Sejarah Perkembangan Kretek dan Industrinya, Ini Paparan dari Sejarawan

AKURAT.CO, Untuk pertama kalinya Bea Cukai Kudus mengadakan gelar wicara tentang sejarah asal mula kretek, perkembangan industri kretek, serta peran pengusaha kretek pada masa kemerdekaan RI pada Selasa (26/3/2024) bertempat di Aula Gedung Colo Kantor Bea Cukai Kudus dengan narasumber Dr. Edy Supratno, seorang sejarawan, dosen, jurnalis, dan penulis buku.
Salah satu riset Dr. Edy yang fenomenal berkaitan dengan sejarah penemu kretek. Adagium hasil tidak akan mengkhianati usaha dan rezeki bisa datang dari arah yang tidak disangka-sangka nyata dibuktikan Dr. Edy setelah berhasil menemukan makam Djamhari di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Perjalanan menelusuri informasi-informasi yang didapat akhirnya dirangkai hingga menjadi sebuah buku “Djamhari Penemu Kretek: 100 Tahun Sejarah yang Terpendam dan Lika-liku Pencarian Jejaknya”.
Baca Juga: Seleksi Terbuka Pengisian Pejabat Eselon II Pemkot Semarang Tinggi Peminat, 54 Peserta Siap Bersaing
“Rasa penasaran yang menjadi semangat saya menelusuri keberadaan Djamhari, hingga saya bisa membuktikan bahwa tokoh Djamhari, Sang Penemu kretek, memang ada. Saya bertemu dengan keturunannya, mengunjungi makamnya, dan mempunyai bukti-bukti keberadaannya,” disampaikan Dr. Edy dalam paparannya.
Gelar wicara ini diselenggarakan dalam kegiatan pembinaan mental (bintal) bidang ideologi bagi para pegawai Bea Cukai Kudus. Kepala Kantor Bea Cukai Kudus, Lenni Ika Wahyudiasti, dalam sambutannya menyampaikan, “Memahami sejarah kretek pada masa kemerdekaan RI menjadi kewajiban kita bersama sebagai bagian dari peningkatan wawasan kebangsaan karena menghargai sejarah masa lalu adalah salah satu ikhtiar untuk kebaikan di masa depan.
Asal muasal istilah ‘kretek’ muncul adalah ketika Djamhari, yang menderita sakit asma, mencari cara untuk menyembuhkan sakitnya, yang biasanya mengoleskan minyak cengkeh di dadanya, yang menyebabkan kulitnya melepuh, kemudian mencoba mencampur cengkeh dengan racikan tembakau yang dibungkus daun jagung, kemudian dibakar dan menghisapnya.
Suara ‘kretek-kretek’ muncul saat cengkeh terbakar. Sejak dari itu kretek mulai dikonsumsi di daerah Kudus. Meskipun Kudus bukan penghasil tembakau atau cengkeh, tetapi kretek berasal dari Kudus.
Baca Juga: Berikut Hasil Drawing Kompetisi Liga 3 Putaran Nasional Tahun 2023/2024 Grup A Sampai P
Kaitannya dengan sejarah kemerdekaan RI, terungkap bahwa para pengusaha kretek ini menjadi bagian dari pengurus organisasi pergerakan nasional Indonesia, seperti Boedi Oetomo dan Sarekat Islam. Para pengusaha kretek ini mendukung pergerakan kemerdekaan bukan hanya dari segi pendanaan, tetapi juga bantuan lain seperti penyebaran informasi, penyediaan tempat, dan bantuan lainnya.
Maka tidak heran jika pemerintah kolonial Hindia Belanda saat itu memburu banyak tokoh yang berideologi nasionalis, termasuk para pengusaha kretek.
Salah satu pengusaha kretek dari Kudus yang paling terkenal saat itu adalah Nitisemito, dengan rokok kretek berlogo tiga lingkaran, yang orang-orang menyebutnya rokok merk ‘Bal Tiga’.
Banyak peninggalan dari Nitisemito yang saat ini masih bisa dilihat di Kudus, ini menjadi bukti sejarah bahwa Nitisemito adalah pengusaha rokok kretek pertama dan menjadi bagian dari perjuangan kemerdekaan Indonesia.
Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi, Sandy Hendratmo Sopan, menyampaikan bahwa acara bintal dengan tajuk ‘Sejarah Kretek dan Peran Pengusaha Kretek Kudus saat Kemerdekaan RI’ ini, disiarkan langsung di kanal YouTube supaya bisa ditonton oleh seluruh masyarakat dengan harapan dapat menambah pengetahuan tentang sejarah kretek yang berasal dari kota Kudus dan meningkatkan kecintaan pada negeri ini.
“Dari gelar wicara tentang sejarah kretek Indonesia ini, kita bisa tahu bahwa Djamhari adalah penemu kretek pertama di dunia dan Nitisemito adalah pengusaha pabrik rokok kretek pertama di dunia,” kata Sandy di akhir acara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Yadea RS20 Resmi Dijual Rp16,6 Juta, Motor Listrik Retro Bisa Tempuh hingga 80 Km
- 2Angin Segar Liverpool! PSG Mulai Luluh, Dua Bintang Siap ke Anfield
- 3Arsenal Siap Korbankan Gabriel Jesus, Napoli Bergerak Cepat! Como Bidik Striker Chelsea! Bursa Transfer Eropa Memanas
- 4Persib Juara Dewata Challenge Series 2026! Bangkit dari Ketertinggalan, Obati Kegagalan di Piala Presiden
- 5Chelsea vs Manchester United: Duel Perburuan Gelandang Prancis Manu Koné
- 6Barcelona Beralih ke Gyokeres setelah Alvarez Buntu, Arsenal Siap Melepas?
- 7Manchester United dan Arsenal Dapat Angin Segar di Bursa Transfer Bek Brugge
- 8Jamie Gittens Diprediksi Bertahan di Chelsea Usai Roma Beralih ke Target Lain
- 9Bom! Al Hilal Sepakat dengan Pedro Neto, Chelsea Siap Lepas dengan Harga €60 Juta
- 10Bukan Batal! Fabrizio Romano: Barcola ke Liverpool Masih Hidup dan Kian Menggembirakan









