Jateng

RESMI! Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Cek Selengkapnya

Arixc Ardana | 19 Maret 2026, 13:39 WIB
RESMI! Hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H Lebaran Idul Fitri 2026 Jatuh Pada Tanggal Berapa? Cek Selengkapnya
Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan pelaksanaan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 H

JATENG.AKURAT.CO, Menjelang penghujung Ramadhan 1447 Hijriah, pertanyaan mengenai kapan Hari Raya Idul Fitri 2026 jatuh kembali mengemuka di tengah masyarakat.

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan pelaksanaan sidang isbat penentuan 1 Syawal 1447 H pada Kamis, 19 Maret 2026, bertepatan dengan 29 Ramadhan.

Sidang isbat menjadi forum resmi untuk menetapkan awal bulan Syawal yang akan menentukan hari raya Idul Fitri bagi umat Islam di Indonesia.

Proses ini dilakukan dengan mempertimbangkan hasil perhitungan astronomi (hisab) serta pengamatan langsung hilal (rukyat).

Isu Sidang Dimajukan, Pemerintah Tegaskan Tidak Benar

Di tengah penantian tersebut, sempat beredar informasi di media sosial yang menyebut sidang isbat akan dimajukan ke siang hari berdasarkan data satelit. Pemerintah memastikan kabar tersebut tidak benar.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, menegaskan bahwa sidang isbat tidak mungkin dilakukan sebelum waktu Maghrib.

“Tidak mungkin dimajukan. Pemantauan hilal dilakukan saat Maghrib, setelah itu baru Sidang Isbat,” ujarnya.

Peneliti Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, juga menyatakan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks.

"Sidang Isbat menunggu hasil rukyat setelah Magrib. Tidak mungkin dilaksanakan siang hari,” jelasnya.

Rangkaian Sidang Isbat

Kemenag telah merilis agenda lengkap sidang isbat yang akan berlangsung di Auditorium HM Rasjidi, Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat. Prosesnya terdiri dari tiga tahapan utama.

  • Pukul 16.30 WIB: Seminar posisi hilal awal Syawal 1447 H yang bersifat terbuka untuk umum dan disiarkan secara langsung.

  • Pukul 18.45 WIB: Sidang isbat dimulai setelah Maghrib dan dilakukan secara tertutup.

  • Pukul 19.25 WIB: Pengumuman resmi hasil sidang oleh Menteri Agama melalui konferensi pers.

Sidang ini melibatkan berbagai pihak, antara lain perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, pakar astronomi dari BMKG dan BRIN, serta unsur pemerintah lainnya.

Metode Penetapan: Hisab dan Rukyat

Dalam menetapkan awal bulan Hijriah, pemerintah menggunakan dua pendekatan yang saling melengkapi, yaitu hisab dan rukyat. Pendekatan ini merujuk pada fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Secara hisab, ijtimak atau konjungsi diperkirakan terjadi pada 19 Maret 2026 pukul 08.23 WIB. Pada saat Maghrib, posisi hilal di Indonesia diperkirakan berada di atas ufuk dengan ketinggian antara sekitar 0 derajat 54 menit hingga 3 derajat 7 menit, serta elongasi antara 4 derajat 32 menit hingga 6 derajat 6 menit.

Indonesia mengacu pada kriteria MABIMS dalam menentukan visibilitas hilal, yakni:

  • Ketinggian minimal 3 derajat

  • Elongasi minimal 6,4 derajat

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.