Jateng

Pemkot Semarang Ungkap Biaya Pelandaian Silayur Capai Rp60 Miliar, Kecelakaan Masih Terjadi

Theo Adi Pratama | 2 Desember 2025, 15:49 WIB
Pemkot Semarang Ungkap Biaya Pelandaian Silayur Capai Rp60 Miliar, Kecelakaan Masih Terjadi

JATENG.AKURAT.CO, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyebut pelandaian tanjakan Silayur di Kecamatan Ngaliyan membutuhkan anggaran sangat besar, mencapai lebih dari Rp 60 miliar.

Jalur yang dikenal sebagai 'jalur tengkorak' itu kembali menelan insiden setelah sebuah truk bermuatan minyak gagal menanjak dan terguling di depan SMPN 16 Semarang pada Sabtu (29/11/2025).

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeung Pramestuti, mengatakan pemerintah telah lama mengkaji kebutuhan biaya untuk membenahi struktur jalan Silayur. Namun kondisi elevasi yang tidak ideal membuat proses pelandaian membutuhkan pekerjaan konstruksi yang kompleks.

“Jalan Silayur itu memang struktur jalannya sulit. Elevasinya tidak sesuai,” ujar Agustina, Senin (1/12/2025).

Menurutnya, hasil kajian teknis menunjukkan bahwa pelandaian jalan akan menelan biaya lebih dari Rp60 miliar, angka yang dinilai berat untuk ditanggung Pemkot Semarang di tengah kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.

“Kemarin kami minta dibuatkan kajian, berapa biaya yang harus dikeluarkan agar jalan itu bisa dibuat landai. Anggarannya lebih dari Rp60 miliar,” jelasnya.

Agustina mengakui kondisi fiskal Pemkot Semarang saat ini belum memungkinkan untuk membiayai proyek besar tersebut. Dengan keterbatasan itu, pemerintah memilih memperketat pengawasan terhadap kendaraan besar sebagai langkah mitigasi sementara.

“Posisi kami saat APBD belum dipotong saja, kekuatan fiskalnya sudah tidak memungkinkan. Apalagi sekarang,” imbuhnya.

Sebagai langkah pengendalian, Pemkot Semarang mewajibkan truk bermuatan berat untuk hanya melintas di Silayur pada pukul 23.00 hingga 05.00 WIB. Selain itu, kendaraan dengan Muatan Sumbu Terberat (MST) di atas 8 ton dilarang melintas di luar jam tersebut mengingat kondisi jalur yang sangat curam dan rawan kecelakaan.

Meski aturan sudah berlaku, kecelakaan masih berulang di jalur tersebut sehingga masyarakat dan pengguna jalan berharap solusi permanen dapat segera diwujudkan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.