Darurat Tanah Gerak di Semarang! Wali Kota Agustina Turun Langsung, 15 Rumah Terancam, Warga Diminta Mengungsi

JATENG.AKURAT.CO, Wali kota Semarang, Agustina Wilujeng meninjau langsung lokasi terjadinya pergerakan tanah di wilayah RT 7 RW 1, Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang pada Rabu (11/2/2026) sore.
Sebanyak 15 rumah dilaporkan terdampak, dengan dua rumah di antaranya terpaksa dibongkar karena mengalami kerusakan parah dan berisiko roboh.
Usai tinjauan Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng mengatakan peristiwa tanah gerak ini bukan kali pertama terjadi di Kota Semarang. Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah terjadi di wilayah Jomblang.
“Terkait relokasi, tentu harus ditemukan tempat yang cukup. Ada yang setuju relokasi, ada yang menolak. Nanti akan didata dulu, mana yang mau dan mana yang tidak,” ujar Agustina.
Menurutnya, Pemkot Semarang telah menyiapkan beberapa alternatif lokasi relokasi. Namun, untuk jangka pendek, langkah darurat yang dilakukan adalah memastikan keselamatan warga terdampak.
“Yang paling penting anak-anak yang sekolah harus tetap bisa sekolah. Untuk sementara saya sarankan sebagian warga mengungsi dulu ke sanak saudara,” katanya.
Ia juga telah meminta camat dan lurah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memasang pengeras suara sebagai sistem peringatan dini karena lokasi tidak bisa ditinggalkan begitu saja.
Terkait anggaran relokasi maupun penanganan di lokasi terdampak, Pemkot Semarang masih melakukan pembahasan lebih lanjut.
Sementara itu, Ketua RT 7 RW 1 Jangli, Joko Sudaryono, mengatakan warga saat ini melakukan gotong royong dan kerja bakti membongkar rumah yang dinilai membahayakan guna mengamankan material bangunan.
“Total ada 15 rumah terdampak. Hari ini yang dibongkar dua rumah yang kondisinya paling parah, milik Bapak Slamet Riyadi dan Bapak Budi Darminto. Sebelumnya ada satu rumah yang roboh sendiri, milik Bapak Supriadi,” jelasnya.
Ia menambahkan, satu rumah lainnya milik warga bernama Supardi mengalami pergeseran cukup parah sehingga harus dikosongkan.
Untuk sementara, warga yang rumahnya masih layak huni tetap bertahan dengan meningkatkan kewaspadaan. Setiap malam, warga memberlakukan ronda dan pemantauan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
“Kalau yang rumahnya berisiko tinggi, kami imbau untuk waspada. Saat ini BPBD juga telah mendirikan tenda pengungsian yang diperuntukkan bagi warga terdampak,” katanya.
Pergerakan tanah di Jalan Jangli, dilaporkan terus bertambah. Sejak tadi malam hingga pagi hari, tanah bergerak sekitar dua meter, sehingga lebar retakan kini mencapai kurang lebih lima meter dan tidak bisa lagi dilalui kendaraan, termasuk sepeda motor.
“Radius terdampak kurang lebih 70 meter. Tapi masih di wilayah RT 7 RW 1,” tambah Joko.
Warga berharap adanya relokasi ke lokasi yang lebih aman, namun masih berada di sekitar tanah yang sama. Menurut Joko, masih terdapat lahan yang memungkinkan untuk relokasi sekitar 15 rumah terdampak, meski luasnya terbatas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 8FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 9Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









