JATENG.AKURAT.CO, Dapur rumah Mulyono warga Dukuh Sekarbolo RT/RW 09/05 Desa Jiwowetan Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten terkena tebing longsor.
Tak hanya dapur, kamar mandi dan kandang ternak yang berada di belakang rumah juga terkena longsoran tebing yang memiliki ketinggian 5 meter dengan panjang 12 meter tersebut.
Longsornya tebing ini disebabkan karena tingginya intensitas hujan di sekitar lokasi dalam beberapa hari terakhir.
Tak hanya rumah Mulyono, tebing juga mengancam rumah yang berada di atas tebing.
"Di bagian atas tebing juga ada rumah yang juga terancam. Selain itu ada rumah yang dekat dengan Pak Mulyono juga ikut terancam terkena longsoran," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Syahruna, Jumat (24/1/2025).
Tebing yang longsor tersebut langsung ditutup plastik oleh BPBD dan relawan setempat sebagai bentuk antisipasi. Jika turun hujan langsung tidak langsung mengenai rumah.
BPBD Kabupaten Klaten langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat. Salah satunya dengan rencana pemasangan bronjong di tebing tersebut.
"Saya sudah koordinasikan dengan pemerintah desa untuk mengambil bronjong di kantor (BPBD, red). Kami juga sudah memesan batu untuk nantinya dibuat penahan darurat di tebing tersebut," katanya.
Sampai saat ini Mulyono dan keluarga masih tetap menempati tempat tinggalnya. Namun pemilik rumah sudah diberi peringatan. Jika turun hujan dengan intensitas deras dan durasi lama, diharapkan dapat mengungsi untuk sementara waktu.
Meski belum benar-benar sampai mengenai rumah, BPBD Klaten tetap melakukan langkah antisipasi. Mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Klaten dalam beberapa hari kedepan.
Baca Juga: Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem di DIY : Hujan, Angin Kencang dan Petir
BPBD Klaten menghimbau warga terutama yang tempat tinggalnya berada di bawah tebing untuk selalu waspada, terutama bila terjadi hujan deras.
"Kepada masyarakat yang bermukim di dekat dengan tebing atau bukit yang rawan longsor diminta untuk menjauhi lokasi untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bila terjadi longsor," tegasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?
- 10FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional










