Demonstrasi Mahasiswa Semarang Menolak RUU Pilkada Berujung Ricuh, 12 Mahasiswa Dilarikan ke RS Roemani

JATENG.AKURAT.CO, Pada Kamis, 22 Agustus 2024, aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan ribuan mahasiswa di Semarang berubah menjadi ricuh.
Demonstrasi ini merupakan bentuk penolakan terhadap sikap Badan Legislasi (Baleg) DPR RI yang ingin mengajukan RUU Pilkada untuk menganulir putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Aksi damai yang awalnya berjalan tertib berubah menjadi kekacauan ketika aparat keamanan bertindak keras untuk membubarkan massa.
Situasi semakin memanas ketika aparat kepolisian mulai menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan mahasiswa yang menolak mundur dari titik demonstrasi.
Gas air mata menyebabkan banyak mahasiswa mengalami sesak napas dan iritasi mata.
Baca Juga: Momen Ricuh Demo Mahasiswa di DPRD Jateng, Ditolak Ambulan Hingga Menendang Polisi
Beberapa mahasiswa bahkan terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat cedera dan kondisi kesehatan yang memburuk.
Menurut data yang diterima dari tim Akurat Jateng, ada 12 mahasiswa yang terluka dan telah dilarikan ke RS Roemani untuk mendapatkan perawatan medis.
Berikut adalah daftar nama mahasiswa yang mengalami luka-luka:
Muchamad Fatah Akrom (23) - Anggota LPM Dinamika, mengalami sesak napas dan pingsan.
Nabil Abiyan (20) - Anggota BEM FPIK Undip, mengalami sesak napas dan pingsan.
Tiza (19) - Anggota BEM Undip, mengalami sesak napas dan iritasi mata.
Zahra (19) - Anggota BEM Unnes, mengalami sesak napas, iritasi mata, dan pingsan.
Baca Juga: Ricuh, Polisi Tindak Tegas Demonstran di DPRD Jateng
Alzena (19) - Mahasiswa Fakultas Hukum Undip, mengalami sesak napas, iritasi mata, dan mual.
Indraswari (18) - Mahasiswa UIN Walisongo, mengalami sesak napas, iritasi mata, pingsan, dan mual.
Ela Faizah (23) - Ketua Korpri UIN Walisongo, mengalami sesak napas dan iritasi mata.
Nadya Calista (20) - Anggota BEM Undip, mengalami sesak napas, iritasi mata, pingsan, dan mual.
Hanif Muammar (21) - Mahasiswa Unnes, mengalami sesak napas, hampir pingsan, dan kaki bengkak akibat terkena pagar.
Najwa (20) - Mahasiswa UIN Walisongo, mengalami sesak napas dan nyeri di bagian perut.
Baca Juga: Demo di DPRD Jateng Ricuh, 15 Mahasiswa Luka-luka
Dimas Afila (21) - Anggota BEM Fakultas Hukum Undip, mengalami luka akibat tembakan peluru gas air mata dan hidungnya harus dijahit.
Imam Akbar (21) - Mahasiswa Fakultas Hukum Undip, mengalami iritasi mata, telinga pengang, dan sesak napas.
Demonstrasi ini menjadi simbol perlawanan mahasiswa terhadap kebijakan yang dianggap merugikan hak-hak rakyat, khususnya dalam hal Pilkada.
Mahasiswa menuntut agar pemerintah dan DPR lebih mendengarkan aspirasi rakyat dan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi sebagai lembaga hukum tertinggi di Indonesia.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










