Jateng

Yuk Talk, Dipa Yustia Gelar Kesehatan Gratis dan Ajak Guru PAUD Kuasai Keterampilan Pijat Bayi

Theo Adi Pratama | 26 Oktober 2025, 13:52 WIB
Yuk Talk, Dipa Yustia Gelar Kesehatan Gratis dan Ajak Guru PAUD Kuasai Keterampilan Pijat Bayi

JATENG.AKURAT.CO, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, HM Dipa Yustia Pasa, kembali menggelar program literasi bertajuk Yuk Talks di Anak Panah Kopi, Jalan Gajah Mada, Semarang, Sabtu (25/10/2025).

Kegiatan kali ini diikuti oleh 100 guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang tergabung dalam Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Semarang.

Berbeda dari seri sebelumnya, Yuk Talk kali ini menghadirkan dua agenda besar sekaligus, yakni pemeriksaan kesehatan gratis bagi peserta dan pelatihan keterampilan pijat bayi (baby massage).

Keduanya digelar dalam suasana santai namun penuh semangat kebersamaan.

Program pemeriksaan kesehatan itu terselenggara berkat dukungan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah melalui layanan spesialis keliling dan pengobatan spesifik.

Menurut Dipa, kolaborasi lintas sektor ini merupakan bagian dari upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para tenaga pendidik usia dini yang selama ini berperan besar dalam pembentukan karakter anak-anak.

“Kami berterima kasih kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah yang sudah mendukung Yuk Talk dengan pemeriksaan kesehatan gratis untuk para guru PAUD. Ini langkah nyata pemerintah dalam menyehatkan masyarakat,” kata Dipa saat diwawancara.

Politikus muda yang dikenal aktif menginisiasi kegiatan sosial ini menjelaskan, Yuk Talk digagas sebagai wadah belajar bersama yang menggabungkan literasi, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Seri keempat ini, kata dia, dipilih dengan tema “Membangun Kesehatan dan Keterampilan Guru PAUD untuk Generasi Emas”, karena peran guru PAUD dianggap sangat strategis dalam tumbuh kembang anak.

“Hari ini seluruh peserta hadir lengkap. Kami ingin para guru PAUD punya keahlian tambahan yang bisa menunjang kesejahteraan mereka. Keterampilan seperti baby massage ini bukan hanya bermanfaat untuk anak didik, tapi juga bisa menjadi peluang ekonomi,” ujarnya.

Dari Talkshow ke Bootcamp

Dipa menambahkan, kegiatan Yuk Talk ke depan akan dibuat lebih mendalam dalam bentuk bootcamp tematik.

Bootcamp tersebut akan melibatkan peserta dari empat seri sebelumnya yang dinilai aktif dan berpotensi menjadi penggerak sosial di lingkungannya.

“Sebetulnya untuk seri kelima nanti kami berencana membuat bootcamp bagi peserta Yuk Talk 1 sampai 4. Tapi karena kali ini ada permintaan khusus dari teman-teman HIMPAUDI, maka kami beri edisi spesial untuk guru PAUD terlebih dahulu,” jelasnya.

Ia juga membuka wacana agar bulan depan Yuk Talk kembali digelar, kali ini dengan sasaran baru, yaitu para guru TPQ dan guru ngaji di kampung-kampung pinggiran Kota Semarang.

Menurutnya, mereka juga membutuhkan apresiasi dan pelatihan soft skill agar semakin berdaya di bidangnya masing-masing.

“Insya Allah bulan depan kita ingin menyapa guru-guru TPQ dan guru ngaji di daerah-daerah. Mereka ini pahlawan pendidikan juga, jadi perlu kita beri ruang belajar dan pengakuan,” ujarnya.

Manfaat Baby Massage bagi Tumbuh Kembang Anak

Pelatihan pijat bayi kali ini dipandu oleh Bidan Sri Utami, Founder Spa & Mom Treatment SSB Academy, yang sudah berpengalaman memberikan pelatihan hingga tingkat nasional dan luar negeri.

Wanita yang akrab disapa Bunda Uut ini menuturkan, pijat bayi memiliki banyak manfaat untuk mendukung tumbuh kembang anak, terutama jika dilakukan sejak usia 0 hingga 2 tahun.

“Masa 0 sampai 2 tahun adalah masa keemasan. Selain nutrisi, stimulasi lewat sentuhan juga penting karena bisa membantu pertumbuhan hormon IGGF1 yang berpengaruh pada perkembangan otot, otak, dan emosi bayi,” terangnya.

Menurut Bunda Uut, pijat bayi yang dilakukan secara rutin dapat meningkatkan nafsu makan, memperbaiki kualitas tidur, serta membantu konsentrasi dan kecerdasan anak.

Ia menegaskan, kegiatan pijat bayi tidak harus selalu dilakukan oleh tenaga profesional. Orang tua, baik ibu maupun ayah, justru sangat dianjurkan untuk melakukannya sendiri agar tercipta kedekatan emosional antara orang tua dan anak.

“Papa juga boleh ikut memijat bayi. Sentuhan dari ayah itu punya efek bonding yang luar biasa. Tapi kalau belum berani, boleh ikut pelatihan baby massage bersama kami. Jadwalnya rutin setiap minggu, bahkan kami sudah punya peserta sampai luar negeri,” ujar Bunda Uut.

Ia menambahkan, waktu terbaik melakukan pijat bayi adalah pagi hari setelah mandi dan menyusu, atau sore hari menjelang istirahat malam.

“Asalkan bayi dalam kondisi siap, bukan lapar atau mengantuk, hasilnya akan optimal,” katanya.

Bekal Bermanfaat untuk Pendidik TPA

Ketua HIMPAUDI Kota Semarang, Ririn Wulandari, menyambut positif pelatihan ini. Menurutnya, keterampilan pijat bayi sangat relevan bagi pendidik di Taman Pengasuhan Anak (TPA) yang menangani anak usia 0–6 tahun.

“Materi ini sangat nyambung dengan kebutuhan kami di lapangan. Guru TPA berhadapan langsung dengan bayi dan balita, jadi pemahaman tentang pijat bayi bisa membantu dalam pengasuhan dan stimulasi dini,” tutur Ririn.

Ia menjelaskan, TPA atau day care merupakan tahap awal sebelum anak masuk ke kelompok bermain atau taman kanak-kanak. Di tempat inilah peran guru PAUD menjadi penting, karena mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga mengasuh dan menjaga kondisi fisik serta emosional anak-anak.

“Guru PAUD itu bukan hanya pendidik, tapi juga pengasuh dengan hati. Dengan pelatihan seperti ini, mereka jadi tahu bagaimana menenangkan anak saat rewel, menangani kondisi ringan seperti pilek, atau sekadar memberi stimulasi agar anak lebih aktif,” tambahnya.

Sinergi Pendidikan dan Kesehatan

Melalui Yuk Talk, Dipa menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan komunitas pendidikan.

Menurutnya, kemajuan pendidikan usia dini tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik dan kesejahteraan para pengajarnya.

“Guru PAUD adalah garda depan pembentuk karakter anak bangsa. Mereka harus sehat, berdaya, dan terus belajar,” pungkasnya.

Dengan beragam topik dan pendekatan yang terus diperbarui, Yuk Talk kini berkembang menjadi gerakan literasi sosial yang inspiratif.

Tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi peserta dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari tenaga pendidik, relawan sosial, hingga pelaku UMKM dan tokoh komunitas lokal.

Perkembangan Yuk Talk

Dengan beragam kegiatan yang memadukan kesehatan, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat, Yuk Talk membuktikan komitmen HM Dipa Yustia Pasa dalam memberikan ruang belajar dan peningkatan kapasitas bagi para pendidik di Jawa Tengah.

Menurutnya, kemajuan pendidikan usia dini tidak bisa dilepaskan dari kondisi fisik dan kesejahteraan para pengajarnya.

“Guru PAUD adalah garda depan pembentuk karakter anak bangsa. Mereka harus sehat, berdaya, dan terus belajar,” pungkas Dipa.

Dengan beragam topik dan pendekatan yang terus diperbarui, Yuk Talk kini berkembang menjadi gerakan literasi sosial yang inspiratif.

Tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi peserta dari berbagai lapisan masyarakat mulai dari tenaga pendidik, relawan sosial, hingga pelaku UMKM dan tokoh komunitas lokal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.