Jateng

Fix Islah, Ketum PBNU Gus Yahya dan Rais Aam KH Miftahul Akhyar Siap Hadir Bersama Resmikan Gedung PCNU Kota Semarang

Theo Adi Pratama | 22 Januari 2026, 15:44 WIB
Fix Islah, Ketum PBNU Gus Yahya dan Rais Aam KH Miftahul Akhyar Siap Hadir Bersama Resmikan Gedung PCNU Kota Semarang

 

JATENG.AKURAT.CO, Islah antara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf dan Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar terkait polemik konsesi tambang PBNU akhirnya tercapai.

Kedua tokoh sepuh NU itu menegaskan soliditas kepemimpinan jam’iyah dan komitmen menjaga khidmat NU untuk kemaslahatan umat.

Sebagai penanda menguatnya kembali kebersamaan di tubuh PBNU, KH Yahya Cholil Staquf dan KH Miftahul Akhyar dijadwalkan hadir bersama dalam agenda PCNU Kota Semarang pada Minggu, 25 Januari 2026.

Kehadiran keduanya akan dirangkai dalam peresmian gedung baru PCNU Kota Semarang sekaligus peringatan 1 Abad Nahdlatul Ulama.

Ketua PCNU Kota Semarang, KH Anasom, mengatakan bahwa kedua pimpinan tertinggi PBNU tersebut telah menyatakan kesediaannya untuk rawuh dalam agenda penting warga nahdliyin Kota Semarang.

“Alhamdulillah, beliau berdua sudah kita komunikasikan dan menyatakan bakal rawuh. Ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi warga NU Kota Semarang,” ujar KH Anasom dalam siaran pers, Kamis (22/1/2026).

Menurutnya, peresmian gedung baru PCNU sejatinya sudah lama dinantikan. Gedung tersebut sebenarnya telah digunakan sejak peringatan Hari Santri Nasional, namun baru diresmikan secara resmi bersamaan dengan rangkaian Harlah NU dan momentum satu abad berdirinya jam’iyah.

“Kita sengaja meresmikan bersamaan dengan peringatan NU, karena saat Hari Santri kemarin masih dalam tahap finishing,” jelasnya.

Secara teknis, peresmian gedung PCNU Kota Semarang akan dilakukan langsung oleh Rais Aam dan Ketua Umum PBNU bersama Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti.

Sejumlah sesepuh NU, pengurus PWNU Jawa Tengah, tokoh lintas organisasi, hingga aktivis NU juga diundang untuk hadir dan memberikan doa.

Ketua Panitia Peresmian Gedung PCNU Kota Semarang, KH Iman Fadhilah, menambahkan bahwa rangkaian kegiatan akan diawali dengan pelestarian tradisi Jawa berupa slup-slupam atau ngeslupi.

“Acara ngeslupi kita laksanakan dengan khataman Al-Qur’an, istighotsah, hingga tumpengan seperti tradisi masyarakat Jawa pada umumnya,” ungkapnya.

Peresmian gedung dijadwalkan berlangsung pukul 10.00 WIB dan menjadi simbol semangat baru NU Kota Semarang dalam memasuki abad kedua pengabdiannya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Ulang Gedung PCNU Kota Semarang, Farid Zamroni, menjelaskan bahwa pembangunan gedung dilakukan secara swakelola.

Dana hibah sebesar Rp10 miliar hanya digunakan untuk pekerjaan fisik, sementara pembongkaran gedung lama dibiayai secara mandiri oleh PCNU.

“Tidak ada kontraktor PT. Kita swakelola dengan melibatkan kader-kader NU yang memang berpengalaman di bidang konstruksi,” terangnya.

Ia mengakui pembangunan sempat terkendala saat pengerjaan fondasi dan basement akibat intensitas hujan tinggi pada April–Mei 2025.

Basement bahkan sempat terendam selama tiga hari, namun seluruh pekerjaan akhirnya dapat diselesaikan sesuai target.

Momentum kehadiran Rais Aam dan Ketua Umum PBNU di Kota Semarang ini dinilai bukan hanya menandai tuntasnya peresmian gedung baru, tetapi juga menjadi simbol kuatnya kembali persatuan elite PBNU pasca islah, sekaligus pesan bahwa NU tetap solid menghadapi berbagai dinamika internal demi menjaga khidmat organisasi kepada umat dan bangsa.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.