Jateng

Qatar Mulai Buka Penerbangan di Tengah Perang Amerika–Israel vs Iran, Ini Rute yang Beroperasi

Arixc Ardana | 7 Maret 2026, 11:37 WIB
Qatar Mulai Buka Penerbangan di Tengah Perang Amerika–Israel vs Iran, Ini Rute yang Beroperasi
pembukaan wilayah udara hanya berlaku bagi penerbangan tertentu, yakni penerbangan evakuasi penumpang serta layanan kargo udara.

JATENG.AKURAT.CO, Qatar mulai membuka kembali sebagian wilayah udaranya setelah sempat menutup seluruh penerbangan akibat meningkatnya ketegangan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Pembukaan terbatas ini diumumkan oleh Otoritas Penerbangan Sipil Qatar pada Jumat malam (6/3/2026), setelah beberapa hari sebelumnya serangan rudal dan drone Iran memaksa negara tersebut menghentikan seluruh penerbangan.

Langkah ini diambil di tengah berlanjutnya kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang kini telah memasuki hari ketujuh.

Dalam pernyataannya, otoritas penerbangan Qatar menyebutkan bahwa penerbangan hanya diizinkan melalui “rute navigasi darurat yang telah ditentukan dengan kapasitas operasional terbatas”.

Pengoperasian rute tersebut dilakukan dengan koordinasi bersama angkatan bersenjata Qatar demi menjaga keamanan wilayah udara.

Pembukaan wilayah udara ini menjadi langkah awal untuk memulihkan konektivitas penerbangan di salah satu pusat transportasi udara terpenting di kawasan Teluk.

Meski demikian, kondisi operasional masih jauh dari normal karena penerbangan komersial reguler dari dan menuju Doha masih ditangguhkan hingga ada pengumuman resmi selanjutnya.

Untuk sementara, pembukaan wilayah udara hanya berlaku bagi penerbangan tertentu, yakni penerbangan evakuasi penumpang serta layanan kargo udara.

Penumpang yang sudah memiliki tiket diminta terus memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.

Maskapai Qatar Airways menyatakan berencana mengoperasikan penerbangan repatriasi atau pemulangan warga pada 7 Maret dari Bandara Internasional Hamad menuju sejumlah kota di Eropa, yaitu London, Paris, Madrid, Roma, dan Frankfurt.

Maskapai tersebut juga menegaskan bahwa prioritas penumpang akan diberikan kepada mereka yang terjebak di luar negeri bersama keluarga, penumpang lanjut usia, serta orang yang memiliki kebutuhan perjalanan mendesak terkait medis maupun alasan kemanusiaan.

Sebelumnya, Qatar menutup wilayah udaranya pada 28 Februari sebagai langkah pencegahan menyusul meningkatnya eskalasi konflik di kawasan. Penutupan itu dilakukan untuk menjamin tingkat keselamatan dan keamanan tertinggi bagi seluruh penerbangan.

Selama konflik berlangsung, Qatar juga beberapa kali menjadi sasaran serangan rudal dan drone Iran.

Kementerian Pertahanan Qatar menyebutkan bahwa pada Kamis lalu wilayah negara tersebut dihantam 14 rudal balistik dan empat drone yang diluncurkan dari Iran, sehingga memaksa angkatan udara Qatar mengaktifkan sistem pertahanan dan pencegat.

Akibat konflik tersebut, lebih dari 2.000 penerbangan di Bandara Internasional Hamad, Doha, terpaksa dibatalkan sejak perang dimulai.

Gangguan penerbangan juga terjadi di berbagai negara kawasan Teluk.

Bandara dan maskapai penerbangan di wilayah tersebut masih berupaya mengatasi dampak hampir sepekan serangan rudal dan drone Iran yang dilancarkan sebagai balasan atas kampanye militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran yang diberi nama Operation Epic Fury.

Menurut pejabat Iran, serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.332 orang sejak dimulai pada Sabtu lalu.

Maskapai Emirates, misalnya, kini masih menjalankan jadwal penerbangan yang dikurangi sambil berupaya memulihkan jaringan operasionalnya.

Pada Jumat saja, maskapai itu berhasil menerbangkan sekitar 30.000 penumpang keluar dari Dubai.

Emirates menyebutkan pada Sabtu mereka akan mengoperasikan 106 penerbangan pulang-pergi setiap hari menuju 83 destinasi, atau sekitar 60 persen dari jaringan penerbangan normal.

Operasional penuh diperkirakan dapat kembali dalam beberapa hari ke depan, bergantung pada kondisi wilayah udara.

Bandara Internasional Dubai, yang merupakan bandara tersibuk di dunia untuk penumpang internasional, bahkan sempat dievakuasi setelah serangan Iran dan telah mencatat hampir 4.000 pembatalan penerbangan sejak awal pekan.

Bandara Internasional Zayed di Abu Dhabi juga mengalami lebih dari 1.000 pembatalan penerbangan dan masih beroperasi dengan kapasitas terbatas.

Sementara itu, Kuwait juga terdampak serangan Iran. Bandara negara tersebut mengalami kerusakan fisik akibat serangan drone yang menyebabkan beberapa pekerja mengalami luka ringan.

Hingga kini wilayah udara Kuwait masih ditutup sepenuhnya untuk penerbangan komersial.

Maskapai Kuwait Airways pun mulai mengalihkan penumpang yang telah memiliki tiket melalui Jeddah, Arab Saudi.

Perusahaan analitik penerbangan Cirium mencatat sekitar 23.000 penerbangan telah dibatalkan sejak akhir Februari akibat konflik yang terus memanas di kawasan tersebut.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.