Jateng

Pasien Butuh Darah, RSUP dr Kariadi Klaim Stok Darah Habis dan Menolak Ambil Darah di PMI, Kenapa?

Theo Adi Pratama | 27 Agustus 2025, 12:58 WIB
Pasien Butuh Darah, RSUP dr Kariadi Klaim Stok Darah Habis dan Menolak Ambil Darah di PMI, Kenapa?

JATENG.AKURAT.CO, Viral sebuah unggahan instagram dari akun @smg_repostt yang mengabarkan terkait sulitnya mencari darah di RSUP dr Kariadi Semarang.

Padahal stok darah di rumah sakit terbesar se Jawa Tengah itu banyak. 

@smg_reposst mengatakan ada seorang pasien yang membutuhkan darah namun pihak RSUP dr Kariadi mengatakan stok darah sudah habis.

Saat saudara pasien ingin meminta darah ke Palang Merah Indonesia (PMI), pihak RSUP Kariari mencegahnya dan mengatakan darah di PMI juga habis. 

Padahal PMI selalu memiliki stok darah karena selalu melakukukan pengambilan darah dari para relawan secara sukarela. 

"Gini mas. RS Kariadi kan punya bank darah sendiri to. Contoh ada pasien nama Jamal butuh darah 10 kantong. Lah sementara di bank darahnya RS kariadi itu tersedia 20 kantong. Tapi sering (pihak RS Kariadi) ngomongnya habis. Dan keluarga pasien suruh cari pendonor," ujar akun tersebut, Rabu (27/8/2025). 

"Ketika sudah dapat pendonor untuk 10 kantong darah. Baru di ambilkan dari stoknya. Sementara dari hasil pendonor itu untuk menggantikan stok yang di ambil. Itu baik urgent atau tidak selalu begitu. Lah ketika keluarga pasien tanya kok ga ambil di PMI? ( biar ga cari pendonor sendiri) Kariadi selalu berstatemen PMI juga habis. Padahal PMI itu darahnya ready," tuturnya.

Salah seorang netizen di kolom komentar mengatakan RSUP Kariadi sebenarnya tidak ingin kehilangan stok darah karena setiap kantong darah bernilai rupiah. 

"Coba di pahami mas. Intinya RS Kariadi gak mau kehilangan pemasukan dari kantong darah. Tahun 2024 saja per kantong darah itu biayanya kurang lebih 724 ribu rupuah. Biaya tersebut termasuk biaya ganti pengolahan darah dan ada sedikit keuntungan," ungkapnya. 

"Kenapa saya tau? Saya dari 2022 - 2024 kerja di klinik tulang. Sering ambil darah di PMI," ungkapnya. 

Kemudian netizen lain mengatakan seringkali pasien di RSUP dr Kariadi meminta darah melalui media sosial. Kemudian meminta pendonor daeah datang ke RSUP Kariadi. 

"Kalian pernah liat broadcast atau postingan di cari pendonor darah untuk pasien yang di rawat di RSUP dr. Kariadi, entah di Facebook, di instagram, di whatsapp atau di kanal media sosial lainya?," ujarnya. 

"RS Kariadi Semarang merupakan Rumah Sakit terbesar sekaligus berfungsi sebagai Rumah Sakit rujukan bagi wilayah Jawa Tengah. Dan rumah sakit RSUP DR. KARIADI memiliki bank darah sendiri di dalamnya," ujarnya.

Namun entah apa yang terjadi, entah kenapa bisa terjadi, kami sering memantau beberapa kanal media sosial, kami ambil 2 kanal Facebook dan whatsapp.

Sering kali entah teman sendiri atau kerabat dari teman hingga masyarakat. Sering terpantau banyak yang mencari pendonor untuk pasien yang di rawat di RSUP dr. Kariadi.

"Bahkan ada pula yang minta bantuan pak @adebhakti yang notabene nya merupakan sekretaris pemadam kebakaran pun turut turun membantu salah satu pasien padahal jika dari kantor damkar lebih deket nya ke PMI," bebernya.

"Dan kami coba tanya ke orang yang mencari pendonor tersebut, rata² merespon dan meminta si pendonor untuk datang donor nya langsung ke RS kariadi," lanjutnya.

Diceritakan pula oleh @smg_repostt ada kerabat pasien RSUP Kariadi dari Pekalongan diwajibkan datang untuk donor darah di RSUP Kariadi. Padahal donor darah bisa dilakukan di PMI terdekat. 

"Singkat cerita, Pasien itu anak dri sahabat saya (asal pekalongan). Teman dan kerabat nya termasuk saya yang dari pekalongan banyak yang mau mendonorkan darahnya buat pasien. Kami para calon pendonor minta kemudahan agar donor darah dilakukan di PMI terdekat. Tapi entah dengan alasan apa dari RS menolak agar pendonor Iangsung ke RSUP Kariadi," tuturnya.

"Apa itu bagian dari prosedur atau bagaimana kurang paham. Jadii teman saya bingung mau nyari pendonor yang dari Semarang aja. Kalau mendatangkan dari pekalongan bukan sekedar uang transpot yang jadi masalah, para calon pendonor juga keberatan meninggalkan pekerjaan atau anak-anaknya buat keluar kota," tuturnha

Salah seorang netizen kemudian mengatakan sebenernya masih banyak ketidaktahuan masyarakat tentang permasalahan donor darah ini. Karema prosedur RSUP Kariadi yang rumit, hal ini malah membuat nama PMI kurang bagus di mata masyarakat.

"Jadinya nama PMI agak kurang bagus, dikira stok darah pmi habis padahal sering ngadain donor darah, kalau stok darah menipis pun pasti langsung share info di instagram sama komunitas yang terhubung PMI, jadi jarang banget ada kasus stok darah pmi habis," ujarnya

"Belum lagi masyarakat yang ngira 'beli' darah, padahal biaya tsb untuk pengganti biaya pengolahan darah," tutupnya. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.