Jateng

BMKG Peringatkan Banjir Rob Saat Lebaran 2026: Ini Daftar Wilayah dan Jadwalnya hingga 27 Maret

Theo Adi Pratama | 18 Maret 2026, 10:28 WIB
BMKG Peringatkan Banjir Rob Saat Lebaran 2026: Ini Daftar Wilayah dan Jadwalnya hingga 27 Maret
Ilustrasi Banjir Rob

JATENG.AKURAT.CO, Momen kebersamaan di Hari Raya Idul Fitri 1447 H yang tinggal menghitung hari perlu diiringi dengan kewaspadaan ekstra, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir atau berencana mudik melalui jalur laut.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi banjir pesisir atau rob di sejumlah daerah Indonesia selama periode libur Lebaran, tepatnya hingga 27 Maret 2026 .

Fenomena alam ini dipicu oleh dua peristiwa astronomis yang terjadi berdekatan, yaitu fase Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan Perigee (titik terdekat Bulan dengan Bumi) pada 22 Maret 2026 . Kombinasi kedua faktor ini akan meningkatkan gaya tarik gravitasi Bulan terhadap air laut, sehingga berpotensi memicu kenaikan pasang air laut maksimum yang signifikan .

"Adanya fenomena Bulan Baru pada 19 Maret 2026 dan perigee pada 22 Maret 2026 berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum," demikian tertulis dalam keterangan resmi BMKG.

Kenaikan muka air laut ini, jika terjadi bersamaan dengan curah hujan tinggi, dapat memperparah genangan di kawasan pesisir yang memiliki elevasi rendah .

Dampak dan Imbauan BMKG

BMKG menjelaskan, banjir rob secara umum dapat mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.

Aktivitas bongkar muat di pelabuhan berpotensi terhambat, permukiman warga bisa tergenang, dan sektor perikanan darat seperti tambak garam dan budidaya perikanan juga berisiko terdampak .

Kepala Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Satria Topan Primadi, mengingatkan bahwa peringatan ini menjadi sangat krusial mengingat pada periode Lebaran, mobilitas masyarakat untuk mudik dan berwisata kerap bergantung pada wilayah pesisir dan transportasi laut.

Gelombang tinggi yang menyertai pasang maksimum juga menjadi ancaman nyata bagi keselamatan pelayaran, terutama kapal-kapal kecil .

"Kami mengimbau masyarakat pesisir yang masuk dalam daerah berpotensi rob untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Pantau terus perkembangan informasi kondisi cuaca dan gelombang laut melalui kanal resmi BMKG," ujar Satria .

Wilayah Berpotensi Banjir Rob Hingga 27 Maret 2026

Berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai sumber, berikut adalah rincian jadwal dan lokasi potensi terjadinya banjir rob di berbagai wilayah pesisir Indonesia :

Pesisir Sumatera

  • Pesisir Sumatera Utara:

    • Pesisir Medan Belawan, Medan Labuhan, Medan Marelan: 18-23 Maret 2026

  • Pesisir Sumatera Barat:

    • Pesisir Kota Padang, Kab. Padang Pariaman, Kab. Pesisir Selatan, Kab. Agam, Kab. Pasaman Barat, Kab. Mentawai (Pulau Pagai, Siberut, Sipora): 18-21 Maret 2026

  • Pesisir Jambi:

    • Pesisir timur Kab. Tanjung Jabung Barat, Kab. Tanjung Jabung Timur: 23-26 Maret 2026

  • Pesisir Lampung:

    • Pesisir Bandar Lampung, Tanggamus, Lampung Selatan, Pesawaran, pesisir timur Lampung, pesisir barat Lampung: 21-25 Maret 2026

Pesisir Jawa

  • Pesisir Banten:

    • Pesisir utara Tangerang (Kec. Teluk Naga dan Kosambi): 24 Maret 2026

    • Pesisir barat Pandeglang (Kec. Labuan): 21-25 Maret 2026

    • Pesisir selatan Pandeglang (Kec. Cikeusik): 20-26 Maret 2026

    • Pesisir selatan Lebak (Kec. Bayah): 20-26 Maret 2026

  • Pesisir Jawa Tengah:

    • Pesisir Kab. Brebes, Kota Tegal, Kab. Tegal, Kab. Pemalang, Kota Semarang, Kab. Demak, Kota Pekalongan, Kab. Pekalongan, Kab. Batang, Kab. Kendal, Kab. Jepara: 25-27 Maret 2026

  • Pesisir Jawa Timur:

    • Pesisir barat Surabaya (Tuban, Lamongan, Gresik): 12-22 Maret 2026

    • Pesisir Banyuwangi: 20-24 Maret 2026

Pesisir Bali dan Nusa Tenggara

  • Pesisir Bali:

    • Pesisir selatan Bali (Gianyar, Badung, Denpasar, Tabanan, Klungkung): 19-25 Maret 2026

  • Pesisir Nusa Tenggara Barat:

    • Pesisir Lombok dan Pesisir Bima: 16-27 Maret 2026

    • Wilayah terdampak di Lombok: Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, Labuhan Lombok

  • Pesisir Nusa Tenggara Timur:

    • Pesisir utara & selatan Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Sabu-Raijua, Pulau Timor-Rote: 17-24 Maret 2026

Pesisir Kalimantan

  • Pesisir Kalimantan Utara:

    • Pesisir Tarakan: 19-24 Maret 2026

  • Pesisir Kalimantan Selatan:

    • Pesisir Barito Kuala, Banjar, Banjarmasin, Tanah Laut: 24-27 Maret 2026

    • Pesisir Kotabaru dan Tanah Bumbu: 20-25 Maret 2026

Pesisir Sulawesi

  • Pesisir Sulawesi Utara:

    • Pesisir Minahasa Selatan, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara: 19-23 Maret 2026

    • Pesisir Manado Tua dan Manado: 19-22 Maret 2026

    • Pesisir Bitung dan Kema: 22-23 Maret 2026

Pesisir Maluku

  • Pesisir Maluku:

    • Pesisir Ambon: 19-27 Maret 2026

    • Pesisir Maluku Tengah: 15-26 Maret 2026

    • Pesisir Seram Bagian Timur: 18-26 Maret 2026

    • Pesisir Kepulauan Kai: 18-27 Maret 2026

    • Pesisir Kepulauan Aru: 17-27 Maret 2026

    • Pesisir Kepulauan Tanimbar: 16-26 Maret 2026

Tips Menghadapi Potensi Banjir Rob

Agar perjalanan mudik dan aktivitas di wilayah pesisir tetap aman, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  1. Pantau Informasi Terkini: Selalu update informasi cuaca maritim dan peringatan dini melalui kanal resmi BMKG (website, media sosial, atau aplikasi) .

  2. Hindari Aktivitas di Pantai Saat Pasang: Jika sedang berada di kawasan pesisir dan terjadi pasang tinggi, sebaiknya hindari aktivitas di sekitar pantai karena gelombang berpotensi merusak .

  3. Amankan Barang Berharga: Bagi warga yang tinggal di zona rawan, amankan dokumen penting dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

  4. Waspada di Pelabuhan: Penumpang kapal laut diimbau untuk berhati-hati, terutama saat proses naik turun kapal di pelabuhan yang berpotensi tergenang rob .

  5. Pertimbangkan Jalur Alternatif: Jika rob menyebabkan genangan di jalur utama pesisir, pertimbangkan untuk mencari jalur alternatif atau menunda perjalanan hingga kondisi aman .

FAQ Seputar Banjir Rob

Apa itu banjir rob?
Banjir rob adalah banjir yang terjadi di wilayah pesisir akibat naiknya air laut ke daratan. Penyebab utamanya adalah pasang air laut maksimum yang sering dipicu oleh faktor astronomis seperti posisi Bulan dan Matahari .

Apa bedanya rob dengan banjir biasa?
Banjir rob disebabkan oleh air laut yang meluap ke darat, sehingga airnya cenderung asin. Sementara banjir biasa (banjir fluvial) disebabkan oleh luapan air sungai akibat hujan deras .

Apakah fenomena supermoon selalu menyebabkan banjir rob?
Tidak selalu. Supermoon (bulan purnama di perige) memang meningkatkan potensi pasang maksimum, tetapi faktor utama yang memperparah rob adalah penurunan muka tanah, hilangnya daerah resapan seperti mangrove, dan drainase yang buruk di wilayah pesisir .

Apa yang harus dilakukan jika rumah tergenang rob?
Segera matikan aliran listrik untuk menghindari korsleting, evakuasi anggota keluarga ke tempat yang lebih aman, dan selamatkan dokumen serta barang berharga. Laporkan kejadian ke pihak berwenang setempat.

Apakah ada dampak jangka panjang dari banjir rob?
Ya. Rob yang terus berulang dapat menyebabkan intrusi air laut ke daratan, merusak ekosistem mangrove, mengganggu pasokan air tawar, dan memicu penurunan kualitas lingkungan serta ekonomi masyarakat pesisir .

Dengan mengetahui informasi ini, diharapkan masyarakat, khususnya yang tinggal di pesisir dan para pemudik, dapat merencanakan perjalanan dengan lebih matang dan selalu mengutamakan keselamatan.

Liburan Lebaran yang bahagia adalah yang penuh dengan kewaspadaan dan persiapan yang baik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.