Terkuak! Ternyata SMK di Yogyakarta Ini Jadi Sekolah Teknik Pertama di Indonesia, Bangunannya Berusia Seabad!

JATENG.AKURAT.CO, Di balik hiruk pikuk kota pelajar, berdiri megah sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perkembangan pendidikan teknik di Indonesia.
Adalah kompleks SMK Negeri 2 dan SMK Negeri 3 Yogyakarta, yang dulunya dikenal sebagai Princess Juliana School (PJS).
Sekolah ini bukan hanya bangunan tua biasa, melainkan sekolah teknik pertama yang didirikan di Indonesia.
Sejarah Panjang dari PJS Hingga SMKN 2 Yogyakarta
Gedung yang berlokasi di Jl. A.M. Sangaji no.47, Yogyakarta ini dibangun oleh pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1919.
Awalnya, PJS dirancang sebagai sekolah teknik tingkat pertama. Arsitekturnya mengadopsi gaya Indisch, yang lazim di Yogyakarta pada masa itu, dengan ciri khas atap miring curam, dinding tebal, pintu dan jendela yang lebar dan tinggi, serta langit-langit plafon yang juga tinggi.
Semua ciri ini dirancang untuk menciptakan sirkulasi udara yang baik di dalam ruangan.
Perjalanan gedung ini penuh liku. Pada masa pendudukan Jepang tahun 1942, PJS diambil alih oleh Kekaisaran Jepang.
Setelah kemerdekaan, kompleks ini sempat menjadi asrama bagi Tentara Pelajar.
Barulah pada tahun 1951, gedung ini resmi diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia dan diresmikan sebagai sekolah menengah teknik pertama di Tanah Air.
Bahkan, bangunan ini juga pernah digunakan sebagai tempat perkuliahan Fakultas Teknik UGM sebelum akhirnya kampus UGM pindah ke Bulaksumur pada tahun 1980-an.
Keaslian Bangunan yang Tetap Terjaga
Meskipun telah mengalami berbagai penambahan dan renovasi, arsitektur asli bangunan ini sebagian besar masih utuh.
Pintu-pintu dan jendela besar dengan bentuk krepyak/louvre, kolom-kolom kokoh di bagian depan, dan halaman yang luas nan asri tetap menjadi ciri khasnya.
Penambahan bangunan seperti laboratorium dan bengkel praktik siswa memang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan modern.
Renovasi besar pernah dilakukan pada tahun 1925, 1950, dan 1954, namun para pengelola tetap berupaya menjaga corak arsitektur Eropanya.
Atas upaya pelestarian ini, pemerintah melalui Ketetapan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata memberikan penghargaan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB).
Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga warisan sejarah, terutama yang memiliki nilai edukasi tinggi seperti SMKN 2 Yogyakarta.
Bangunan ini tidak hanya menjadi tempat belajar bagi siswa, tapi juga monumen hidup yang menceritakan perjalanan panjang pendidikan teknik di Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










