Jateng

Hadir di Yayasan Kinasih Rumah Inklusi Difabel Semarang, Bajaj Tunjukkan Perubahan dengan Visi Ramah dan Nyaman

Theo Adi Pratama | 19 Januari 2026, 18:03 WIB
Hadir di Yayasan Kinasih Rumah Inklusi Difabel Semarang, Bajaj Tunjukkan Perubahan dengan Visi Ramah dan Nyaman

JATENG.AKURAT.CO, Suara mesin Bajaj kini terdengar berbeda. Tunggangannyapun jauh lebih nyaman daripada bajaj yang pernah kita tahu.

Suaranya tidak lagi meraung keras. Tunggangannyapun tidak limbung atapun bergetar kasar seperti 'Bajaj Bajuri'. Sehingga anak-anak dan penyandang difable dijamin aman dan nyaman saat menungganginya.

Kini, di tengah hiruk pikuk lalu lintas Kota Semarang, kendaraan roda tiga ini perlahan menjelma menjadi simbol perubahan. Dia lebih halus, lebih ramah, dan lebih manusiawi.

Transformasi itu terasa nyata ketika Bajaj hadir di Rumah Difabel Inklusi Semarang melalui kegiatan “Bajaj Ramah untuk Anak Disabilitas”.

Di sana, Bajaj tidak sekadar berhenti sebagai alat angkut. Ia menjadi ruang aman dan penuh tawa bagi anak-anak penyandang disabilitas.

Dengan wajah ceria, anak-anak menaiki Bajaj satu per satu, merasakan perjalanan singkat yang bagi sebagian dari mereka mungkin jarang dialami.

Tawa yang pecah di sepanjang rute sederhana itu menjadi penanda bahwa rasa aman dan nyaman benar-benar tercipta.

Tidak ada suara mesin yang memekakkan telinga, tidak ada guncangan yang mengagetkan hanya perjalanan pelan yang menghadirkan kegembiraan.

Siva Gesita selaku City Manager Bajaj Semarang menjelaskan bahwa mesin bajaj yang digunakan saat ini telah dibekali mesin modern dengan getaran minim dan tingkat kebisingan rendah.

"Detail teknis ini bukan sekadar soal teknologi, melainkan soal empati. Bagi anak-anak disabilitas yang sensitif terhadap suara dan gerakan mendadak, kenyamanan menjadi kebutuhan utama," ujarnya dalam kegiatan yang dilaksanakan pada Senin (19/1/2026). 

Siva juga menjelaskan bahwa emisi gas buang yang lebih bersih menjadikan Bajaj aman digunakan di lingkungan permukiman dan ruang sosial, tanpa meninggalkan jejak polusi yang mengganggu.

"Dari sisi desain, Bajaj menawarkan rasa aman yang kerap luput dari perhatian. Kabin tertutup dan konstruksi yang stabil memberi perlindungan ekstra bagi penumpang anak-anak dan disabilitas," tuturnya.

Selain itu Siva menuturkan, posisi duduk yang nyaman dan ruang yang cukup membuat mereka lebih tenang selama perjalanan.

Dalam konteks ini, Bajaj tidak lagi identik dengan kendaraan alternatif berbiaya murah, tetapi sebagai moda transportasi yang berpihak pada keselamatan dan kenyamanan kelompok rentan.

Keunikan bentuk Bajaj justru menjadi daya tarik tersendiri. Bagi anak-anak, kendaraan ini terasa seperti wahana kecil yang mengundang rasa ingin tahu.

Dalam kegiatan tersebut, Bajaj menjelma menjadi media edukasi dan hiburan untuk mengenalkan anak-anak pada pengalaman beraktivitas di ruang publik dengan percaya diri.

Perjalanan singkat itu menjadi simbol bahwa kota juga milik mereka, tanpa batas dan tanpa kecanggungan.

Lebih jauh, kiprah Bajaj di Semarang menunjukkan fleksibilitas peran yang kian luas. Ukurannya yang ringkas memungkinkannya menjangkau gang sempit dan kawasan padat penduduk, menjadikannya solusi mobilitas yang adaptif di perkotaan.

Tak hanya untuk transportasi harian, Bajaj kini relevan untuk kegiatan sosial, edukasi, hingga wisata komunitas. Ia hadir sebagai kendaraan multifungsi yang menjembatani kebutuhan mobilitas dan nilai kemanusiaan.

Inisiatif 'Bajaj Ramah Anak Disabilitas' menjadi pesan kuat bahwa transportasi tidak semata soal kecepatan dan efisiensi, tetapi juga tentang keberpihakan.

Di Semarang, Bajaj mengambil peran kecil namun bermakna dalam membangun kota yang lebih inklusif dan humanis kota yang memberi ruang aman bagi semua warganya.

"Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Bajaj RE Indonesia terus mendorong hadirnya solusi transportasi modern yang berkelanjutan," tandas Siva.

Melalui perluasan layanan dan peluang investasi yang inklusif, perusahaan ini berupaya membuka lapangan pekerjaan sekaligus menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Di balik roda tiga yang sederhana, Bajaj membawa pesan besar bahwa mobilitas yang adil dan ramah adalah fondasi kota yang beradab.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.