Bikin Geger, Dapur MBG di Sragen Beroperasi Disebelah Kandang Babi Milik Warga

JATENG.AKURAT.CO, Media sosial digegerkan dengan video pembangunan dapur Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Program Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Banaran, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen.
Proyek yang digadang-gadang sebagai percontohan nasional tersebut justru menuai sorotan, karena berdiri tepat di samping kandang babi milik warga yang telah beroperasi selama puluhan tahun.
Kondisi ini memicu kekhawatiran publik mengenai standar sanitasi dan higienitas makanan yang akan dibagikan kepada anak-anak sekolah.
Melansir dari akun @sragenkita, kandang babi tersebut diketahui milik seseorang bernama Angga Wiyana Mahardika (44), warga Kedungbanteng.
Usaha peternakan milik Angga yang telah berdiri selama 50 tahun itu merupakan warisan dari keluarganya, dan memelihara kurang dari 100 ekor babi.
Mayoritas warga setempat bahkan mendukung usaha peternakan babi tersebut dan menolak digusur tanpa solusi.
Dukungan warga ditunjukkan dengan surat tertulis bermeterai yang ditandatangani 41 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di lingkungan sekitar.
"Usaha ini sudah ada sebelum saya lahir. Ini peninggalan bapak saya, sudah sekitar 50 tahun. Selama ini tidak ada masalah dengan warga," kata Angga, Senin (5/1).
Dirinya mengaku kecewa lantaran pembangunan dapur MBG dilakukan tanpa komunikasi atau kulo nuwun kepada dirinya sebagai tetangga langsung maupun kepada warga sekitar.
Ia mengaku baru mengetahui rencana penutupan kandang miliknya dari ketua RT.
"Awalnya izin katanya untuk minimarket, tau-tau berdiri dapur MBG. Tidak pernah ada komunikasi, tiba-tiba mau menutup usaha saya. Kalau ada masalah, ayo dibicarakan baik-baik," tegasnya.
Kepala Desa (Kades) Banaran, Susilo saat dikonfirmasi membenarkan adanya polemik SPPG baru di wilayahnya tersebut.
Menurutnya, pemilik kandang bersikeras tidak akan pindah kecuali ada pembicaraan mengenai ganti rugi yang layak.
"Sampai sekarang bangunan dapur MBG sudah berdiri dan jadi. Tapi mayoritas warga juga tidak keberatan dengan keberadaan kandang babi," tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat









