Jateng

Banser Peduli, Bantu Wisatawan Menanjak Menuju Dieng

Muhammad Husni Mushonifi | 24 Maret 2026, 20:53 WIB
Banser Peduli, Bantu Wisatawan Menanjak Menuju Dieng

JATENG.AKURAT.CO, Libur Idulfitri 2026 membawa ribuan wisatawan memadati jalur menuju kawasan Dieng. Namun di balik riuhnya perjalanan liburan, terselip cerita tentang perjuangan para pengendara yang harus menghadapi tanjakan ekstrem di wilayah Bukit Barisan, Kecamatan Pejawaran.

Di titik inilah, perjalanan tak selalu mulus. Mesin kendaraan meraung, beberapa bahkan menyerah di tengah tanjakan. Antrean pun kerap mengular. Tapi di saat-saat genting itu, hadir sosok-sosok yang menjadi penentu kelanjutan perjalanan: para anggota Banser Banjarnegara.

Berbeda dari sekadar petugas lalu lintas, mereka hadir sebagai “penjaga tanjakan”. Dengan sigap, mereka berlari mendekati kendaraan yang kehilangan tenaga, lalu bersama-sama mendorongnya hingga melewati titik kritis.

Bagi para wisatawan, momen itu bukan sekadar bantuan teknis, melainkan pengalaman yang membekas secara emosional.

“Rasanya panik saat mobil tiba-tiba tidak kuat nanjak. Tapi tiba-tiba ada Banser datang membantu. Lega sekali, seperti diselamatkan,” ungkap seorang pengendara.

Muhammad Fatkurohman, Kasat Korcab Banser Banjarnegara, menyebut bahwa personelnya memang difokuskan di titik-titik rawan, terutama di tanjakan yang kerap menjadi hambatan arus wisata.

“Teman-teman dari Koryon Batur dan Pejawaran masih terus siaga. Selain membantu kendaraan, kami juga menangani evakuasi jika terjadi kecelakaan,” jelasnya.

Menurutnya, puncak arus wisata diperkirakan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, sehingga para personel Banser akan terus berjaga, bahkan hingga larut malam.

Namun yang menarik, di balik aksi fisik yang melelahkan itu, tersimpan nilai yang lebih dalam: keikhlasan. Tidak ada tarif, tidak ada imbalan yang diminta. Bahkan seringkali, ucapan terima kasih pun sudah cukup bagi mereka.

Seorang wisatawan lain mengenang pengalamannya yang berulang setiap tahun melewati jalur tersebut. Ia menyebut keberadaan Banser sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan ke Dieng.

“Setiap lewat sini, pasti lihat Banser membantu. Itu yang bikin perjalanan terasa aman. Semoga mereka selalu diberi kesehatan,” katanya.

Dalam hiruk-pikuk libur Lebaran, ketika sebagian orang bergegas menuju tempat wisata, Banser justru memilih untuk tetap tinggal di titik-titik sulit. Mereka tidak ikut berlibur, tetapi memastikan orang lain bisa sampai ke tujuan.

Di tanjakan yang menguji kesabaran dan tenaga itu, Banser menghadirkan satu hal sederhana namun berarti: rasa peduli yang nyata.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.