Jateng

Misteri Bangunan Sekolah Berusia Seabad di Jogja: Dulu Sekolah Elit Belanda, Sekarang Jadi SMP!

Theo Adi Pratama | 18 September 2025, 10:00 WIB
Misteri Bangunan Sekolah Berusia Seabad di Jogja: Dulu Sekolah Elit Belanda, Sekarang Jadi SMP!

JATENG.AKURAT.CO, Di tengah hiruk pikuk Jalan Sultan Agung, berdiri kokoh sebuah gedung tua yang menyimpan cerita panjang.

Bagi banyak orang, bangunan ini mungkin terlihat seperti gedung sekolah biasa, padahal usianya sudah lebih dari satu abad!

Inilah SMP BOPKRI II Yogyakarta, sekolah yang menjadi saksi bisu sejarah pendidikan di Indonesia sejak masa kolonial.

Jejak Pendidikan Anak Pribumi di Era Belanda

Bangunan ini didirikan pada tahun 1913 oleh pemerintah kolonial Belanda.

Awalnya, gedung ini berfungsi sebagai sekolah Hollandsch Javaansche School (HJS), sebuah sekolah yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak pribumi (Jawa).

Meskipun demikian, bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Belanda, menunjukkan bagaimana pendidikan di masa itu masih sangat dipengaruhi oleh penjajah.

Arsitektur gedung ini mengusung gaya Indisch, yang merupakan perpaduan antara gaya Belanda dan sentuhan lokal.

Ciri khasnya terlihat jelas dari atap berbentuk limasan yang megah, pintu dan jendela yang besar memanjang vertikal, serta tiang-tiang kokoh di bagian terasnya.

Lantai bangunan yang dibuat lebih tinggi dari permukaan tanah juga menjadi ciri khas arsitektur pada masa itu, yang berfungsi untuk menjaga bangunan dari kelembaban.

Upaya Melestarikan Warisan Budaya

Meskipun telah berusia lebih dari seratus tahun, bangunan SMP BOPKRI II Yogyakarta masih terawat dengan baik.

Beberapa bagian memang mengalami kerusakan, namun pengelola telah sigap melakukan penanganan sesuai standar pelestarian cagar budaya.

Penambahan dan perubahan pada beberapa bagian juga dilakukan tanpa merusak keaslian struktur utama, sehingga nuansa sejarahnya tetap terasa kuat.

Sebagai bentuk apresiasi atas komitmen pelestarian ini, pada tahun 2020, pemilik atau pengelola bangunan ini menerima penghargaan Pelestari Warisan Budaya/Cagar Budaya dari Pemerintah Daerah DIY.

Penghargaan ini tidak hanya menjadi pengakuan, tetapi juga pengingat bahwa merawat warisan sejarah adalah tanggung jawab bersama.

Dengan begini, generasi mendatang bisa belajar langsung dari "buku sejarah" yang berdiri kokoh di tengah kota.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.