Muh Zen Mencuat di Polling Bacabup Pati, Kholidul Adib Beberkan Berbagai Tantangan di Bumi Mina Tani

AKURAT.CO, Nama Muh Zen mencuat dalam polling bakal calon Bupati (Bacabup) Pati. Hal itu terlihat pada website pollingkita.com pada Sabtu (16/3/2024).
Muh Zen unggul di puncak klasemen dengan angka 244 atau 38,5 persen suaran. Dia mengungguli H Ibrahim Wagiman dan H Sutomo.
Pengamat politik UIN Walisongo Semarang, Dr M Kholidul Adib mengatakan mengenai kepemimpinan di Kabutan Pati memiliki tantangan yang cukup kompleks.
Kabupaten Pati memiliki semboyan "Bumi Mina Tani" menunjukkan mayoritas penduduknya bekerja sebagai petani dan nelayan, maka sektor pertanian dan perikanan menjadi salah satu komoditas penting untuk diberdayakan agar tercapai kemakmuran.
Kabupaten Pati juga menghadapi problem banjir seiring dengan terjadinya alih fungsi lahan di hulu terutama di kawasan Kendeng, karena di hulu ada banyak problem, terutama terkait dengan penggundulan hutan, sedimentasi yang tinggi, dan tanggul yang jebol.
"Untuk itu butuh kerja sama banyak pihak baik pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan semua elemen masyarakat untuk membereskan masalah ini. Memang kalau melihat sejarah pada abad 16 M di masa kesultanan Demak Bintoro kawasan pegunungan Muria dan pulau Jawa terpisah oleh selat," beber Adib menjelaskan bagimana tantangan para Bupati Pati kedepan.
Baca Juga: Indosat Rayakan Ramadan Lewat Pemberdayaan Ekonomi Lokal dengan Penyerahan 57 Grobak Berkah
Selat itu bahkan bisa dilewati kapal ukuran sedang dari arah Barat di Demak dan Jepara ke timur menuju Juwana.
Bahkan Kesultanan Demak yang berpusat di Kota Bintoro juga memiliki istana pesanggrahan di Prawoto Pati yang biasanya dipakai keluarga kerajaan untuk berlibur di saat Demak musim hujan sering banjir karena istana Demak ada di kawasan dekat rawa-rawa dan tepi sungai Tuntang sehingga rawan banjir pula. Kawasan Prawoto ada di dataran tinggi sehingga aman banjir.
Ibarat di negara Indonesia sekarang, istana di Demak Bintoro itu seperti istana negara di ibukota Jakarta sedangkan istana Prawoto itu seperti istana Bogor karena saat itu wilayah Prawoto masuk wilayah kekuasaan Kesultanan Demak yang memang menguasai hampir setengah pulau Jawa terutama kawasan pesisir utara Jawa.
Baca Juga: ASN PPPK dan Baznas Kota Semarang Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir
"Walhasil membicarakan banjir di Pati juga bicara banjir di Kudus dan Demak karena kawasan tersebut hakikatnya memiliki kesamaan," ujar Adib.
"Kalau banjir di Pati tidak segera diatasi maka kekhawatiran akan kembalinya selat Muria benar-benar terjadi karena problem banjir pantura ini tidak hanya masalah Pati saja tapi juga dihadapi oleh Kudus, Demak dan Semarang,"'tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










