Ketua Muslimat NU Bulusan, Dari Hobi Berkebun Jadi Sumber Penghasilan

JATENG.AKURAT.CO, Hobi merawat tanaman hias mengantarkan Ketua Pimpinan Ranting (PR) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kelurahan Bulusan, Siti Umayah, merintis usaha yang kini menjadi sumber penghasilan keluarga.
Perempuan yang akrab disapa Bu Maya itu mengelola toko bunga di depan rumahnya, Jalan Timoho Raya Nomor 250, Kelurahan Bulusan, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang.
Usaha tersebut telah dijalani sejak akhir masa pandemi Covid-19, sekitar lima tahun lalu. Berawal dari kegemaran berkebun dan banyaknya waktu di rumah saat pandemi, Bu Maya mencoba memajang tanaman miliknya untuk dijual.
“Sebenarnya ini cuma iseng mengisi hari tua. Karena hobi, terus pandemi banyak di rumah, daripada nganggur akhirnya coba pajang tanaman untuk dijual,” ujar Bu Maya saat ditemui wartawan, Senin (19/1/2026).
Toko bunga yang kini dikelolanya menjual beragam tanaman hias, seperti kaktus dan bonsai, serta bibit tanaman buah, antara lain mangga dan kelengkeng. Selain itu, tersedia pula bibit tanaman sayur seperti terong, tomat, cabai, serta tanaman obat keluarga (toga).
Menariknya, lokasi toko bunga tersebut dulunya merupakan garasi truk pasir milik sang suami yang berusaha di bidang jual beli material bangunan.
“Ini dulu garasi truk pasir,” katanya.
Bu Maya menuturkan, keterbatasan lahan bukan menjadi kendala serius dalam berkebun. Tanaman hias dapat ditata secara vertikal menggunakan rak menyerupai lemari, sementara tanaman sayur ditanam dalam pot.
Terkait penggunaan pupuk, ia mengaku belum sepenuhnya beralih ke pupuk alami. Namun, ia tidak bisa menjelaskan perbedaan secara detail karena tanaman hias yang dijual sering kali habis sebelum tumbuh besar.
Perempuan asal Banyumeneng, Mranggen, Kabupaten Demak ini mengaku lebih memilih berwirausaha dibanding bekerja di pabrik atau kantor.
“Saya kerja itu tidak boleh ngoyo. Rencana mau jual di car free day juga anak-anak tidak boleh,” tuturnya.
Saat ini, Bu Maya mengaku tidak kesulitan mencari pasokan dagangan. Ia telah memiliki pemasok tetap untuk bibit dan pupuk tanaman.
“Untuk tanaman hias kulakan dari Bandungan, pupuk dari Salatiga. Kadang kami cari sendiri, kadang diantar pemasok,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Tembalang, Dwi Supratiwi, mendorong agar para kader Muslimat NU tidak hanya berperan sebagai ibu rumah tangga tanpa penghasilan.
“Sekecil apa pun, kami dorong perempuan bisa mandiri dan berkontribusi dalam memenuhi kebutuhan keluarga,” kata Dwi Supratiwi yang akrab disapa Tiwi.
Menurutnya, pertanian perkotaan atau urban farming memiliki banyak keunggulan, termasuk pemanfaatan barang bekas sebagai media tanam.
“Pot tidak harus beli. Kalau untuk cabai bisa pakai galon atau plastik bekas minyak goreng kemasan,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil urban farming setidaknya dapat mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan harga kebutuhan dapur, seperti cabai, terutama menjelang tahun baru dan Hari Raya Idulfitri.
Adapun untuk tanaman hias, Tiwi menekankan pentingnya perawatan yang konsisten.
“Tanaman hias itu kuncinya perawatan, mulai dari air sampai pupuk. Untuk pot bisa disiasati dengan barang bekas atau sampah plastik,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?










