Jateng

Antisipasi Kecelakaan di Silayur, Pemkot Semarang Siapkan Solusi Jangka Pendek hingga Panjang

Arixc Ardana | 26 Februari 2025, 21:23 WIB
Antisipasi Kecelakaan di Silayur, Pemkot Semarang Siapkan Solusi Jangka Pendek hingga Panjang

JATENG.AKURAT.CO, Menyusul serangkaian kecelakaan yang terjadi di Jalan Prof. Hamka, kawasan Silayur, Ngaliyan, termasuk insiden tabrakan antara minibus L300 yang mengangkut belasan anak TK dengan truk pada Rabu (26/2/2025) pagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan sejumlah langkah antisipatif.

Wakil Wali Kota Semarang, Iswar Aminuddin, menyebutkan bahwa berdasarkan kajian Dinas Perhubungan (Dishub), terdapat tiga opsi solusi yang disiapkan, mencakup jangka pendek, menengah, dan panjang.

"Solusi ini harus segera diterapkan agar kejadian serupa tidak terulang. Untuk jangka panjang, salah satu opsi yang sedang kami rancang adalah pelandaian tanjakan dan turunan di Silayur. Rencana ini harus mulai dipersiapkan tahun ini, dan akan dikoordinasikan dengan Dishub, Dinas Pekerjaan Umum (DPU), serta stakeholder terkait," ujar Iswar saat meninjau lokasi kecelakaan.

Solusi Jangka Pendek: Pengaturan Operasional Kendaraan Berat

Sebagai langkah cepat untuk mengurangi risiko kecelakaan, Dishub telah menerapkan aturan baru mengenai operasional kendaraan berat di kawasan Ngaliyan.

Sebelumnya, kendaraan berat dilarang melintas pada pagi dan sore hari antara pukul 06.00-09.00 WIB dan 15.00-19.00 WIB.

Kini, aturan tersebut diubah, di mana truk hanya diperbolehkan melintas pada pukul 23.00-05.00 WIB.

Selain itu, Pemkot Semarang juga, menempatkan petugas gabungan dari Dishub dan kepolisian untuk patroli di jam-jam sibuk.

Memasang rambu larangan melintas bagi angkutan berat di jam padat.

Selain itu juga melakukan sosialisasi kepada perusahaan dan pabrik di Ngaliyan dan Mijen dan menindak tegas truk yang melanggar aturan operasional.

Solusi Jangka Menengah: Pembangunan Jalur Penyelamat

Sebagai opsi jangka menengah, Dishub merencanakan pembangunan jalur penyelamat di kawasan turunan Silayur.

Jalur ini dirancang untuk mengantisipasi kendaraan yang mengalami rem blong saat melewati turunan curam.

Namun, solusi ini masih memiliki keterbatasan.

Menurut Sekretaris Dishub, Danang Kurniawan, jalur penyelamat hanya efektif untuk kendaraan yang mengalami masalah saat menurun.

Sementara, banyak kecelakaan di Silayur terjadi karena truk tak kuat menanjak, yang berisiko terguling atau mundur secara tiba-tiba.

Solusi Jangka Panjang: Pelandaian Jalan Silayur

Solusi paling efektif yang sedang dikaji adalah pelandaian tanjakan dan turunan di Silayur. Dengan rekayasa ini, diharapkan risiko kecelakaan akibat kendaraan kehilangan tenaga saat menanjak atau mengalami rem blong saat menurun dapat diminimalisir.

"Pelandaian ini adalah solusi terbaik, baik untuk kendaraan yang menanjak maupun menurun. Kajian opsi-opsi ini telah kami kirim ke KNKT (Komite Nasional Keselamatan Transportasi) pada November lalu untuk dilakukan analisis lebih lanjut," jelas Danang.

Keselamatan Jadi Prioritas

Dengan berbagai langkah antisipatif yang disiapkan, Pemkot Semarang berharap dapat mengurangi risiko kecelakaan di kawasan Silayur.

Meskipun masih membutuhkan waktu untuk merealisasikan solusi jangka panjang, penerapan aturan operasional kendaraan berat dan rencana pembangunan jalur penyelamat menjadi upaya nyata dalam meningkatkan keselamatan pengguna jalan.

Ke depan, koordinasi antara Pemkot Semarang, Dishub, DPU, serta KNKT akan terus dilakukan guna memastikan solusi terbaik dapat segera direalisasikan.

***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.