Pemkot Semarang Komitmen Dorong UMKM Bisa Ekspor Produk ke Luar Negeri

JATENG.AKURAT.CO, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menegaskan komitmen Pemerintah kota atau Pemkot Semarang untuk membawa produk kerajinan (craft) lokal Kota Semarang naik kelas ke kancah internasional.
Hal tersebut disampaikannya dalam acara Coffee Morning Dekranasda Kota Semarang bertajuk "Strategi Penguasaan Etsy dan Amazon Store untuk Produk Craft Lokal" yang digelar di Hotel Santika Premiere belum lama ini.
"Hari ini kita sudah mengumumkan kepada publik bahwa kita akan bekerja keras lagi untuk dapat membawa pengrajin, UMKM, pengusaha Kota Semarang ini ekspor," ungkap Agustina.
Acara ini menghadirkan narasumber berkompeten, di antaranya Ari Satria (Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag RI) dan Anna Melissa Nava (CEO 1Export Manila). Agustina menjelaskan bahwa pelaku UMKM harus memahami karakteristik platform digital global.
Etsy dinilai cocok untuk produk yang mengedepankan keunikan dan sentuhan personal (handmade), sementara Amazon Store memerlukan kesiapan manajemen logistik dan volume produksi yang lebih besar.
"Setidaknya, meski belum bisa ekspor tapi kita bisa menghasilkan produk berkualitas ekspor. (Meningkatkan) kualitas dulu, belajar dulu," lanjut Agustina.
Ia menyampaikan bahwa Kota Semarang saat ini fokus pada pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berbasis kekuatan lokal. Menurutnya, produk craft bukan sekadar barang dagangan, melainkan pertemuan antara budaya, identitas kota, dan keterampilan masyarakat.
"Terima kasih atas perhatian Dekranasda. Dekranasda itu isinya para pengusaha yang memiliki komitmen untuk meningkatkan derajat ekonomi dan kehidupan pengrajin UMKM," kata Agustina.
Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 100 peserta, termasuk jajaran Kepala OPD, pengurus Dekranasda, perwakilan UMKM, asosiasi usaha, serta pihak Bank Indonesia dan BUMD.
Melalui langkah strategis ini, Pemerintah Kota Semarang optimis produk kreatif warga lokal dapat merambah pasar dunia dengan identitas dan tanggung jawab lingkungan yang kuat.
"Semoga Coffee Morning ini melahirkan sinergi konkret antara pemerintah, perbankan, dan pelaku UMKM untuk memperkuat daya saing produk kita," pungkas Agustina.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 7Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










