Keluarga Koh James Mengikuti Tradisi Basuh Kaki yang Diadakan Boen Hian Tong: Tradisi Sakral Menjelang Perayaan Tahun Baru Imlek

AKURAT.CO, Di tengah gelegar persiapan menyambut Tahun Baru Imlek, sebuah tradisi yang menghangatkan hati menjadi sorotan di Gedung Rasa Dharma, Pecinan Semarang.
Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong menggelar prosesi basuh kaki orang tua, menghidupkan kembali ritual yang mulai langka tersebut.
Acara yang diselenggarakan pada Kamis (11/2/2021) menyatukan beberapa orang tua dan anak dalam momen kebersamaan yang mengharukan.
Baca Juga: Serba-Serbi Imlek: Kue Keranjang, Simbol Kemajuan dan Kekeluargaan dalam Perayaan Imlek
Prosesi basuh kaki dimulai dengan langkah sederhana: orang tua duduk di kursi sementara anaknya bersimpuh di bawahnya.
Dengan penuh kelembutan, anak-anak membasuh kaki orang tua menggunakan air yang telah disediakan dalam baskom.
Meskipun simpel, tindakan tersebut memiliki makna mendalam bagi semua yang terlibat.
Baca Juga: Serba-Serbi Tahun Baru Imlek: Mengungkap Makna Sebenarnya di Balik Ucapan Gong Xi Fat Cai
Ketua Perkumpulan Sosial Boen Hian Tong, Harjanto Halim, menjelaskan bahwa tradisi basuh kaki ini memiliki nilai luhur yang sering terabaikan di tengah kesibukan perayaan Tahun Baru Imlek.
Lebih dari sekadar kegembiraan dan angpao, acara tersebut mengajak untuk merefleksikan kembali hubungan antara orang tua dan anak serta mempererat tali silaturahmi keluarga.
“Melalui prosesi sederhana ini, kita berharap dapat memaknai kembali ikatan kekerabatan yang berharga ini,” ungkap Harjanto.
Ia juga menyoroti keikutsertaan lintas etnis dan lintas agama dalam kegiatan tersebut, yang menunjukkan bahwa esensi kasih sayang dan penghormatan terhadap orang tua universal dan dapat dirasakan oleh semua.
Tradisi basuh kaki orang tua ini tidak hanya relevan bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga menjadi pesan universal tentang pentingnya menghargai dan merawat orang tua.
Harapannya, kegiatan semacam ini bisa menjadi inspirasi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai kekeluargaan dan kebersamaan dalam perayaan-perayaan lainnya, seperti Lebaran, Natal, dan sebagainya.
Salah satu peserta yang terlibat dalam prosesi basuh kaki, yaitu dari keluarga James Santoso, yang mana yang melakukan ritual pembasuhan kaki ini adalah Istri dari Koh James yaitu Cinthia Dewi dan anaknya yang bernama Jason.
Terlihat Jason begitu tulus dalam melakukan ritual pembasuhan kaki untuk ibunya, karena memang tradisi ini bisa dibilang tradisi yang suci dan sakral sebagai bentuk hormat anak kepada orang tuanya.
Dengan begitu, tradisi basuh kaki orang tua menjadi momentum penting untuk mengingat kembali nilai-nilai kekeluargaan dan menghormati jasa-jasa orang tua, tidak hanya dalam menyambut Tahun Baru Imlek, tetapi juga dalam setiap momen perayaan dan kebersamaan lainnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ibu-Ibu Semarang Curhat Agenda PKK dan Dawis Padat, Tiap Pekan Ada Kegiatan!
- 2Lima Gunung Kompak Erupsi Hari Ini: Semeru Muntah Abu 4.600 Meter, Merapi Luncurkan Lava 2,5 Km
- 3Cek SPBU Sebelum Berangkat! Antrean BBM Pagi Ini 16 Oktober 2026 di Berbagai Daerah
- 4Cek Update Rute Macet Kota Surabaya, Kamis 15 Oktober 2026: Proyek Drainase 100 Titik Bikin Surabaya Macet Parah
- 5Set Suhu AC 25 Derajat, Hemat 10 Persen: Cara Simpel Kantor “Ngoprek” Energi
- 6Rute Macet Semarang Pagi Hari, Kamis 15 Oktober 2026: Jalan Kapten Piere Tendean Ditutup 14 Hari, Warga Semarang Siap-Siap Cari Rute Baru
- 7Update Suhu Panas Siang Ini 16 Oktober 2026: Semarang, Solo, Surabaya Kompak Tembus 37 Derajat, Jakarta Nggak Mau Kalah
- 8FBI Apresiasi Polda Jateng Bongkar Penipuan Pig Butchering Scam, Empat Polisi Diundang Pelatihan Internasional
- 9Kebakaran Hutan Gunung Lawu, Sekitar 200 Personel Dikerahkan Menyisir Empat Jalur
- 10Lies Iswar Aminuddin: Kegiatan PKK Berlandaskan 10 Program Pokok dan Pemberdayaan Masyarakat










