Kronologi kejadian ini bermula ketika warga Desa Pesayangan, Kecamatan Talang, melaporkan penemuan sesosok mayat perempuan di sungai.
Baca Juga: Pemain Timnas Indonesia, Justin Hubner Resmi Berlabuh ke Cerezo Osaka di J-League 2024
Upaya evakuasi yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama warga terhambat oleh arus sungai yang deras, yang akhirnya membuat jenazah Tasripah hanyut kembali.
Dalam upaya berikutnya, di jembatan Kaligayam, keluarga korban, termasuk tiga menantunya, mencoba untuk melakukan evakuasi.
Dalam proses ini, Masruri, salah satu menantu, nekat menceburkan diri ke sungai untuk membantu. Namun, naas, arus yang deras menyebabkan ia terseret dan hilang.
Baca Juga: Update Liga 1: PSIS vs Persis Solo Ditunda, Venue Baru Segera Diumumkan
Basarnas Semarang, bersama dengan tim SAR gabungan, langsung bergerak cepat merespons kejadian ini dengan mengerahkan satu tim dari Unit Siaga SAR Pemalang.
Operasi pencarian Masruri dilakukan sepanjang sungai Gung menggunakan perahu karet, menelusuri area sejauh ± 5 KM dari lokasi kejadian pertama (LKP), namun hingga petang hari, usaha pencarian belum membuahkan hasil.
Kondisi cuaca yang tidak mendukung, ditambah dengan arus sungai yang masih deras dan hujan yang turun, memaksa tim SAR menghentikan pencarian sementara waktu.
Baca Juga: Kemenangan Besar Tia Hendi Istri Eks Walikota Semarang: Raup 110.338 Suara di Dapil Jateng 1
Budiono, Kepala Basarnas Semarang, mengungkapkan harapannya agar cuaca esok hari lebih cerah untuk melanjutkan pencarian dan operasi penyelamatan.
Komunitas lokal dan keluarga korban terdalam dalam duka. Kejadian ini mengingatkan akan pentingnya kehati-hatian dan persiapan dalam menghadapi kondisi alam yang tidak terduga.
Semoga upaya pencarian hari berikutnya akan membawa kabar baik dan keluarga yang berduka dapat segera menemukan kekuatan dan keteduhan dalam menghadapi musibah ini.