Jateng

Dinsos P2PA Demak Dorong Evaluasi Layanan Ramah Anak di Fasilitas Kesehatan

Theo Adi Pratama | 18 Agustus 2025, 16:19 WIB
Dinsos P2PA Demak Dorong Evaluasi Layanan Ramah Anak di Fasilitas Kesehatan

JATENG.AKURAT.CO, Komitmen Pemerintah Kabupaten Demak untuk mewujudkan wilayah yang peduli terhadap pemenuhan hak anak kembali ditegaskan melalui kegiatan Evaluasi Mandiri Pelayanan Ramah Anak di Fasilitas Kesehatan Tahun 2025. 

Kegiatan yang digelar Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P2PA) ini berlangsung di aula kantor dinas setempat pada 31 Juli 2024 lalu.

Kegiatan ini melibatkan lintas sektor dengan menghadirkan perwakilan dari Dinas Kesehatan, 27 Puskesmas, serta dua rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Demak. 

Evaluasi ini menjadi bagian dari langkah strategis menuju Kabupaten Layak Anak, khususnya dalam pemenuhan hak anak atas pelayanan kesehatan yang bermutu dan ramah.

Plt Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Betti Susilowati, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menguatkan kesadaran semua pihak mengenai pentingnya layanan yang mengutamakan hak dan kebutuhan anak di fasilitas kesehatan.

“Kita ingin memastikan bahwa anak-anak mendapatkan perlakuan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang mereka. Fasilitas kesehatan harus mampu menciptakan suasana yang mendukung rasa aman, nyaman, serta memberikan stimulasi yang tepat bagi perkembangan anak,” terang Betti.

Selain itu, ia menambahkan bahwa pelayanan ramah anak tidak hanya menyangkut sikap petugas medis, tetapi juga mencakup penyediaan sarana dan prasarana yang mendukung, seperti ruang tunggu yang ramah anak, informasi yang mudah dipahami, serta perlakuan yang adil tanpa diskriminasi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinsos P2PA Kabupaten Demak, Agus Herawan, menekankan pentingnya sinergi antar instansi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berpihak kepada anak.

“Fasilitas kesehatan harus menjadi ruang yang tidak menakutkan bagi anak-anak. Dengan begitu, anak lebih terdorong untuk rutin memeriksakan kesehatan mereka,” ujar Agus.

Ia menyoroti bahwa sekitar 30 persen penduduk Demak merupakan kelompok usia anak, termasuk janin dalam kandungan. Hal ini menjadikan perhatian terhadap kesehatan anak sebagai langkah investasi jangka panjang.

“Jika kita bisa menjamin kualitas kesehatan anak sejak dini, maka kita sedang membentuk generasi yang sehat dan tangguh di masa depan. Ini bukan hanya tentang saat ini, tapi tentang keberlanjutan sumber daya manusia Kabupaten Demak,” imbuhnya.

Evaluasi ini juga menjadi momentum untuk menegaskan empat prinsip dasar perlindungan anak: non-diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup dan tumbuh kembang, serta partisipasi anak. 

Diharapkan, dari kegiatan ini lahir rekomendasi konkret bagi seluruh fasilitas kesehatan agar pelayanan kepada anak-anak tidak hanya memenuhi standar teknis, tetapi juga mengedepankan pendekatan yang lebih humanis dan inklusif. (adv-demak)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.