Jateng

Anggota PWI Pasuruan Beri Masukan Soal Kebersihan dan Harga-harga Kuliner di PKL Kota Semarang

Theo Adi Pratama | 6 Maret 2024, 12:17 WIB
Anggota PWI Pasuruan Beri Masukan Soal Kebersihan dan Harga-harga Kuliner di PKL Kota Semarang

AKURAT.CO, Kondisi selokan dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Semarang menjadi sorotan Muhammad Munif, salah satu anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan melakukan kunjungan ke Kota Semarang pada Rabu (6/3/2024).

"Slogan Semarang Kaline Banjir adalah slogan sejak zaman kolonial tapi masih melekat sampai sekarang. Seharusnya sudah tidak terjadi lagi," ujar Munif saat memberikan pernyataan.

Menurut Munif, gara-gara banjir, selokan di Kota Semarang yang terkadang ditutup dan didirikan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) masih terasa bau tidak sedap dan muncul hewan-hewan kotor dari dalamnya.

Baca Juga: Rekomendasi Cafe Hits: Hidjau Cafe, Tempat Nongkrong Konsep Garden Instagramable di Tengah Malioboro Yogyakarta

"Selokan di pusat kota masih terasa bau, sehingga PKL-PKL yang di pinggir jalan juga terimbas bau selokan tersebut dan banyak hewan-hewan yang kadang-kadang muncul," kata Munif.

Melihat kondisi seperti ini, Munif memberi masukan agar Pemkot Semarang lebih giat lagi melakukan pemberdayaan, termasuk memberdayakan kebersihan tempat usaha PKL-PKL tersebut.

"Pemberdayaan UMKM yang terlihat belum optimal. Terlihat dari kondisi PKL-PKL yang saya sebutkan tadi," tutur Munif.

Selain kondisi PKL, Munif juga menyoroti persoalan harga yang menurutnya cenderung mahal jika dibanding PKL-PKL di daerah lain.

Baca Juga: Rektor USM Mewisuda 1044 Lulusan

"Harga-harga kuliner dan oleh-oleh di level UMKM juga masih cenderung mahal jika dibanding daerah lain," ujarnya.

Pemkot Semarang sendiri memang gencar mencari investor-investor untuk menggeliatkan roda perekonimian. Namun Munif berpendapat seharusnya UMKM atau PKL jangan dikesampingkan.

"Pemkot Semarang terus mencari investor untuk usaha-usaha besar seperti resto, hotel, resort, kafe, dan pusat perbelanjaan. Namun pengembangan UMKM belum maksimal," tutupnya.

Sebelumnya, Kartika Hediaji selaku Kepala Bagian Pimpinan dan Protokoler (Kompimpro) Kota Semarang telah mempresentasikan program pengembangan Kota Semarang berupa tempat wisata, kuliner, dan industrialisasi.

Baca Juga: Semen Padang Hadapi Tantangan Berat Usai Dibantai PSBS Biak di Leg Pertama Final Liga 2

Pria yang akrab disapa Aji itu menampilkan slide yang menunjukkan kawasan-kawasan wisata dan kuliner yang indah dan memperlihatkan wilayah Kota Semarang yang eksotis.

"Kota Semarang saat ini sedang membangun wisata serta sedang menjalankan program pengendalian banjir. Jadi kedepan tidak ada banjir besar lagi," tuturnya.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan sendiri melakukan kunjungan ke Kota Semarang dan disambut oleh Forum Wartawan Balaikota (Forwarkot) serta Kepala Bagian Pimpinan dan Protokoler (Kompimpro).

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.