Fakta-Fakta di Balik Pemecatan Kristi Noem: Skandal Iklan, Dua Warga AS Tewas, dan Tekanan Bipartisan

JATENG.AKURAT.CO, Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memberhentikan Menteri Keamanan Dalam Negeri (Homeland Security) Kristi Noem pada Kamis, 5 Maret 2026, dalam perombakan besar pertama di kabinet periode keduanya.
Keputusan mengejutkan ini diumumkan Trump melalui akun Truth Social miliknya, di mana ia menunjuk Senator Partai Republik dari Oklahoma, Markwayne Mullin, sebagai pengganti yang akan menjabat efektif mulai 31 Maret 2026.
Meski dicopot dari posisi strategisnya, Noem tidak sepenuhnya ditinggalkan. Trump akan memindahkannya ke jabatan baru sebagai Utusan Khusus untuk "Shield of the Americas," sebuah inisiatif keamanan yang rencananya diumumkan secara resmi dalam sebuah acara di Doral, Florida .
Tekanan Politik dan Kontroversi yang Memicu Pemecatan
Pemecatan Noem terjadi setelah berbulan-bulan tekanan politik yang terus meningkat, baik dari kubu Demokrat maupun dari sejumlah anggota Partai Republik sendiri. Puncaknya adalah ketika Noem menjalani dua hari sidang di Kongres yang penuh dengan kritik tajam .
Salah satu isu utama yang memicu kemarahan adalah kampanye iklan besar-besaran senilai sekitar 220 juta dolar AS (sekitar Rp3,7 triliun). Iklan tersebut menampilkan Noem dan dirancang untuk mendorong imigran ilegal meninggalkan Amerika Serikat secara sukarela.
Dalam sidang, Noem mengklaim bahwa Trump mengetahui dan menyetujui kampanye itu. Namun, Trump secara terbuka membantah klaim tersebut dalam wawancaranya dengan Reuters, dengan tegas menyatakan, "Saya tidak pernah tahu tentang hal ini" . Gaya promosi Noem yang menonjolkan diri dalam kampanye itu juga disebut-sebut telah membuat Trump jengkel selama berbulan-bulan .
Insiden Penembakan Warga AS Memicu Kemarahan Publik
Kontroversi yang tak kalah panas adalah insiden penembakan fatal yang melibatkan agen federal di Minneapolis. Pada 7 Januari, seorang petugas ICE menembak mati Renee Good (37), seorang warga AS.
Beberapa minggu kemudian, pada 24 Januari, petugas Patroli Perbatasan menembak mati Alex Pretti (37). Kedua korban disebut terlibat dalam aksi protes terhadap kebijakan imigrasi pemerintah .
Noem langsung menyebut kedua korban sebagai "teroris domestik" tanpa menunggu hasil investigasi yang tuntas. Klaim ini tidak didukung oleh bukti video dan justru menuai kecaman luas dari kedua partai, karena informasi yang beredar menyebut mereka hanya terlibat dalam aksi unjuk rasa. Pernyataan kontroversial ini semakin memperkuat tuntutan agar Noem mengundurkan diri.
Markwayne Mullin: Pengganti dengan Reputasi Kuat
Sebagai pengganti, Trump menunjuk Senator Markwayne Mullin, yang dipuji sebagai "pejuang MAGA" yang membela agenda imigrasi pemerintahannya. Trump menyebut Mullin sebagai calon Menteri Keamanan Dalam Negeri yang "spektakuler".
Meski ditunjuk oleh presiden, Mullin masih harus melalui proses konfirmasi di Senat, di mana Partai Republik saat ini memegang kursi mayoritas. Sebagai mantan pegulat mixed martial arts (MMA) dan tokoh garis keras di partainya, Mullin diperkirakan akan melanjutkan kebijakan garis keras Trump di perbatasan .
Sikap Noem dan Respons Publik
Menariknya, setelah pengumuman pemecatan tersebut, Kristi Noem tetap hadir dalam sebuah acara DHS dan membacakan pidato sesuai naskah tanpa menyinggung pencopotannya, sebuah momen yang digambarkan media sebagai situasi canggung.
Belakangan, melalui media sosial, Noem berterima kasih kepada Trump atas penunjukan barunya dan menyoroti apa yang disebutnya sebagai pencapaian bersejarah di DHS, terutama dalam hal pengamanan perbatasan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini






