Perahu Nelayan Asal Jepara Hilang Kontak di Perairan Bayuran, Upaya Pencarian Terus Dilakukan

AKURAT.CO, Sebuah perahu nelayan tradisional asal Jepara dengan nama lambung "CAH BAGOS" dilaporkan hilang kontak saat melaut pada Rabu (17/7/24) pagi di perairan Bayuran Jepara.
Perahu tersebut berawakkan dua orang nelayan, Paidi (37) dan Pairan (45), keduanya berasal dari desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Semarang, Budiono, mengungkapkan bahwa perahu "CAH BAGOS" berangkat pada Rabu pukul 3 dinihari dan biasanya kembali sekitar pukul 9 pagi di hari yang sama.
Baca Juga: PSIS Semarang Tambah Pemain Asing Jelang Liga 1 2024/25: Sambut Lucas Barreto dari Brasil
Namun, hingga sore hari, perahu tersebut tidak juga kembali sehingga nelayan setempat melakukan pencarian, namun tidak berhasil menemukan perahu tersebut.
"Kamis pagi ini kami menerima informasi adanya nelayan hilang di perairan Bayuran dan langsung mengirimkan satu tim dari Pos SAR Jepara untuk melakukan pencarian," ujar Budiono.
Tim dari Pos SAR Jepara bersama tim SAR gabungan menggunakan kapal cepat Rigit Inflatable Boat (RIB) untuk melakukan penyisiran dari titik dugaan lokasi kejadian ke arah barat sejauh kurang lebih 2 mil.
Baca Juga: Video Viral Babinsa di Pintu Air Pleret, Banjir Kanal Barat, Juru Parkir Cs Minta Maaf
Namun hingga pukul 17.00 WIB, usaha pencarian belum membuahkan hasil dan pencarian dihentikan sementara untuk dilanjutkan keesokan harinya.
"Cuaca tadi cukup bagus dan cerah, namun karena area pencarian sangat luas, usaha kami belum membuahkan hasil. Semoga besok cuaca kembali mendukung dan kedua nelayan itu segera ditemukan," tutup Budiono.
Pihak keluarga dan masyarakat setempat berharap agar Paidi dan Pairan dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Tim SAR akan melanjutkan upaya pencarian pada Jumat pagi dengan harapan cuaca tetap mendukung dan memberikan hasil yang positif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Rute Macet Hari Ini 14 Oktober 2026: Pulang Kerja Sore Ini Semarang dan Solo Macet Parah, Ini Jalur Tikusnya
- 7Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Macet
- 8Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Cek Rute Macet Kota Surabaya 14 Oktober 2026: Proyek Drainase Jadi Biang Kerok, Titik Mana yang Harus Dihindari?









