Waspada! BMKG Prediksi Musim Kemarau Jateng 2026 Lebih Kering dari Biasanya, Cek Wilayahmu

JATENG.AKURAT.CO, Bagi warga Jawa Tengah yang terbiasa dengan pergantian musim, tahun ini perlu sedikit ekstra waspada.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Klimatologi Jawa Tengah baru saja merilis prediksi yang cukup menonjol: awal musim kemarau 2026 di provinsi ini bakal dimulai lebih cepat dari biasanya, tepatnya pada April mendatang .
Tak hanya soal awal yang maju, yang menarik adalah sifat hujan yang diprediksi berada di bawah normal alias lebih kering dibanding rerata klimatologis 30 tahun terakhir, plus durasinya yang lebih panjang.
Ini artinya, masyarakat perlu bersiap menghadapi periode kering yang tak hanya datang lebih awal, tapi juga berlangsung lebih lama dan lebih intens.
Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Tengah, Goeroeh Tjiptanto, dalam keterangan tertulisnya Kamis (26/3/2026) mengonfirmasi hal ini, seraya mengingatkan bahwa kondisi global juga ikut bermain—ada potensi El Niño mulai muncul di pertengahan tahun yang bisa memperparah kekeringan .
Wilayah Mana yang Paling Awal dan Paling Akhir Kemarau?
Tidak semua daerah di Jawa Tengah akan merasakan kemarau di waktu yang sama.
BMKG memetakan bahwa awal musim kemarau akan terjadi secara bertahap.
Wilayah yang paling cepat memasuki musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan April 2026 . Daerah-daerah tersebut meliputi:
Kabupaten Rembang
Kepulauan Karimun Jawa
Sebagian besar Kabupaten Pati dan Jepara
Sebagian kecil Demak dan Blora
Sementara itu, bagi yang tinggal di wilayah barat daya Jawa Tengah, masih bisa menikmati sisa-sisa hujan sedikit lebih lama.
Daerah yang diperkirakan mengalami awal kemarau paling akhir adalah:
Sebagian wilayah Banyumas, Purbalingga, dan Banjarnegara
Sebagian kecil Brebes, Tegal, Pemalang, dan Kebumen
Wilayah-wilayah ini baru akan memasuki musim kemarau pada pertengahan Juni 2026 .
Puncak Kemarau, Durasi, dan Sifat Hujan yang Lebih Kering
Menurut data BMKG, puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Jawa Tengah diprediksi terjadi pada Agustus 2026 .
Saat itu, kondisi kering akan sangat terasa dan menjadi periode paling kritis bagi ketersediaan air bersih, terutama di daerah-daerah yang memang rawan kekeringan.
Yang perlu menjadi perhatian serius adalah durasi kemarau tahun ini.
Secara umum, panjang periode musim kemarau diprediksi mencapai 16–18 dasarian, atau sekitar 5 hingga 6 bulan .
Namun, di beberapa wilayah tertentu, durasi kemarau bisa berlangsung lebih panjang lagi, mencapai 25–27 dasarian, yang setara dengan 8 hingga 9 bulan .
Jika dibandingkan dengan data klimatologis normalnya, panjang musim kemarau tahun ini secara umum lebih lama 1 hingga 3 dasarian.
Lebih lanjut, Goeroeh menjelaskan bahwa sifat hujan pada musim kemarau tahun 2026 umumnya berada pada kategori Bawah Normal .
Ini berarti curah hujan yang turun selama periode kemarau nanti akan lebih sedikit dari biasanya.
Peran Kondisi Global: Dari Netral ke Potensi El Niño
Apa yang menyebabkan prediksi ini? BMKG memantau kondisi iklim global yang saat ini masih berada pada fase netral, dengan indeks ENSO (El Niño-Southern Oscillation) tercatat sebesar -0,28 .
Namun, kewaspadaan perlu ditingkatkan karena terdapat peluang perubahan signifikan pada paruh kedua tahun ini.
“Terdapat peluang El Niño mulai awal Semester II tahun 2026,” ungkap Goeroeh dalam keterangannya .
Jika El Niño benar-benar terjadi, ini akan semakin memperkuat kondisi kering dan berpotensi memperpanjang durasi kemarau yang sudah diprediksi lebih panjang dari biasanya.
Fenomena ini juga akan memengaruhi sifat hujan yang menjadi lebih kering .
Waspada Cuaca Ekstrem di Masa Pancaroba
Meski fokus utama adalah kewaspadaan terhadap kekeringan, BMKG juga mengingatkan bahaya yang mengintai di masa transisi.
Memasuki periode pancaroba—peralihan dari musim hujan ke musim kemarau—masyarakat diminta untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.
“Memasuki masa transisi dari musim hujan ke musim kemarau diimbau kepada masyarakat untuk waspada potensi cuaca ekstrem, seperti petir, angin kencang, puting beliung, serta hujan lebat dengan waktu singkat yang berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi lainnya,” tegas Goeroeh .
Jenis hujan pada masa pancaroba ini biasanya bersifat lokal, tiba-tiba, dengan intensitas lebat disertai angin kencang.
Meski singkat, dampaknya bisa cukup merusak, seperti pohon tumbang atau genangan air yang cepat naik .
Pertanyaan Umum (FAQ) Seputar Musim Kemarau Jateng 2026
1. Kapan tepatnya awal musim kemarau di Jawa Tengah?
Awal musim kemarau di Jawa Tengah bervariasi per wilayah. Secara umum dimulai pada April 2026 untuk daerah pesisir utara dan timur, sementara wilayah barat daya seperti Banyumas baru pada Juni 2026 .
2. Apa yang dimaksud dengan sifat hujan "Bawah Normal"?
Artinya, total curah hujan yang turun selama musim kemarau diperkirakan lebih rendah dari rata-rata normal 30 tahun terakhir (1991-2020). Ini menandakan kondisi yang lebih kering dari biasanya .
3. Berapa lama durasi musim kemarau tahun ini?
Secara umum berkisar 5-6 bulan, namun di beberapa wilayah bisa mencapai 8-9 bulan, lebih panjang 1-3 dasarian (10-30 hari) dibanding normalnya .
4. Apa itu pancaroba dan mengapa harus diwaspadai?
Pancaroba adalah masa peralihan dari musim hujan ke musim kemarau. Saat ini, potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat singkat, angin kencang, dan petir meningkat karena kondisi atmosfer yang labil .
5. Apa dampak potensi El Niño terhadap musim kemarau?
Jika El Niño terjadi pada semester II 2026, kondisi kering akan semakin parah, durasi kemarau bisa lebih panjang, dan risiko kekeringan meteorologis akan meningkat signifikan .
Memasuki musim kemarau yang lebih panjang dan lebih kering tahun ini, persiapan sejak dini menjadi kunci.
Mulai dari mengelola cadangan air bersih, menyesuaikan jadwal tanam bagi petani, hingga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem saat pancaroba.
Dengan mengetahui prediksi dari BMKG ini, kita bisa mengambil langkah antisipatif agar dampak buruk kemarau bisa diminimalkan.
Tetap pantau informasi terkini dari kanal resmi BMKG, dan jangan ragu untuk berbagi informasi ini dengan keluarga dan tetangga. Bersama, kita hadapi musim kemarau dengan lebih siap.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










