Tinjau Titik Terparah Banjir Bandang Pemalang, Taj Yasin Dorong Pemerintah Pusat Perkuat Hutan Lindung

JATENG.AKURAT.CO, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau langsung lokasi terparah dampak banjir bandang di kawasan Lereng Gunung Slamet, di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, pada Minggu, 25 Januari 2025.
Berdasarkan pantauan, sejumlah rumah di bantaran Kali Penakir tampak rusak akibat terjangan banjir. Selain itu, meterial berupa kayu yang ikut hanyut, memperparah rumah terdampak.
Di lokasi tersebut Taj Yasin juga melihat adanya pohon-pohon yang tergerus banjir bandang dalam kondisi akar masih segar. Hal tersebut mengindikasikan pohon tersebut tercabut murni akibat kuatnya arus banjir.
"Kalau melihat akarnya masih segar, itu karena tergerus derasnya arus," katanya.
Selain itu, Taj Yasin mengingatkan bahwa pada tahun 2017 kawasan tersebut pernah mengalami kebakaran besar, sehingga material sisa kebakaran yang belum dibersihkan kemungkinan turut terbawa arus.
Untuk memastikan penyebab secara komprehensif, Pemprov Jateng akan melakukan pemetaan lebih lanjut. Namun, kondisi cuaca yang masih mendung dan gelap membuat pemantauan menggunakan drone maupun pengawas lapangan belum memungkinkan.
“Dalam waktu dekat ini kita coba nanti kita lihat situasi, karena situasinya masih mendung, masih gelap,” katanya.
Melihat kondisi itu, Wagub yang akrab disapa Gus Yasin itu akan mengusulkan kepada pemerintah pusat agar kawasan hutan lindung benar-benar diperkuat dan mendapat perhatian serius.
Ia menilai, momentum bencana ini seharusnya dimanfaatkan untuk menyatukan langkah lintas daerah, khususnya lima kabupaten di sekitar kawasan hulu Gunung Slamet, agar bersama-sama mengajukan penguatan status dan pengelolaan hutan lindung.
“Nah, momen ini sebenarnya pas untuk bagaimana menyatukan dari lima kabupaten ini untuk berbicara bersama-sama, mengirim bersama-sama berkasnya untuk hutan lindung benar-benar harus kita kuatkan," jelasnya.
Sebagian informasi, Bencana banjir melanda wilayah Kabupaten Pemalang, tepatnya di Kecamatan Pulosari dan Kecamatan Moga, sebagai dampak hujan ekstrem yang mengguyur lereng Gunung Slamet sejak Jumat malam, 13 Januari 2026.
Intensitas hujan yang tinggi menyebabkan meluapnya Sungai Kali Soso, Kali Penakir, dan Sungai Gintung, sehingga air menggenangi permukiman warga serta merusak infrastruktur di sejumlah desa.
Berdasarkan pendataan sementara, 252 kepala keluarga atau 911 jiwa terdampak langsung oleh bencana ini.
Untuk menampung warga yang mengungsi, pemerintah menyiapkan beberapa titik pengungsian, yaitu Kantor Kecamatan Pulosari yang menampung 148 jiwa, Gedung PC NU sebanyak 381 jiwa, serta SDN 02 Penakir dengan 30 jiwa pengungsi.
Satu orang dilaporkan meninggal dunia di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari. Selain itu, dua orang warga Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul, masih dalam proses pencarian. Lalu, tujuh orang warga Desa Sima, Kecamatan Moga, mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.
Banjir juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah infrastruktur vital. Jembatan Walim dan Jembatan Beser di Desa Gunungsari yang merupakan penghubung Dusun Silegok–Sipendil dilaporkan terputus.
Jembatan di Dusun Batursari pada Sungai Comal, perbatasan Desa Penakir, juga mengalami kerusakan berat hingga terputus.
Selain itu, Jembatan Sungai Reas di Desa Jurangmangu rusak, serta jaringan perpipaan di desa yang sama hanyut terbawa arus.
Kerusakan turut terjadi pada sektor perumahan warga. Sebanyak delapan unit rumah hanyut, 18 unit rumah mengalami rusak berat, dan 24 unit rumah rusak sedang.
Sebagai respons, Pemerintah Kabupaten Pemalang menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari, terhitung mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.
Berbagai upaya penanganan telah dilakukan, di antaranya evakuasi warga ke tempat aman, pendirian posko logistik dan dapur umum, layanan kesehatan keliling, serta penanganan teknis infrastruktur melalui pembersihan material dan asesmen kerusakan.
Selain itu, posko layanan kesehatan juga didirikan untuk memastikan kebutuhan medis warga terpenuhi.
Dalam kunjungan tersebut, Wagub Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp217.602.326. Bantuan tersebut meliputi bahan makanan dan non-makanan, beras sebanyak satu ton, kasur, tenda gulung, selimut, family kit, dan kids ware.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










