Jateng

Keluarga Koh James Mengikuti Tradisi Basuh Kaki yang Diadakan Boen Hian Tong: Tradisi Sakral Menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek

Theo Adi Pratama | 9 Februari 2024, 13:05 WIB
Keluarga Koh James Mengikuti Tradisi Basuh Kaki yang Diadakan Boen Hian Tong: Tradisi Sakral Menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek

AKURAT.CO, Di tengah gelegar persiapan menyambut Tahun Baru Imlek, sebuah tradisi yang menghangatkan hati menjadi sorotan di Gedung Rasa Dharma, Pecinan Semarang.

Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong menggelar prosesi basuh kaki orang tua, menghidupkan kembali ritual yang mulai langka tersebut.

Acara yang diselenggarakan pada Kamis (11/2/2021) menyatukan beberapa orang tua dan anak dalam momen kebersamaan yang mengharukan.

Baca Juga: Serba-Serbi Imlek: Kue Keranjang, Simbol Kemajuan dan Kekeluargaan dalam Perayaan Imlek

Prosesi basuh kaki dimulai dengan langkah sederhana: orang tua duduk di kursi sementara anaknya bersimpuh di bawahnya.

Dengan penuh kelembutan, anak-anak membasuh kaki orang tua menggunakan air yang telah disediakan dalam baskom.

Meskipun simpel, tindakan tersebut memiliki makna mendalam bagi semua yang terlibat.

Baca Juga: Serba-Serbi Tahun Baru Imlek: Mengungkap Makna Sebenarnya di Balik Ucapan Gong Xi Fat Cai

Ketua Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong, Harjanto Halim, menjelaskan bahwa tradisi basuh kaki ini memiliki nilai luhur yang sering terabaikan di tengah kesibukan perayaan Tahun Baru Imlek.

Lebih dari sekadar kegembiraan dan angpao, acara tersebut mengajak untuk merefleksikan kembali hubungan antara orang tua dan anak serta mempererat tali silaturahmi keluarga.

“Melalui prosesi sederhana ini, kita berharap dapat memaknai kembali ikatan kekerabatan yang berharga ini,” ungkap Harjanto.

Baca Juga: Rekomendasi Wisata 7 Chinatown di Indonesia: Destinasi Budaya, Sejarah, dan Kuliner untuk Merayakan Tahun baru Imlek

Ia juga menyoroti keikutsertaan lintas etnis dan lintas agama dalam kegiatan tersebut, yang menunjukkan bahwa esensi kasih sayang dan penghormatan terhadap orang tua universal dan dapat dirasakan oleh semua.

Tradisi basuh kaki orang tua ini tidak hanya relevan bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi pesan universal tentang pentingnya menghargai dan merawat orang tua.

Harapannya, kegiatan semacam ini bisa menjadi inspirasi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan dalam perayaan-perayaan lainnya, seperti Lebaran, Natal, dan sebagainya.

Baca Juga: Merayakan Tahun Baru Imlek di Kota Bandung: Delapan Restoran Chinese Food yang Menyajikan Hidangan Lezat

Salah satu peserta yang terlibat dalam prosesi basuh kaki, yaitu dari keluarga James Santoso, yang mana yang melakukan ritual pembasuhan kaki ini adalah Istri dari Koh James yaitu Cinthia Dewi dan anaknya yang bernama Jason.

Terlihat Jason begitu tulus dalam melakukan ritual pembasuhan kaki untuk ibunya, karena memang tradisi ini bisa dibilang tradisi yang suci dan sakral sebagai bentuk hormat anak kepada orang tuanya.

Dengan begitu, tradisi basuh kaki orang tua menjadi momentum penting untuk mengingat kembali nilai-nilai kekeluargaan dan menghormati jasa-jasa orang tua, tidak hanya dalam menyambut Tahun Baru Imlek, tetapi juga dalam setiap momen perayaan dan kebersamaan lainnya.***

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.