Kesbangpol Semarang Dorong Ekosistem Bebas Penyakit Masyarakat Cegah Kriminalitas dan Kenakalan Remaja

JATENG.AKURAT.CO, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Semarang menggelar kegiatan SARASEHAN (Sinergi Aspirasi antar Stakeholder untuk Evaluasi dan Harmonisasi) bertema “Meningkatkan Lingkungan Aman, Tertib dan Bebas Penyakit Masyarakat” pada Kamis (26/2/2026).
Forum ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kondusivitas wilayah, khususnya menjelang dan selama bulan Ramadan.
Kepala Kesbangpol Kota Semarang, Dr. Bambang Pramusinto, menegaskan bahwa sarasehan ini bertujuan membangun sinergi dan solidaritas antara masyarakat dan pemerintah dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, serta terbebas dari berbagai persoalan sosial dan kriminalitas.
Baca Juga: Dari K-Pop Hingga Klasik: Pahami Aturan Main Nonton Konser Biar Tetap Seru & Sopan
Sebanyak 75 peserta hadir dalam forum tersebut, terdiri atas 16 camat, 16 kapolsek, 16 perwakilan Koramil, sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) seperti Dinas Sosial dan Satpol PP, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.
Di antaranya hadir unsur PKK, NU, LDII, Forum OSIS, dan ormas lainnya.
Dalam diskusi, berbagai upaya penanganan masalah sosial dan kriminalitas menjadi fokus pembahasan.
Salah satu narasumber, Prof. Singgih, menekankan pentingnya pendekatan berbasis ekosistem.
Menurutnya, berbagai pihak sebenarnya telah bergerak, mulai dari Dinas Pendidikan, kepolisian, hingga TNI.
Baca Juga: Suka Duka Tinggal di Kost Campur: Dari Drama Gosip Hingga Peluang Cinta Lokasi!
Namun, langkah-langkah tersebut dinilai belum maksimal karena berjalan sendiri-sendiri.
“Harus digabung menjadi satu ekosistem yang terintegrasi. Kalau berjalan sendiri-sendiri kurang efektif,” ungkap Bambang menirukan pandangan narasumber.
Kesbangpol, lanjutnya, berperan sebagai fasilitator dialog yang akan digelar secara berkala sesuai isu aktual.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










