Produktivitas Padi di Jateng Meningkat, Proyeksi Surplus Beras Capai 1,5 Juta Ton

JATENG.AKURAT.CO, Produktivitas padi di Jawa Tengah menunjukkan peningkatan signifikan. Berdasarkan data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah, produksi padi gabah kering giling (GKG) hingga Oktober 2025 diperkirakan mencapai 8.614.010 ton, naik sekitar 353.627 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala Distanbun, Defransisco Dasilva Tavares, mengungkapkan bahwa dari total produksi tersebut, Jawa Tengah diproyeksikan akan mengalami surplus beras sebesar 1.577.734 ton sampai akhir Oktober.
Hal ini menunjukkan bahwa ketersediaan beras di Jawa Tengah melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat.
"Kita lihat data, sampai Oktober 2025 beras kita surplus 1,5 juta ton. Berarti kalau dibagi 10 bulan rata-rata setiap bulan kita ada surplus 150 ribu ton," jelas Defransisco.
Baca Juga: Persika Karanganyar Juara Piala Soeratin U-17, Pelatih Ungkap Kunci Kemenangan dan Masa Depan Pemain
Meskipun demikian, ada satu hal yang menjadi perhatian serius, yaitu potensi hasil panen yang lari ke luar daerah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyoroti masalah ini dan meminta agar tata kelola hasil panen diperketat.
"Produktivitas padi di Jawa Tengah sudah bagus, bahkan produktivitas itu juga diiringi dengan ketersediaan beras yang surplus. Untuk itu, saya minta agar tata kelola hasil panen dan kebutuhan pokok dilakukan dengan baik," ujar Gubernur Luthfi.
Ia tidak ingin adanya "kebocoran" hasil panen yang dapat mengganggu stabilitas ketersediaan pangan di dalam provinsi.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa hasil panen yang melimpah dapat sepenuhnya memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Tengah, sehingga tidak ada lagi warga yang kesulitan mendapatkan bahan pokok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini







