Anggota PWI Pasuruan Beri Masukan Soal Kebersihan dan Harga-harga Kuliner di PKL Kota Semarang

AKURAT.CO, Kondisi selokan dan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kota Semarang menjadi sorotan Muhammad Munif, salah satu anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan melakukan kunjungan ke Kota Semarang pada Rabu (6/3/2024).
"Slogan Semarang Kaline Banjir adalah slogan sejak zaman kolonial tapi masih melekat sampai sekarang. Seharusnya sudah tidak terjadi lagi," ujar Munif saat memberikan pernyataan.
Menurut Munif, gara-gara banjir, selokan di Kota Semarang yang terkadang ditutup dan didirikan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) masih terasa bau tidak sedap dan muncul hewan-hewan kotor dari dalamnya.
"Selokan di pusat kota masih terasa bau, sehingga PKL-PKL yang di pinggir jalan juga terimbas bau selokan tersebut dan banyak hewan-hewan yang kadang-kadang muncul," kata Munif.
Melihat kondisi seperti ini, Munif memberi masukan agar Pemkot Semarang lebih giat lagi melakukan pemberdayaan, termasuk memberdayakan kebersihan tempat usaha PKL-PKL tersebut.
"Pemberdayaan UMKM yang terlihat belum optimal. Terlihat dari kondisi PKL-PKL yang saya sebutkan tadi," tutur Munif.
Selain kondisi PKL, Munif juga menyoroti persoalan harga yang menurutnya cenderung mahal jika dibanding PKL-PKL di daerah lain.
Baca Juga: Rektor USM Mewisuda 1044 Lulusan
"Harga-harga kuliner dan oleh-oleh di level UMKM juga masih cenderung mahal jika dibanding daerah lain," ujarnya.
Pemkot Semarang sendiri memang gencar mencari investor-investor untuk menggeliatkan roda perekonimian. Namun Munif berpendapat seharusnya UMKM atau PKL jangan dikesampingkan.
"Pemkot Semarang terus mencari investor untuk usaha-usaha besar seperti resto, hotel, resort, kafe, dan pusat perbelanjaan. Namun pengembangan UMKM belum maksimal," tutupnya.
Sebelumnya, Kartika Hediaji selaku Kepala Bagian Pimpinan dan Protokoler (Kompimpro) Kota Semarang telah mempresentasikan program pengembangan Kota Semarang berupa tempat wisata, kuliner, dan industrialisasi.
Baca Juga: Semen Padang Hadapi Tantangan Berat Usai Dibantai PSBS Biak di Leg Pertama Final Liga 2
Pria yang akrab disapa Aji itu menampilkan slide yang menunjukkan kawasan-kawasan wisata dan kuliner yang indah dan memperlihatkan wilayah Kota Semarang yang eksotis.
"Kota Semarang saat ini sedang membangun wisata serta sedang menjalankan program pengendalian banjir. Jadi kedepan tidak ada banjir besar lagi," tuturnya.
Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pasuruan sendiri melakukan kunjungan ke Kota Semarang dan disambut oleh Forum Wartawan Balaikota (Forwarkot) serta Kepala Bagian Pimpinan dan Protokoler (Kompimpro).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 5Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 6Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 7Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 8Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 9FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










