Jateng

Terus Berinovasi, Pelayanan RSWN Diapresiasi Wapres Ma'ruf Amin

Theo Adi Pratama | 27 Januari 2024, 11:58 WIB
Terus Berinovasi, Pelayanan RSWN Diapresiasi Wapres Ma'ruf Amin


AKURAT.CO, Wakil Presiden (Wapres) RI, Ma'ruf Amin mengapresiasi pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah KRMT Wongsonegoro (RSWN) Kota Semarang yang dinilai sangat representatif dengan berbagai layanan terbaiknya.

Hal ini disampaikan Ma'ruf Amin saat meninjau RSWN Kota Semarang, Jumat (26/1/2024) sore.

Dirinya menyebut pelayanan di Rumah Sakit milik daerah ini juga menggunakan sistem digital dalam pelayanan. Bahkan, menggunakan robot untuk membantu pelayanan.

Baca Juga: Berita Seputar Teknologi: Pengaturan APN Indosat Tercepat 2024, Solusi Koneksi Internet Lancar dan Stabil

"Ini Rumah Sakit yang sangat representatif, saya mengapresiasi Rumah Sakit ini. Terlebih karena layanan sudah secara digital, dan bahkan menggunakan robot untuk memandu ke arah mana pengunjung tuju," ujar Ma'ruf dalam jumpa pers usai kunjungan, Jumat (26/1/2024).

Orang nomor dua di Indonesia ini memuji pelayanan di RSWN, karena menyediakan beragam pelayanan, tidak hanya layanan modern namun juga tradisional.

"Ada perpaduan pelayanan modern dan tradisional. Seperti pelayanan akupuntur, pijat anak bayi, bahkan ada jamu," katanya.

Baca Juga: Bangunan Bersejarah di Yogyakarta: Pesanggrahan Sonopakis: Jejak Sejarah yang Terabaikan

Di Rumah Sakit ini, lanjut Ma'ruf Amin, juga terdapat pelayanan kuratif, pengobatan ada rehabilitatif.

"Selain pelayanan kuratif, ada habitatif, sifatnya preventif dan promotif dilakukan bekerja sama dengan puskesmas. Ruangan cukup bersih, tidak kumuh. Kami harap ada peningkatan lagi," jelasnya.

Secara keseluruhan, Ma'ruf Amin menilai pelayanan di RSUD KRMT Wongsonegoro cukup representatif. Apalagi, akan dibangun gedung 12 lantai yang tentunya akan menambah pelayanan lebih baik dengan dilengkapi MRI 3 tesla dan pelayanan cuci darah.

Baca Juga: Berita Seputar Teknologi: Explorasi Fitur Flipside Instagram, Profil Khusus untuk Pengalaman Lebih Privat

"Saya harap dengan nanti dibangun 12 lantai pelayanan lebih optimal," ucapnya.

Lebih lanjut, Maruf juga mengapresiasi pelayanan yang sangat ramah anak. Pendekatan yang dilakukan tenaga kesehatan dengan anak-anak tidak membuat mereka merasa trauma berobat ke rumah sakit.

"Saya lihat ada semacam pendekatan yang lebih baik, sehingga menghilangkan trauma anak di rumah sakit dengan pakaian badut. Pelayanan ramah anak," jelasnya.

Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu menjelaskan, jika sebagai bagian dari pemerintah harus mempunyai pelayanan publik yang standar. Menurutnya, pelayanan publik ini menjadi salah satu poin pengelolaan pemerintah daerah.

Baca Juga: Mengoptimalkan Jaringan Internet dengan Pengaturan APN Tri: Panduan Lengkap 7 APN Tri Gratis yang Bisa Kamu Coba

"Saya minta kepada Direksi RSWN beserta seluruh jajaran untuk melayani service excellent atau pelayanan prima. Harus seperti ini, dari mulai masuk disambut dengan suasana yang nyaman, masuk ada satpam yang welcome," kata Mbak Ita, sapaan akrabnya.

Mbak Ita menambahkan, jika RSWN ini sudah menjadi smart hospital dengan berbagai sistem digitalnya.

"RSWN ini kan sudah smart hospital, sehingga orang mau daftar, rawat jalan dan rawat inap sudah berbasis digital. Ketika kita pengunjung datang dan tidak tau tempatnya maka sudah ada robot yang menunjukkan," kata Mbak Ita.

Baca Juga: Sejarah 27 Januari: Peristiwa Merah Putih Sangasanga, Epik Perjuangan Selama Revolusi Fisik Indonesia

Menurut Mbak Ita, yang membedakan RSWN dengan Rumah Sakit lainnya yakni tahun ini akan ada pembangunan gedung perawatan kanker atau gedung onkologi radiasi.

"Saat ini kita sudah punya MRI 3 Tesla. Di Jawa Tengah alat ini hanya ada dua saja, yakni di RSUP dr Kariadi dan RSWN Kota Semarang. Ini jadi bagian dari kita melayani masyarakat secara utuh, sehingga harapannnya Rumah sakit ini menjadi rujukan dan menjadi pilihan," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur RSWN, Eko Krisnarto mengatakan, pihaknya terus berinovasi sebagai rumah sakit ramah anak untuk menunjang program Pemerintah Kota Semarang.

"Kami melihat banyak anak-anak datang ke rumah sakit trauma, takut. Setelah kami lakukan dengan berbagai hal, seperti perawat yang pakai pakaian badut, melakukan cerita ke anak, ternyata menenyenangkan bagi anak. Segingga anak tidak takut," paparnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.