JATENG.AKURAT.CO, Adelia Wulandari, Influencer Semarang yang fokus terhadap edukasi seksual mengajak para pelaku pelecehan seksual untuk tahan diri, berpuasa, dan melakukan hal positif agar tidak menyakiti orang lain.
"Üntuk para pelaku ayok tahan diri, ayok berpuasa, lakukan dengan hal-hal lebih positif. Cari duit aja daripada ngelecehin atau nyakitin orang," ujarnya.
Adelia menyampaikan hal tersebut usai menjadi narasumber dalam acara Sosialisasi dan Talkshow Pencegahan Pelecehan Seksual bertema "Naik Kereta Asyik Nggak Toxic" pada Senin (22/9/2025) di Hall Stasiun Tawang Semarang bank Jateng yang digelar oleh Indonesian Railway Preservation Society (IRPS) dan PT KAI Daop 4 Semarang.
Adelia menyampaikan agar kita sesama penumpang tidak cuek jika ada tindakan pelecehan yang hadir di hadapan kita.
"Saya menekankan kita jangan cuek kalau lihat kejadian pelecehan atau kekerasan seksualkita membantu untuk menolong, supaya korban juga berani untuk speak up atau teriak," ujarnya.
Dalam acara tersebut, Adelia mengatakan sosialisasi yang dilakukan sangat baik karena sampai di gerbong-gerbong kereta.
"Ini bagus banget karena penyuluhannya sampai ke gerbong. dan yang salut dari dulu adalah, nomor WA untuk aduan itu selalu Gercep (responsif). Kalau ada aduan hari ini, maka hari ini juga akan ditindaklanjuti," tuturnya.
Selain itu, Adelia memuji PT KAI yang mampu menekan angka pelecehan di dalam gerbong Kereta Api dengan berbagai fasilitas aduan, fasilitas untuk korban, hingga sanksi yang berat bagi pelaku.
"Saya menilai resiko pelecehan atau kekerasan seksual di Kereta Api sekarang sudah sangat berkurang. Tadi udah saya sebut kontak WA yang responsif, fasilitas korban dan aduan yang memadai, terus sanksi yang berlaku. itu sangat membantu suasana di gerbong Kerata Api jadi sangat kondusif," tuturnya.
Selain itu, Talkshow menghadirkan narasumber dari berbagai bidang yang berkompeten, di antaranya Kepala KAI Daop 4 Semarang Daniel Johannes Hutabarat, perwakilan Polrestabes Semarang Iptu Nunuk Suprihatin, dan psikolog dari DP3A Desi Maulia. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman masyarakat dari aspek hukum, psikologis, hingga kampanye publik.
Kepala Daop 4 Semarang Daniel Johannes Hutabarat menyampaikan bahwa KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman dan bebas dari pelecehan.
"KAI masih terus berkomitmen bahwa pelanggan harus merasa aman, nyaman, kemudian juga inklusif. Pelecehan sendiri merupakan hal yang sangat tidak dibenarkan di kereta api. Melalui kegiatan ini, kami mengajak masyarakat untuk berani bersuara dan bersama-sama mencegah segala bentuk pelecehan di lingkungan kereta api,” tegas Daniel.
Ia menambahkan bahwa KAI terus berinovasi dalam rangka melindungi semua orang di lingkungan kereta api dari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti menyediakan fitur Female Seat khusus pelanggan perempuan di aplikasi Access by KAI dimana pelanggan perempuan dapat memilih tempat duduk besebelahan dengan sesama perempuan.
"Dengan adanya fitur ini, penumpang perempuan dapat merasa lebih nyaman selama perjalanan. Kami berharap inovasi ini dapat meningkatkan rasa aman dan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih menyenangkan," kata Daniel.
Selanjutnya, KAI secara rutin juga memberikan announcement baik di stasiun maupun di dalam kereta api untuk mengingatkan pelanggan agar selalu waspada terhadap potensi tindakan pelecehan seksual.
Edukasi yang dilakukan secara berkesinambungan ini bertujuan membangun budaya saling melindungi serta mendorong setiap pelanggan untuk jangan takut dan tidak ragu melapor apabila melihat atau mengalami kejadian serupa.
Daniel menegaskan bahwa KAI juga menyiapkan sejumlah kanal pengaduan yang dapat diakses secara cepat oleh pelanggan, mulai dari petugas di stasiun, kondektur, maupun Customer Service on Station (CSOS).
Dengan berbagai saluran ini, KAI ingin memastikan bahwa setiap laporan pelanggan dapat ditangani secara profesional dan segera ditindaklanjuti.
Guna memberikan efek jera, Daniel mengatakan bahwa KAI juga menerapkan blacklist terhadap pelaku pelecehan.
“Kita pastikan blacklist untuk pelaku. Artinya, siapapun yang terbukti melakukan pelecehan seksual di lingkungan kereta api tidak akan diperkenankan lagi menggunakan layanan KAI. Langkah tegas ini diambil sebagai bentuk perlindungan nyata terhadap pelanggan,” ujar Daniel.
Selain talkshow, kegiatan ini juga diisi dengan penandatanganan petisi dukungan kampanye anti pelecehan seksual oleh peserta yang hadir dan pelanggan KA di stasiun.
Penandatanganan petisi ini menjadi simbol komitmen bersama untuk menolak segala bentuk pelecehan serta mewujudkan lingkungan transportasi yang inklusif dan ramah bagi semua orang.
Dengan adanya talkshow dan kampanye ini, KAI Daop 4 Semarang berharap dapat membangun kesadaran kolektif bahwa perjalanan kereta api harus menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi semua pelanggan.
Upaya pencegahan pelecehan seksual bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
Kegiatan “Naik Kereta Asyik Nggak Toksik” ini menjadi bukti nyata komitmen KAI dalam memberikan layanan terbaik dan menghadirkan perjalanan yang selamat, aman, tertib, dan nyaman sesuai dengan visi perusahaan.
Ke depan, KAI akan terus memperkuat edukasi, inovasi, dan kerja sama lintas sektor demi tercapainya transportasi publik yang bebas dari pelecehan seksual.