Jateng

Tunda Beli Gadget Baru? CEO Intel Beri Kabar Buruk: Harga Laptop dan HP Sulit Turun Hingga 2028!

Theo Adi Pratama | 5 Februari 2026, 05:30 WIB
Tunda Beli Gadget Baru? CEO Intel Beri Kabar Buruk: Harga Laptop dan HP Sulit Turun Hingga 2028!

JATENG.AKURAT.CO, Bagi kamu yang menunggu krisis memori global mereda agar harga laptop, HP, dan perangkat elektronik turun, kabar terbaru ini mungkin cukup mengecewakan.

CEO Intel, Lip-Bu Tan, menyampaikan bahwa kelangkaan memori dunia diperkirakan masih akan berlangsung setidaknya hingga 2028.

Artinya, harapan akan turunnya harga hardware dalam waktu dekat kemungkinan besar belum terwujud.

Pernyataan ini disampaikan Tan dalam sebuah konferensi Cisco Systems dan diperkuat laporan Bloomberg.

Ia mengungkapkan bahwa dua pemain besar di industri memori menyebut tidak akan ada “angin segar” sebelum 2028.

Situasi ini sejalan dengan pernyataan Micron yang sebelumnya juga memperingatkan bahwa pasokan memori masih akan ketat dalam beberapa tahun ke depan.

Apa Penyebab Krisis Memori Global Tak Kunjung Selesai?

Akar masalah utama dari kelangkaan memori dunia saat ini adalah ledakan permintaan dari industri kecerdasan buatan atau AI.

Infrastruktur AI modern membutuhkan kapasitas memori dalam jumlah sangat besar, jauh melampaui kebutuhan perangkat konsumen biasa.

Produsen memori kini lebih memprioritaskan:

  • Data center berskala besar
  • Server AI dan komputasi performa tinggi
  • Kebutuhan cloud dan machine learning

Akibatnya, pasokan memori untuk laptop, smartphone, PC rakitan, hingga TV pintar menjadi semakin terbatas.

Dampaknya ke Harga Laptop, HP, dan Komponen PC

Bagi konsumen, krisis memori global ini berdampak langsung pada harga dan spesifikasi perangkat. Tanpa pasokan yang longgar, produsen gadget terpaksa menyesuaikan strategi mereka.

Beberapa dampak yang sudah dan akan terus terasa:

  • Harga laptop dan HP sulit turun
  • Perangkat baru hadir dengan kapasitas RAM atau storage lebih kecil
  • Upgrade RAM dan SSD makin mahal
  • Komponen PC seperti DDR dan VRAM tetap tinggi harganya

Dalam banyak kasus, konsumen harus memilih antara membayar lebih mahal atau menerima spesifikasi yang lebih “pas-pasan”.

AI dan Nvidia Bisa Memperparah Situasi

Masalah ini belum menunjukkan tanda akan mereda, justru sebaliknya. Lip-Bu Tan juga menyoroti bahwa platform AI terbaru Nvidia, Rubin, berpotensi menyedot pasokan memori lebih besar lagi.

Menurutnya, AI akan “menghabiskan memori dalam jumlah sangat besar”. Jika tren ini berlanjut, tekanan terhadap rantai pasok memori akan semakin berat, sementara perangkat konsumen tetap berada di urutan belakang prioritas.

Strategi Konsumen di Tengah Krisis Memori

Dengan kondisi seperti ini, konsumen perlu lebih realistis dan strategis. Menunggu harga turun drastis mungkin bukan langkah terbaik dalam waktu dekat.

Beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan:

  • Gunakan perangkat lama lebih lama jika masih layak
  • Upgrade secara selektif, fokus ke kebutuhan utama
  • Manfaatkan promo besar atau diskon musiman
  • Pertimbangkan perangkat dengan value terbaik, bukan spesifikasi tertinggi

Perencanaan yang matang bisa membantu mengurangi dampak finansial dari krisis memori yang berkepanjangan ini.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.