasi militer di luar negeri.

Menurut data Committee for a Responsible Federal Budget, perang di Timur Tengah sebelumnya telah menghabiskan triliunan dolar.

Penambahan $200 miliar akan semakin memperburuk defisit anggaran yang sudah tinggi.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.