Jateng

Kasus Kematian Mahasiswa PPDS UNDIP, Kemenkes: Almarhum ARL Dipalak Senior Hingga 40 Juta Per Bulan

Theo Adi Pratama | 2 September 2024, 21:20 WIB
Kasus Kematian Mahasiswa PPDS UNDIP, Kemenkes: Almarhum ARL Dipalak Senior Hingga 40 Juta Per Bulan

Akurat.co - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menemukan adanya permintaan uang kepada Alm dr Aulia Risma Lestari (ARL) di luar biaya pendidikan resmi. 

dr Aulia Risma Lestari adalah mahasiswa PPDS UNDIP yang meninggal diduga akibat bullying atau perundungan beberapa pekan lalu.

Dalam investigasi terbaru, Kemenkes malah menemukan fakta mencengangkan yakni adanya pungutan liar atau pemalakan terhadap Aulia Risma Lestari.

Hal ini dikatakan oleh Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril.

Syahril mengatakan tindakan tersebut dilakukan oknum-oknum dalam program PPDS. Permintaan uang berkisar antara 20 - 40 juta rupiah per bulan.

Berdasarkan kesaksian, permintaan ini berlangsung sejak almarhumah (dokter Risma) masih di semester 1 pendidikan atau di sekitar Juli (2022) hingga November 2022," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (1/9/2024).

Kemenkes juga mencatat dokter Risma ditunjuk sebagai bendahara angkatan yang bertugas menerima pungutan dari teman seangkatannya.

Ia juga ditugaskan menyalurkan uang itu untuk kebutuhan non-akademik, seperti membiayai penulis lepas untuk naskah akademik senior, menggaji OB, dan berbagai kebutuhan senior lain.

Syahril menegaskan pungutan yang dilakukan para senior itu memberatkan almarhumah dan keluarga. Kemenkes menduga ini pemicu awal Risma tertekan dalam urusan akademik karena tak menduga ada sejumlah pungutan sebesar itu.

"Bukti dan kesaksian akan adanya permintaan uang di luar biaya pendidikan ini sudah diserahkan ke pihak kepolisian untuk dapat diproses lebih lanjut," tegas Syahril.

Sementara itu, penghentian sementara PPDS anestesi Undip di RS Kariadi sejak 14 Agustus 2024 ditempuh Kemenkes karena adanya dugaan upaya perintangan proses investigasi. Ini dilakukan oleh individu-individu tertentu.

Aulia Risma Lestari ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya beberapa waktu lalu. Ia diduga bunuh diri, di mana belakangan terungkap salah satu faktornya adalah tak kuat menahan beban mental perundungan senior di lingkungan kampus.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.