Skandal! Ratusan Pekerja Korea di Pabrik Hyundai Motor Amerika Ditahan, Korea Selatan dan AS Sampai Buat Kategori Visa Baru, Ada Apa?

JATENG.AKURAT.CO, Ada kabar yang bikin geger dari hubungan diplomatik antara Korea Selatan dan Amerika Serikat.
Ratusan pekerja Korea Selatan yang bekerja untuk pabrik baterai kendaraan listrik milik Hyundai Motor di Georgia, AS, ditangkap oleh otoritas imigrasi AS.
Insiden ini memicu kegemparan diplomatik hingga memaksa kedua negara untuk duduk bersama dan membahas pembuatan kategori visa baru demi menyelesaikan masalah ini.
Baca Juga: Kisah Heroik Jackie Kennedy Selamatkan Kuil Abu Simbel di Mesir, Ternyata Pengaruhnya Bikin Melongo!
Kronologi Penangkapan yang Bikin Geger
Semuanya bermula ketika sekitar 475 pekerja Korea Selatan yang berada di lokasi pabrik ditangkap oleh otoritas imigrasi AS dalam sebuah razia.
Dari jumlah tersebut, sekitar 300 orang di antaranya adalah warga Korea Selatan. Penangkapan ini sontak memicu kemarahan di Korea Selatan.
Menteri Luar Negeri Korea Selatan, Cho Hyun, sampai harus terbang ke Washington untuk menyelesaikan "lumpur diplomatik" ini.
Ia bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, untuk mencari solusi terbaik.
Menurut kantor berita Yonhap, Cho Hyun mendapatkan jaminan bahwa para pekerja yang akan dibebaskan tidak akan dikenai sanksi atau kerugian jika di kemudian hari mereka ingin kembali ke Amerika Serikat.
Rombongan pekerja ini dijadwalkan akan diterbangkan kembali ke Korea Selatan pada hari Kamis.
Meskipun biasanya imigran yang dideportasi diborgol saat dipindahkan, Cho Hyun memastikan bahwa para pekerja ini tidak akan diperlakukan demikian saat dipindahkan dari pusat penahanan ke bandara.
Baca Juga: Terungkap! Batu Aneh di Mars Beri Petunjuk Paling Kuat Adanya Kehidupan Masa Lalu!
Solusi Jangka Panjang: Kategori Visa Khusus
Pihak Korea Selatan mengungkapkan bahwa mereka "terluka dan terkejut" dengan penangkapan para pekerja yang datang ke AS untuk "mentransfer teknologi dan pengetahuan untuk berkontribusi pada upaya pemerintahan Trump untuk menghidupkan kembali industri manufaktur AS."
Selama ini, banyak perusahaan Korea Selatan mengeluh tentang ketatnya batasan visa untuk pekerja terampil asing.
Aturan ketat ini mempersulit mereka dalam mengawasi pembangunan pabrik atau melatih pekerja lokal.
Melihat masalah ini, kedua negara sepakat untuk membicarakan kemungkinan pembuatan kategori visa baru.
Kategori visa ini akan mempermudah pekerja Korea Selatan, terutama yang memiliki keahlian khusus, untuk bekerja secara legal di Amerika Serikat, sehingga insiden serupa tidak terulang di masa depan.
Hingga saat ini, belum ada komentar resmi dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS maupun Departemen Luar Negeri AS terkait insiden ini.
Namun, langkah cepat yang diambil oleh kedua belah pihak menunjukkan betapa seriusnya masalah ini bagi hubungan diplomatik mereka.
Insiden ini menjadi pengingat penting tentang kompleksitas imigrasi dan bagaimana isu visa dapat dengan mudah menjadi masalah diplomatik yang besar, terutama dalam konteks kolaborasi ekonomi global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










