Jateng

Kesaksian Video: Rudal Tomahawk AS Hantam Pangkalan IRGC, Sekolah di Iran Luluh Lantak

Theo Adi Pratama | 9 Maret 2026, 16:28 WIB
Kesaksian Video: Rudal Tomahawk AS Hantam Pangkalan IRGC, Sekolah di Iran Luluh Lantak

JATENG.AKURAT.CO, Dunia kembali dikejutkan oleh tragedi kemanusiaan yang terjadi di tengah konflik bersenjata.

Sebuah rekaman video baru yang dirilis dan diverifikasi oleh lembaga investigasi internasional menunjukkan bukti kuat bahwa rudal jelajah Tomahawk milik Amerika Serikat (AS) menghantam sebuah fasilitas milik Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Kota Minab, Iran selatan, pada 28 Februari lalu.

Yang memilukan, fasilitas tersebut berada tepat di samping Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh, yang dilaporkan hancur dalam serangan yang sama.

Insiden ini menewaskan lebih dari 170 orang, dengan sebagian besar korban adalah anak-anak dan guru yang sedang memulai aktivitas belajar.

Temuan ini secara langsung bertentangan dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyalahkan Iran atas tragedi tersebut.

Bukti Video yang Membantah Pernyataan Trump

Lembaga investigasi berbasis di Belanda, Bellingcat, melaporkan pada Minggu, 8 Maret 2026, bahwa mereka berhasil melacak lokasi rekaman yang dirilis oleh kantor berita Iran, Mehr News Agency . Video tersebut memperlihatkan dengan jelas rudal Tomahawk yang menghantam sebuah bangunan di dalam fasilitas IRGC.

Lebih penting lagi, asap sudah terlihat mengepul dari area sekolah putri di dekat lokasi serangan pada saat yang sama .

Analisis dari The New York Times mengonfirmasi bahwa rudal Tomahawk adalah senjata yang secara eksklusif hanya dimiliki dan digunakan oleh militer Amerika Serikat dalam konflik tersebut; Israel, sekutu dekat AS, tidak memiliki jenis rudal ini dalam persenjataannya.

Hal ini semakin menguatkan dugaan bahwa serangan yang menewaskan puluhan anak tak berdosa itu dilakukan oleh pasukan Amerika.

Pernyataan Trump yang menyebut bahwa "serangan itu dilakukan oleh Iran, mereka sangat tidak akurat dengan amunisinya," menjadi terbantahkan oleh bukti video dan analisis para ahli.

Investigasi yang dilakukan oleh BBC Verify juga menemukan beberapa titik ledakan dan bekas kebakaran di sekitar sekolah serta fasilitas militer IRGC, dengan pola kerusakan yang menunjukkan penggunaan amunisi penembus bangunan berteknologi tinggi .

Analisis Mendalam dari Berbagai Media

Sejumlah media terkemuka dunia telah melakukan investigasi independen dan menghasilkan kesimpulan yang serupa.

  • The Wall Street Journal melaporkan bahwa penyelidik militer AS sendiri menduga pasukan Amerika kemungkinan besar bertanggung jawab, meskipun ada indikasi bahwa bangunan di dekat sekolah digunakan sebagai markas IRGC .

  • The New York Times, melalui analisis citra satelit dan video, menunjukkan bahwa sekolah tersebut terkena dampak pada waktu yang hampir bersamaan dengan serangan presisi di pangkalan angkatan laut IRGC yang berada di dekatnya. Seorang mantan pejabat Angkatan Udara AS bahkan menilai kemungkinan besar terjadi kesalahan identifikasi target .

  • BBC Verify mendokumentasikan setidaknya lima bangunan yang hancur sebagian atau seluruhnya, dengan kawah dan bekas hangus yang menunjukkan adanya beberapa serangan simultan . Pakar munisi, N.R. Jenzen-Jones, menyatakan bahwa kerusakan signifikan yang terlihat sangat tidak mungkin disebabkan oleh rudal permukaan-ke-udara Iran yang hulu ledaknya relatif kecil .

  • The Guardian, melalui rekonstruksi lokasi, menemukan bahwa sekolah hanya dipisahkan oleh sebuah tembok dari kompleks militer IRGC . Sementara itu, Middle East Eye melaporkan kemungkinan adanya serangan kedua yang menghantam area tersebut ketika warga berusaha memberikan pertolongan pertama .

Respons dan Investigasi yang Masih Berlangsung

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang secara resmi mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap Sekolah Dasar Shajareh Tayyebeh.

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, hanya menyatakan bahwa penyelidikan militer masih berlangsung dan Washington tidak akan pernah secara sengaja menargetkan warga sipil.

Sebuah peta yang dipresentasikan oleh Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, menunjukkan bahwa area yang mencakup Minab memang menjadi target serangan dalam 100 jam pertama operasi AS-Israel, meskipun tidak secara eksplisit mengidentifikasi sekolah tersebut .

Sementara itu, juru bicara militer Israel menegaskan bahwa mereka tidak mengetahui adanya operasi militer IDF di area tersebut pada saat kejadian .

Kecaman Internasional atas Pelanggaran Hukum Humaniter

Tragedi ini menuai kecaman luas dari komunitas internasional. Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) dengan tegas menyatakan bahwa pengeboman sekolah tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional .

"Sekolah adalah tempat yang dilindungi. Serangan terhadap lembaga pendidikan membahayakan siswa dan guru serta merusak hak atas pendidikan," demikian pernyataan UNESCO.

Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, juga mengutuk eskalasi militer dan mengingatkan semua pihak akan kewajiban mereka berdasarkan Piagam PBB untuk melindungi warga sipil.

Aktivis perdamaian peraih Nobel, Malala Yousafzai, menyatakan kesedihan dan kecamannya yang mendalam, menyerukan perlindungan bagi anak-anak di zona konflik.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.