Dukung Roadmap Elektrifikasi, MTI Ingin Bus Listrik Jadi Standar Baru di Semarang

JATENG.AKURAT.CO, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) wilayah Jawa Tengah mendorong Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk melakukan revolusi transportasi publik melalui modernisasi armada dan transisi ke bus listrik.
Langkah strategis ini disepakati dalam Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan seluruh pemangku kepentingan transportasi di Hotel Santika Premiere Semarang hari ini.
Ketua MTI Jawa Tengah, Prof. Bagus Hario Setiadji, menyatakan bahwa Kota Semarang sudah saatnya meninggalkan pola transportasi konvensional yang membebani kualitas udara kota.
Menurutnya, modernisasi bukan hanya mengganti mesin diesel ke listrik, melainkan memperbaiki seluruh ekosistem layanan dari hulu ke hilir.
"MTI melihat transisi ke bus listrik adalah momentum emas untuk memperbaiki level of service transportasi kita. Kami memberikan rekomendasi teknis agar peremajaan armada tahun 2015 segera dilakukan dengan skema yang tidak memberatkan operator, namun tetap memberikan kenyamanan maksimal bagi warga," ujar Prof. Bagus.
Dukungan Penuh Pemerintah Kota Semarang
Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, menyambut baik usulan MTI.
Dalam arahannya, Danang menegaskan bahwa Pemerintah Kota Semarang siap mengawal regulasi dan kebijakan anggaran demi mendukung operasional bus listrik yang ramah lingkungan sebagai solusi atas tantangan transportasi perkotaan saat ini.
"Kami sependapat dengan MTI bahwa tantangan transportasi di Semarang, seperti fenomena asap hitam pada armada tua dan ketidakpastian headway, harus dijawab dengan teknologi. Kami di Dishub berkomitmen untuk mengawal transisi ini agar layanan semakin berkelanjutan," tegas Danang Kurniawan.
Beberapa poin strategis yang ditekankan oleh Danang Kurniawan meliputi:
- Percepatan Roadmap Elektrifikasi: Menyusun jadwal bertahap pergantian armada, khususnya pada koridor utama seperti Koridor 1, menuju standar emisi yang lebih bersih (Electric Vehicle).
- Optimalisasi Infrastruktur Halte: Melakukan audit dan perbaikan fisik halte yang terdampak betonisasi jalan agar kembali aksesibel bagi seluruh masyarakat, termasuk lansia dan penyandang disabilitas.
- Penguatan Manajemen Operasional: Mengimplementasikan sistem monitoring cerdas untuk memastikan ketepatan waktu bus dan meminimalkan perilaku mengemudi yang tidak standar melalui pembinaan awak angkutan secara intensif.
Fokus pada Keselamatan dan Pembiayaan
Salah satu poin krusial dalam diskusi ini adalah aspek keselamatan produk angkutan umum listrik.
MTI menekankan pentingnya standarisasi teknis pada baterai dan sistem kelistrikan bus, berkaca pada pengalaman pengoperasian bus listrik di Jakarta yang dipaparkan oleh pihak VKTR dan Karoseri Laksana.
Dari sisi pembiayaan, Danang Kurniawan menambahkan bahwa pihaknya tengah mengkaji pola subsidi dan skema kerjasama yang saling menguntungkan bagi operator dan pemerintah.
Tujuan utamanya adalah memastikan keberlanjutan layanan tanpa membebani operator lokal secara finansial.
"Modernisasi ini adalah kerja besar lintas sektor. Dengan dukungan akademisi dari Undip dan Unika Sogijapranoto, serta dukungan anggaran dari DPRD Kota Semarang , kami optimis Semarang akan kembali menjadi barometer transportasi publik yang aman dan nyaman di Indonesia," tutup Danang Kurniawan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional









